Hai kawan, siapakah aku dan kamu yang sebenarnya?

Sederhananya, dalam satu kehidupan kita - kita menjalani banyak hal. Tak terhitung lagi jumlahnya.

Saat berdiri dan hendak duduk saja, terjadi begitu banyak kejadian didalam tubuh ini. Andai mampu kita saksikan langsung secara terus menerus, mungkin kita akan berhenti mengejar keangkuhan.

Itu hanya sekedar menempatkan tubuh kita pada sesuatu yang kita anggap akan meringankan beban berdiri saja. Bagaimana dengan BANYAK hal lainnya? Makan, minum, tidur, tersenyum, berlari dan sangat beragam aktivitas lain.

Siapa yang menggerakkan itu semua? Mesin secanggih apapun yang akan diproduksi di masa depan tidak akan mampu untuk dibuat sebagai pembandingnya.

Dan, masih saja kita menganggap biasa sebuah keangkuhan.

Pernahkah engkau bepergian menaiki pesawat? Bukankah manusia yang engkau lihat dibawah terlihat begitu kecil. Bandingkan dengan luasnya daratan tempat mereka hidup. KECIL. Hanyalah sebuah titik kecil dan terkadang tak terlihat.

Atau pernahkah mengarungi lautan diatas kapal? Bukankah air yang meskipun berbeda dengan yang kau gunakan untuk mandi, namun ia sebelumnya tidak engkau takuti. Tapi, kenapa gelombang membuat kita bersedih?

Siapakah aku dan kamu, kawan?

Yang sebenarnya. Yang sejatinya.


EmoticonEmoticon