Langsung ke konten utama

Hanya 1 Hari Blog Saya Diterima Google Adsense Fully Approved

Untuk bisa mendapatkan penghasilan secara online, salah satu cara yang paling sering digunakan adalah dengan bergabung di jaringan periklanan Google Adsense. Pertanyaannya, sudahkah blog Anda diterima oleh pihak Adsense secara penuh (fully approved)? Pernah dapat email penerimaan hanya dalam 1 hari atau 1 X 24 jam?

Blog yang di-approved secara penuh yang saya maksudkan ditujukan untuk blog dengan status Non Hosted. Ciri utamanya adalah mendaftarkan blog dengan URL (alamat situs) yang sudah merupakan domain sendiri atau yang sering kita kenal dengan istilah Top Level Domain/TLD (Domain Tingkat Atas).

Sederhananya adalah blog dengan sub-domain memiliki URL seperti: pinkfavor.blogspot.com, sedangkan yang TLD adalah pinkfavor.com.

Secara terpisah, untuk domain TLD sendiri kita harus mengeluarkan sedikit biaya dalam pembelian domain tersebut. Murah kok, dengan modal 100 ribuan saja kita sudah bisa membeli domain di penyedia domain yang ada. Terutama dengan ekstensi dot com.

Kenapa harus membeli domain sendiri?

Ada banyak alasannya. Namun terkait penggunaannya untuk Google Adsense, ada 1 hal penting yang patut dipertimbangkan. Yaitu, dukungan pemasangan iklan dari jaringan Adsense yang bisa digunakan bahkan di blog yang masih menggunakan sub-domain seperti blogspot.

Jadi, jika Anda mendaftarkan blog ke Adsense dan masih menggunakan sub-domain, maka iklan dari Adsense hanya bisa dipasang di blogspot saja. Sedangkan, jika Anda mendaftar menggunakan blog dengan domain Anda sendiri/TLD (visiblespectrumblog.com), maka iklan tersebut tidak hanya dapat ditampilkan di blog dengan domain tingkat atas (.com, .id, .net, .org, dan seterusnya) namun juga bisa diterapkan di blog yang masih nebeng di Google (sub-domain).

Tak hanya itu saja.

Dengan memiliki domain sendiri dan melakukan registrasi akun Adsense, maka akun Anda tersebut akan berada pada status Non Hosted. Jenis akun ini akan memungkinkan Anda untuk bisa memasang iklan hingga mencapai 500 situs. Baik yang TLD saja, maupun dikombinasikan dengan sub-domain. Sedangkan, mendaftar menggunakan blogspot, maka hanya bisa dipasang di sub-domain tersebut saja. Untuk jenis akun Adsense yang didaftarkan pertama kali via Youtube, itu merupakan jenis hosted dan tidak bisa digunakan untuk menampilkan iklan di blog.

Dengan memiliki domain sendiri dan jika pendaftaran akun adsense tersebut diterima, maka tentunya penghasilan pun berpeluang untuk lebih tinggi lagi karena jumlah blog/situs yang bisa dipasang iklan semakin banyak yaitu 500 blog tadi.

Jika membuat blog sebanyak itu sulit, maka Anda bisa menawarkan jasa kerjasama dengan pengelola blog lain yang mungkin belum memiliki akun adsense. Sesederhana itu saja.

Pengalaman blog diterima Google Adsense Fully Approved hanya dalam 1 hari saja

Saya termasuk orang yang penasaran dengan jaringan periklanan ini. Kalau gak salah, sejak 2015 yang lalu, saya membangun satu atau beberapa blog dengan harapan untuk bisa memiliki akun Adsense dan mulai mendapatkan penghasilan lewat blog tersebut.

Idealnya sih, impiannya dulu begitu.

Rekomendasi: 9 Cara Saya Menulis Artikel SEO di Blog

Waktu itu, semua blog yang saya miliki masih menggunakan sub-domain blogspot. Tidak ada satupun yang TLD. Kesemua blog tersebut juga saya daftarkan, dan tak satupun yang diterima. Emejing!

