Skripsi Mahasiswa di Warnet Jogja Banyak Bertebaran

Skripsi Mahasiswa di Warnet Jogja Banyak Bertebaran

Jika Anda berada di Jogjakarta dan menyempatkan diri beberapa kali berkunjung ke Warnet, di komputer yang akan Anda gunakan akan ditemui beberapa/banyak file yang tersimpan disana. Salah satunya adalah file Skripsi Mahasiswa(i).

Tak hanya sekali. Pengalaman saya, banyak kali setiap berkunjung ke warnet biasanya demikian. Meskipun tidak semuanya. Warnet-warnet ini biasanya berlokasi strategis, terutama yang terletak dekat dengan suatu Perguruan Tinggi (kampus). Hal ini menjadi wajar bahkan sangat membantu karena ketika butuh tempat untuk ngeprint sementara letak tempat tinggal jauh, kalau tidak mencetaknya di Warnet yah tempat fotocopy-an.

Saat print skripsi di warnet, biasanya juga kita akan menginformasikannya lebih dulu pada operator. Sayangnya, mungkin mahasiswa jarang yang memberikan informasi lanjutan setelah selesai mencetak. Atau mungkin juga kelupaan. Setidaknya memberitahu kembali pihak operator untuk menghapus filenya.

Komputer warnet sendiri terkoneksi satu sama lain. Jadi jika kita menggunakan salah satu bilik, kita juga bisa melihat bahkan meng-copy file dari pc yang berada di bilik/ruangan lainnya. Syaratnya hanya satu, yang penting pc-nya sama-sama hidup atau dalam kondisi sedang digunakan.

Sebenarnya tidak begitu bermasalah, sih. Hanya jangan sampai ada oknum tertentu yang memanfaatkan kesempatan ini.

Entah akan ada yang meng-uploadnya secara online atau malah memperjual-belikannya. Saya pribadi belum pernah mendengar dan membaca informasi mengenai seorang mahasiswa yang skripsinya akhirnya ditolak karena ada hasil yang sama dengan yang ditemui online. Namun, yang namanya antisipasi tetap saja perlu dilakukan. Terutama yang bisa menyalahgunakan informasi pribadi si mahasiswa untuk hal-hal yang tidak diinginkan.

Tersimpannya file-file skripsi ini di pc warnet juga disebabkan karena sering minjam flashdisk temannya. Disaat yang sama, si pemilik juga ingin menggunakannya kembali. Bisa juga karena ingin mengerjakan skripsinya di warnet karena di kos/kontrakan tidak memiliki koneksi internet dan bahkan mungkin saat itu sedang tidak memiliki laptop atau laptopnya sedang diperbaiki.

Untuk mencegah penyebaran skripsi oleh oknum-oknum tertentu sebenarnya cukup dengan kesadaran pribadi saja dengan selalu menghapus file tersebut ketika sudah selesai digunakan. Penyimpanannya pun bisa dengan memanfaatkan akun email seperti Gmail lewat Google Drive-nya yang mencapai 15 GB.

Mengakses email di warnet memang memiliki resiko tersendiri karena sifatnya yang terbuka. Rawan untuk di hack atau diusili oleh pengguna lain dan sebagainya. Namun ya, itu butuh pengetahuan dan skill juga. Pengalaman selama ini membuktikan bahwa hal tersebut tidak masalah sama sekali. Kalaupun pernah ada yang dijahili, perbandingannya mungkin 1:1.000.000.

Entahlah. Yang jelas, selama ini ketika membuka email di warnet, akun saya baik-baik saja. Termasuk yang digunakan untuk blog. Membuat email baru khusus untuk menyimpan skripsi, silahkan. Toh, kalau ada yang benar-benar jahil, itu cuma file cadangan.

Lebih beresiko menyimpan filenya langsung di pc warnet daripada secara online karena bisa diakses dengan sangat mudah oleh pengguna lainnya. Untuk kebutuhan pengeditan-pun sudah bisa langsung memanfaatkan Google Document.

Masing-masing memang memiliki tingkat resikonya sendiri-sendiri. Dan, untuk penggunaan saya pribadi, menggunakan fitur penyimpanan Google Drive justru meminimalkan resiko tersebut. Pilihan ini mungkin akan banyak yang tidak menyarankan, tapi saya tetap kekeuh karena bertahun-tahun aman-aman saja.

Dan yang tak kalah pentingnya lagi, file-file penting yang saya miliki belum pernah ada yang ditemukan secara online, termasuk skripsi.


EmoticonEmoticon