Rewrite Artikel: 5 Tahap Menulis Ulang Konten Milik Orang Lain

Rewrite atau yang dalam Bahasa Indonesia secara sederhana diterjemahkan sebagai menulis ulang bisa menjadi salah satu alternatif bagi Blogger yang menemui kendala saat sedang buntu untuk menulis artikel. Disisi lain, motivasi untuk tetap update dan memperbanyak konten di blog semakin menggebu-gebu dan tidak mudah untuk mengesampingkannya.

Memiliki hingga ratusan bahkan ribuan postingan di blog memang sepertinya menyenangkan. Apalagi jika dapat dilakukan dengan cara yang lebih cepat (menghemat waktu).

Jika Anda jeli, coba perhatikan juga media-media online besar yang ada di Indonesia. Pengalaman saya pribadi, tidak hanya sekali menemukan konten yang 100 % copy paste dari media selainnya. Entah itu karena mereka bernaung di dalam manajemen dan perusahaan yang sama, atau juga karena sudah mengantongi izin penulis aslinya untuk mempublikasikannya kembali.

Tidak hanya itu saja.

Pada beberapa kesempatan, situs berita nasional juga (rasanya) kok sekedar menerjemahkan tulisan dari situs-situs luar. Serius ini. Meskipun saya secara pribadi tidak memiliki ijazah maupun sertifikat bahasa inggris, namun pemahaman saya terhadap penggunaan bahasa tersebut bisa dibilang cukup. Hal ini karena beberapa situs berita tersebut pernah saya baca artikelnya dan saya langsung ingat bahwa pernah membaca versi bahasa inggrisnya.

Baca juga: 3 Alasan Kenapa Harus Membeli Domain Baru

Yang lebih menjengkelkannya adalah, hasil terjemahan mereka justru tidak lebih baik dari apa yang bisa saya hasilkan (maaf, bukannya sombong ya). Dan, saya bahkan berani mengatakan bahwa hasil translate-nya serupa dengan beberapa tool gratisan yang proses pengerjaannya dilakukan secara online.

Menurut saya sungguh sangat disayangkan. Anda pernah mengalami hal yang sama?

5 Tahap Menulis Artikel dengan Teknik Rewrite

Jika Anda:
  • Ingin membuat banyak konten blog;
  • Dan menghemat waktu;
  • Disertai dengan optimasi mesin pencari dalam artikel Anda (SEO)
  • Serta, artikel tersebut tetap bisa dibaca dan dipahami dengan mudah (readable)
Maka, sedikit menguasai tentang teknik menulis ulang ini (semoga) bisa membantu dalam memproduksi sejumlah konten untuk meramaikan situs/portal online Anda. Satu hal lagi yang ingin saya tambahkan (opsional) dimana terserah Anda ingin mengikutinya atau tidak. Yaitu, adanya kemampuan berbahasa asing. Entah itu Inggris maupun bahasa lainnya.

Tahap menulis ulang artikel
Foto oleh: Janeb13

Hal ini tentu akan sangat berguna dimana sumber referensi Anda akan semakin bertambah. Namun, jika tidak bisa juga tidak menjadi masalah sama sekali.

Rekomendasi: Kenapa Harus Punya Blog Gado-Gado

1. Baca dan pahami dengan baik artikel yang Anda jadikan referensi

Mungkin hal ini menurut Anda akan sangat membosankan. Padahal, bagian terbaiknya adalah Anda sebenarnya juga akan mendapatkan pengetahuan baru atau mengembangkan pengetahuan Anda sebelumnya yang memiliki keterkaitan dengan konten yang sedang Anda baca.

Membaca dan memahami sumber utama artikel yang Anda jadikan sebagai tolok ukur juga akan bermanfaat untuk pembuatan konten baru Anda. Karena ketika Anda telah memahami secara garis besar mengenai pesan dari konten tersebut, maka Anda pun akan dengan mudah membuat tulisan yang sama yang tentunya baru tanpa harus terindikasi sebagai sebuah artikel yang terduplikasi.

2. Temukan dan catat/ketik bagian-bagian penting dari artikel referensi

Ketika Anda sudah memahami tulisan yang telah selesai dibaca, kemungkinan besar Anda juga seharusnya sudah tahu bagian mana saja yang menurut Anda penting untuk disampaikan kembali dalam postingan baru yang akan dibuat.

Temukan bagian-bagian tersebut dan ketikkan kembali di komputer Anda. Entah akan dalam bentuk susunan paragraf langsung maupun poin-poin yang tertata secara berurutan.

Jika Anda benar-benar memahaminya, coba langsung praktek di dalam kamar Anda dengan menjelaskannya menggunakan suara seolah-olah Anda sedang berusaha menjelaskan hal tersebut ke teman Anda. Dengan cara ini, Anda juga akan tahu sejauh mana nantinya kemampuan Anda untuk bisa menjelaskannya dalam bentuk kalimat (artikel). Semakin lama ngomong sendiri, seharusnya juga berarti bahwa Anda bisa dengan mudah membuat tulisannya, kan?
Tahap kedua ini juga sebenarnya merupakan langkah evaluasi pertama mengenai bagian-bagian penting dari artikel rujukan. Dimana Anda akan mengetahui apa yang sebaiknya tetap disampaikan dan mana yang nantinya tidak diperlukan.

3. Mulai menulis dengan bantuan formula 5W+1H

5W:
What (Apa)
When (Kapan)
Why (Kenapa)
Who (Siapa)
Where (Dimana)
1H:
How (Bagaimana)

Formula diatas merupakan salah satu rumus penulisan jurnalistik untuk menjelaskan kronologi suatu kejadian yang banyak digunakan. Namun, pada dasarnya, blogger pun sebenarnya sudah menerapkan pola diatas. Entah menggunakan semuanya, maupun beberapa bagian saja. Tergantung kebutuhan.