Galau sudah pasti. Soalnya sudah sering mimpi dapat ratusan dollar karena keseringan baca pengalaman blogger lain yang sudah bisa menghasilkan pendapatan online. Sayangnya, impian tersebut sepertinya harus terhenti sejenak karena seringnya mendapatkan penolakan.

Akhir tahun 2017 atau awal 2018 yang lalu, akhirnya saya memberanikan diri lagi untuk mulai ngeblog dengan lebih serius. Karena sudah memiliki blog yang baru berumur beberapa bulan (bahkan ada yang belum sampai umur 1 bulan), maka mendaftarlah saya kembali. Mengenai bagaimana kondisi blog saya waktu itu kenapa sampai diterima dan memiliki akun Google Adsense, akan saya berikan rinciannya berikut ini.

1. Custom domain dari Blogspot ke Domain sendiri yaitu .Com

Ya.

Saya membeli domain tld dengan ekstensi tersebut dan mengalihkan blogspot saya sebelumnya ke domain baru yang sudah terbeli. Sekitar 3-7 hari kemudian, baru daftar. Hal ini saya lakukan dengan kepentingan agar domain tersebut ter-index dulu di hasil pencarian Google. Gak tahu manfaat lainnya apasaja, yang jelas, tujuan saya waktu itu hanya itu saja.

Oh ya, ada 3 blog yang sudah .com yang saya daftarkan waktu itu. Ketiganya, diterima fully approved dengan baik. 2 diantaranya diterima hanya dalam 1 hari dan yang satunya dalam 2 hari.

Ingat! Saya menggunakan domain sendiri.

Jika Anda sudah memiliki hal yang sama pada poin pertama ini namun masih saja mendapatkan penolakan, lanjutkan pada poin kedua.

2. Mendaftarkan blog menggunakan E-mail baru

Cara yang kedua ini saya dapatkan dari kenalan saya di salah satu forum Google Plus. Jika pendaftaran Anda pernah ditolak atau belum mendapatkan email dalam waktu yang lama bahkan bulanan, coba buat email baru dan mendaftar kembali. Email pertama saat login di akun Adsense yang pertama baiknya di batalkan saja (cancel).

Dan, mendaftar Adsense untuk blog saja, sementara YouTube juga mending dibatalkan dulu. Toh, mending fokus salah satu saja. Ketiga blog saya tersebut, ada yang mendaftar menggunakan email baru dan ada juga yang menggunakan yang lama saat pertama kali membuat blog.

Masih belum berhasil juga? Mari lanjutkan ke tahap berikutnya!

3. Tingkat duplikat artikel blog rata-rata 5-7 %

Sepanjang yang saya ingat, ketiga situs yang saya daftarkan tersebut saya cek menggunakan Siteliner.com. Tujuan utama saya adalah untuk memeriksa berapa persentase duplikat konten yang ada di blog tersebut. Yang saya ingat, intervalnya antara 5-7 %. Tidak pernah ada yang hingga mencapai 10 %.

Berbicara mengenai duplikat, juga berhubungan dengan hak cipta menurut saya. Salah satunya adalah penggunaan gambar pada setiap artikel juga sangat penting diperhatikan untuk menghindari pelanggaran ini. Saya menggunakan gambar dari sumber di internet yang lisensinya bebas untuk didistribusikan dan dimodifikasi (diedit) dan bebas royalti. Lisensi tersebut adalah CC0 (Creative Common Zero). Salah satu situs tempat saya biasa menggunakan gambarnya adalah di Pixabay.com.

Disana, Anda mau atau tidak menuliskan sumber beserta link didalamnya terserah.

Salah satu blog saya tentang Tutorial Photoshop banyak banget gambar dalam setiap artikelnya. Kadang sampai 15 gambar. Mungkin juga ada yang 20-an. Tetap diterima tuh di Adsense.

