Keindahan yang akan tetap berlanjut. Semoga.

Duhai indah hadiah ini. Saling menyayangi bahkan dalam benci membuat kita tetap satu.

Tak sekali aku menatapmu dengan punggungku. Begitupun kau.
Namun, bagaimanapun keadaan memaksa, kita jualah yang tetap memutuskan untuk saling menghadapkan mata. Lalu, menguari senyum.

Semua begitu penuh makna.

Kita tidaklah terlambat untuk bertemu. Saling mengenal sesaat dan memutuskan untuk mengarungi biduk rumah tangga. Jika kita ingat kembali, rupanya memang kita dipertemukan tidak dalam waktu yang cepat. Namun, di waktu yang tepat.

Begitu adil pengalaman ini.

Semakin hari semakin mendalam. Dengan berbagai kekuatan, kita menempa raga dan jiwa kita atas segala hal. Semoga ini berjalan puluhan tahun hingga Sang Pencipta memanggil dan kembali menyatukan kita pada dimensi lain yang jauh lebih indah dari yang pernah menghampiri kehidupan kita.

Semoga.


EmoticonEmoticon