Yang tak kalah pentingnya juga adalah bagaimana mulai menuliskan kalimat pertama/pembuka suatu tulisan. Karena, ketika sebuah kalimat/paragraf awal sudah bisa dituliskan, biasanya untuk selanjutnya menjadi lebih ringan untuk dilakukan bahkan mengalir begitu saja.

Untuk mendukung optimasi artikel agar mudah bersaing dengan artikel lainnya, banyak yang menyarankan bahwa pada 100 kata pertama dalam paragraf pertama itu harus mengandung kata kunci yang Anda target dalam artikel tersebut. Itu juga merupakan saran yang bagus menurut saya. Jadi, kita ikutin saja, ya.

Yang jelas, pada paragraf utama tersebut bisa berisi informasi apa saja yang Anda inginkan. Namun, untuk lebih membantu Anda dalam pembuatannya, coba jawab salah satu dari pertanyaan dibawah ini:
  1. Apa alasan Anda menuliskan tentang artikel tersebut (ganti dengan judul Anda)? Apa manfaatnya?
  2. Kenapa Anda merasa harus menuliskannya sementara sudah ada juga artikel yang mirip?
  3. Apa bedanya antara artikel Anda tersebut dengan yang sudah ada sebelumnya?
  4. Yakin artikel Anda ini lebih lengkap dengan yang selainnya?
  5. Silahkan tambahkan sendiri.

Salah satu saja dari pertanyaan diatas bisa Anda jawab, maka persoalan pertama untuk berbasa-basi di paragraf pertama akan selesai. Tapi ya, jangan sekedar berbasa-basi tanpa ada isinya sama sekali. Lakukan dengan baik agar tetap nyaman, unik dan tentu saja ada "isinya".

4. Buat/sertakan sub-topik dari artikel Anda

Sumbernya bisa Anda dapatkan pada bagian terpenting yang saya jelaskan pada poin ke-2 sebelumnya. Dan, susunan daftar tersebut usahakan selalu mengandung heading baik H2, H3 dan sebagainya. Kalau menulis misalnya tentang 5 tahap Rewrite Artikel Orang Lain, mungkin akan lebih mudah dalam pembuatan poin-poinnya seperti yang saya lakukan pada postingan ini.

Namun, Anda juga tetap bisa membuatnya meskipun judulnya tidak demikian. Contoh judulnya misalnya: Mengenal Apa Itu Rewrite Artikel, maka susunan tag-nya bisa terdiri dari:
- Definisi rewrite menurut para ahli
- Sejarah rewrite dari dulu hingga saat ini (jika memang memungkinkan)
- Dan seterusnya.

Mau itu cuma 2 poin, sah-sah saja. Yang penting tetap berkaitan dan tidak rancuh.

Perhatikan juga artikel lain yang Anda anggap sebagai kompetitor. Salah satunya dalam penggunaan heading ini. Untuk mengetahui bagaimana saingan Anda menerapkannya, silahkan tekan Ctrl + U di komputer agar sumber halaman tersebut bisa terlihat penggunaan kodenya. Dan, silahkan diikuti sesuai kebutuhan.

5. Deskripsikan sub-topik dan artikel secara keseluruhan sesuai dengan gaya bahasa Anda sendiri.

Ini juga yang penting menurut saya. Masing-masing orang itu pasti memiliki keistimewaan tersendiri dalam dunia tulis-menulis. Nah, manfaatkanlah keunikan ini untuk setiap tulisan Anda meskipun itu hasil rewrite.

Barangkali, dengan cara itu maka artikel Anda tidak sekedar "nyontek" namun juga benar-benar terasa segar. Toh, ngapain juga menulis ulang kalau gaya penulisan yang kita gunakan juga harus dipaksakan sama dengan sumber aslinya. Sudah capek-capek menerapkan poin pertama sampai ke-4 diatas, ujung-ujungnya malah "tampil" sama dengan penulis aslinya.

Akhirnya malah tidak begitu kreatif, kan?
Jadi, percaya diri saja. Bagaimana pun, tulisan Anda pasti akan ada penggemarnya. Percaya, deh!

Jika bagian-bagian penting sudah Anda tentukan, maka selanjutnya adalah dengan mendeskripsikan sub-sub tersebut. Tentunya dengan gaya bahasa Anda sendiri. Banyak yang mengatakan bahwa 1 gambar dapat mengandung seribu makna. Karena dalam konteks ini media yang digunakan adalah kata/kalimat, maka untuk menjelaskannya pun caranya sama dengan memaknai sebuah gambar tadi.

Penting: 9 Cara Saya Menulis Artikel SEO di Blog

Kelima poin diatas merupakan pengalaman pribadi saya sendiri. Jika ada pertentangan didalamnya, mohon untuk menginformasikannya sesegera mungkin via komentar. Kalau tulisan ini bermanfaat, silahkan bagikan menggunakan media sosial yang Anda gunakan.

Terima kasih.

2 comments

Ketika inspirasi benar-benar tengah kocar-kacir dari tempat semestinya, tekhnik rewrite ini kerap saya terapkan. Dengan harapan, hasilnya melebihi aslinya. Hehe

Hahahaha. Bener itu om Tebar Pesona Travel . Apalagi mengenai harapannya itu loh. Saya kadang awalnya niat rewrite, eh malah hasilnya tercipta artikel yang bener-bener baru.


EmoticonEmoticon