Jadi, pastikan dengan baik originalitas konten Anda. Meskipun itu cuma berisi pengalaman sehari-hari (seperti yang saya lakukan), yang penting hasil sendiri. Bukan asal comot sana-sini terus publikasi (Copy Paste).
"Sesuatu yang original milik Anda sendiri pasti akan lebih berharga, sebagus apapun konten milik orang lain."
Jadi, jangan pernah ragu!
Toh, itu blog Anda sendiri. Mau yang lain bilang kontennya jelek, terserah. Toh, semua orang butuh waktu untuk meningkatkan kualitas dirinya.

4. Menggunakan template/tema Premium dan gratisan

Sebelumnya sudah saya sampaikan mengenai bagaimana kondisi blog saya di awal sebelum mendaftar ke Google Adsense. Untuk tampilan sendiri, saat custom domain blogspot, keduanya menggunakan template premium. Apalagi yang di Indonesia murah sekali harganya. Sedangkan, yang satunya karena saya alihkan untuk menggunakan Wordpress, maka tema yang saya gunakan waktu itu masih yang gratisan.

Yang jelas, mau menggunakan tampilan bawaan pun, SILAHKAN! Karena hal ini tidak begitu menjadi pertimbangan saya dan sepertinya tidak ada aturan khusus mengenai ini. Yang penting blognya online. Titik.

Rekomendasi: Kenapa Anda Harus Memiliki Blog

Alasan saya menggunakan template premium hanya karena bosan saja menggunakan template bawaan blogger. Cuma itu saja. Sedangkan untuk Wordpress, karena masih belajar dan harganya yang cukup mahal untuk kantong saya, akhirnya saya urungkan dulu untuk semenatara ini.

Pokoknya, mau pakai tampilan seperti apapun, terserah Anda.

5. Halaman pendukung blog

Halaman seperti tentang dan kontak merupakan halaman yang saya buat di semua blog tersebut. Ada yang hanya 100 kata, 200, bahkan 300 kata. Sedikit pokoknya isinya. Apalagi di halaman kontak, cuma saya isi informasi seperti:

"Jika ingin menghubungi saya (admin) blog ini, silahkan layangkan pesan Anda melalui email ke alamat blablabla@gmail.com."

Memang begitu adanya bahwa terkadang gak sampai 100 kata. Silahkan kalau Anda mau percaya atau tidak.

Bagaimana dengan halaman seperti Privacy Policy, Disclaimer dan sebagainya? Setahu saya, waktu itu Tidak Ada. Bahkan, ada yang sampai hari ini belum saya buat, toh tetap diterima pihak Adsense.

Namun, baiknya kalau memang untuk jangka panjang, buat saja dulu. Baik menggunakan layanan online maupun buat sendiri, tidak masalah. Saya memang malas saja pasangnya. Halaman daftar isi (Sitemap) saja gak ada di blog saya tersebut.

Pokoknya, jangan ragu! Hantam saja!

6. Blog gado-gado atau Niche?

Kedua-duanya.
Salah satu yang saya anggap niche blog tadi adalah tutorial photoshop. Meskipun itu saja masih terlalu umum karena ada juga artikel mengenai desain grafis dan hal terkait lainnya.

Intinya, menulis yang saya sendiri anggap bisa diselesaikan (publikasi).

Sepertinya itu saja yang saya lakukan secara garis besar. Namun, ada satu hal yang saya sarankan untuk TIDAK DILAKUKAN saat mengajukan pedaftaran Google Adsense, yaitu JANGAN MENGUTAK-ATIK TEMPLATE/TAMPILAN BLOG SELAMA WAKTU PENDAFTARAN SEBELUM MENDAPATKAN EMAIL.

Banyak yang sudah menuliskan alasannya, silahkan dicari sendiri. Namun kalau saya secara pribadi berkeyakinan bahwa kalau masih di oprek sana-sini, berarti blognya belum siap.

Takutnya, pihak Adsense sendiri menganggap bahwa blog tersebut juga belum siap untuk menampilkan iklan.

Menurut saya begitu.

7. Jumlah trafik atau pengunjung blog berapa?

Sepertinya ada yang selama 1 bulan tidak ada pengunjungnya sama sekali, selain diri saya sendiri (0/nol). Ada juga yang cuma ratusan visitor per bulan. Yang jelas, sepertinya ini tidak menjadi syarat untuk diterima meskipun jika memiliki ribuan pengunjung harian selama 1 hari itu sangatlah menyenangkan. Apalagi untuk jangka panjang.

8. Jumlah postingan blog

Ini juga yang masih banyak ragu terkait jumlah postingan di blognya sebelum mendaftar. Padahal, Adsense sendiri tidak secara spesifik menjelaskan berapa. Ada yang 1 artikel saja sudah diterima dan ada juga yang sampai ratusan artikel tapi ditolak terus. Saya sendiri di ketiga blog tersebut ada yang 10, 20 hingga 30-an artikel sebelum mendaftar di Adsense.

Saat pendaftaran itu, gak ada juga update sana-sini seperti yang disarankan oleh blogger kebanyakan yang katanya harus posting terus. Blog saya ada yang postingan terbarunya selama sebulan yang lalu bahkan beberapa bulan sebelumnya namun tetap diterima.

Jadi, jangan ambil pusing. Hajar saja. Karena yang Anda butuhkan itu cuma keberanian mendaftar saja. Bagian terpahitnya cuman 1, ditolak. Kalau seperti itu kan masih bisa mendaftar kembali. Kalau email yang didapat di banned, itu baru soal lain.

Kesimpulan:

Dari apa yang saya sarankan diatas, saya menganjurkan kepada Anda untuk menitikberatkan perhatian pada originalitas sebuah konten dalam blog yang Anda publikasikan. Hal ini bisa Anda lakukan dengan memperhatikan persentase konten duplikat menggunakan tool online yang banyak tersedia. Salah satunya adalah siteliner. Juga, baiknya melakukan pendaftaran menggunakan domain sendiri jika ingin lebih serius lagi untuk mendapatkan penghasilan online.

Sekian pengalaman saya mengenai ketiga blog yang diterima Google Adsense Fully Approved (Non Hosted Account) baik hanya dalam 1 hari maupun 2 hari. Semoga bermanfaat. Jika ada pertanyaan, silahkan berkomentar di bawah ini.

Jangan lupa share artikel ini untuk membantu yang lainnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Merubah Ekstensi File di Windows 10

Format atau ekstensi file di laptop Anda pasti akan sangat beragam. File dokumen bisa memiliki ekstensi .docx jika menggunakan WPS Office ataupun Microsoft Office Word, .txt, .pdf, .xlsx untuk dokumen Excel dan masih banyak lagi. Begitu juga foto/gambar dengan format .jpeg, .jpg, .png, maupun .gif dan sebagainya.

Sangat variatif karena banyaknya jenis file yang ada.

Cara Mengatur Mode Sleep di Windows 10

Untuk bisa mengatur mode Sleep di Windows 10 ini, caranya sangatlah mudah dilakukan untuk dilakukan.

Tujuan pengaturan ini bisa beragam.

Ada yang melakukannya untuk menghemat batrei laptop, antisipasi agar layar laptop bisa padam ketika ditinggal tidur namun tidak ingin shutdown laptop meskipun juga bisa dengan cara hibernate, dan lain sebagainya.

Cara Agar Ikon Folder Tidak Menampilkan Thumbnail File Didalamnya

Di Windows 10 dan versi sebelumnya, ketika menampilkan ikon folder dalam ukuran yang besar (large) biasanya juga akan menjadikan isi folder tersebut sebagai bagian dari bagaimana folder ditampilkan ke pengguna. Misalnya isi folder Anda adalah beberapa foto. Maka salah satu diantara foto tersebut akan menjadi thumbnail dari tampilan folder. Ikon folder yang awalnya seperti hanya terdiri dari 1 warna kemudian bercampur dengan berbagai warna bahkan foto yang ada didalamnya.