Langsung ke konten utama

Usus Buntu Sembuh Dengan Bahan Alami Tanpa Operasi Menggunakan Daun Srikaya

Saya akan berbagi pengalaman dimana penyakit Usus Buntu yang pernah saya alami bisa sembuh dengan menggunakan bahan alami (herbal) yaitu Daun Srikaya sehingga tidak harus menjalani operasi di Rumah Sakit.

Sebelum lebih jauh, saya ingin menyampaikan awal dari penyakit tersebut. Mengenai gejala pasti dan penyebabnya silahkan tambahkan referensi atau tanyakan langsung kepada ahlinya seperti Dokter yang memang sangat berkompeten di bidangnya. Hal ini karena penulis sendiri masih belum paham. Tapi, nanti akan saya informasikan mengapa hal yang demikian terjadi. Terlebih, saya secara pribadi tidak pernah mencari tahu secara mendalam mengenai penyakit ini.

Beberapa tahun yang lalu sekitar tahun 2011 kalau tidak salah ingat, penulis pernah mengalami sakit pada bagian perut sebelah kanan. Jika sudah menyerang (biasanya saat malam hari setelah maghrib), maka bagian perut tersebut akan sangat sakit sekali hingga benar-benar menembus pada bagian belakang yaitu punggung bagian belakang yang sejajar dengan bagian perut tadi. Benar-benar seperti ditusuk-tusuk jarum. Dan, sampai besok paginya, seringkali sakitnya tetap tidak berkurang.

Tak hanya merasakan kesakitan seperti itu saja, gejala lainnya pun muncul hampir bersamaan. Biasanya adalah mual dan sering muntah-muntah meskipun hanya beberapa sendok mengkonsumsi makanan atau sesaat setelah meminum susu. Selain itu, yang cukup merepotkan juga adalah saat merasakan ingin membuang angin alias kentut. Sangat susah sekali bahkan seolah mustahil. Mungkin terdengar lucu, namun begitulah adanya. Dan juga sering keringatan. Tapi, keringat orang sakit gitu, paham kan?

Semalaman otomatis tidak bisa tidur. Kalaupun bisa, palingan hanya dalam hitungan menit. Tapi, bagian perut tersebut jika ditekan atau dipijit, biasanya berkurang sedikit rasa sakitnya. Namun ya, siapa yang bisa tidur sambil mijitin dirinya sendiri?

Saya bahkan sampai harus memanggil teman untuk mijitin sampai saya benar-benar tertidur, apalagi waktu itu masih kos di daerah Babarsari, Jogjakarta.

Karena kesakitan terus bahkan datang hampir setiap hari, akhirnya saya memberanikan diri untuk periksa di Dokter. Waktu itu Dokter-nya dokter umum. Setelah di periksa, katanya saya terkena penyakit Ginjal.

Judulnya usus buntu tapi kok ngakunya kena Ginjal!?

Lanjut aja dulu ya!
Jadi, setelah pemeriksaan tersebut saya akhirnya diberikan obat. Dan oleh sang Dokter disarankan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan di laboratorium untuk mengecek abdomen (perut) seperti orang yang hamil itu loh. Yang bisa lihat bayi dalam kandungan.

Mungkin untuk semakin memperjelas lagi penyakit apa yang sebenarnya saya derita. Namun, setelah tanya berapa biayanya, ternyata cukup mahal bagi saya yang waktu itu masih mahasiswa. Sekitar 300-400 ribuan kayaknya. Akhirnya saya urungkan niat periksa tersebut dan mengkonsumsi saja dulu obat yang telah diresepkan.

Hasilnya cukup manjur, namun kalau saya ingat kembali, sakitnya gak benar-benar hilang. Apalagi pengaruh obatnya yang bikin ngantuk terus.

Entah berapa lama, akhirnya gak pernah lagi sakit. Namun, kemudian kambuh lagi.
Jadi, obat tersebut gak begitu mujarab karena penyakitnya tidak hilang.

Akhirnya saya nyerah. Saya hubungi saja keluarga untuk memberitahu permasalahan saya tersebut. Yang tadinya takut membuat mereka khawatir karena masih tinggal berjauhan (anak rantau). Pihak keluarga akhirnya menginformasikan untuk mengkonsumsi Daun Srikaya. Tapi ya gak makan daunnya mentah-mentah ya. Akan saya urutkan caranya dibawah ini.

Sembuh dari penyakit usus buntu secara alami tanpa operasi dengan daun srikaya

Air rendaman daun srikaya bagi penderita usus buntu

Oh ya, resep obat dibawah ini tidak menjamin. Namun akan saya tuliskan secara apa adanya. Sangat saya sarankan juga untuk melakukan konsultasi langsung ke Dokter. Karena ini cuma share pengalaman saja, jadi saya tidak bertanggung jawab atas apa yang akan Anda praktekkan via tulisan ini. Jadi, semoga bisa maklum.

Saya memang percaya begitu saja ke pihak keluarga, tanpa pikir panjang. Kalaupun sempat mikir, palingan "ah, daun alami ini. Gak mungkin juga ada efek samping yang membuat saya tambah sakit"

Berikut resep dan langkah-langkahnya:

1. Petik daun srikaya yang masih muda sebanyak 10 lembar.

Akan lebih baik jika daunnya masih muda karena sarannya dulu begitu. Tandanya adalah warna daunnya hijau muda, biasanya masih terlihat agak bening/transparan. Mengenai kenapa 10 lembar, saya juga tidak tahu. Pokoknya cuma ikut kata orangtua saja.

2. Bersihkan daun srikaya tersebut dengan membilasnya menggunakan air.

Saya bersihinnya dengan cara yang biasa saja, mikirnya yang penting debu pada daun tersebut hilang. Jadi, cuma di cuci dengan air di kran saja.

3. Masukkan daun tersebut kedalam gelas yang sudah terisi air dan diamkan selama 30 menit atau lebih.

Saya pakai air di galon yang suhunya masih normal (tidak panas dan juga tidak dingin). Untuk ukuran gelasnya, kalau pakai gelas yang besar/teko akan lebih baik lagi. Setelah dedaunan tersebut dimasukkan kedalam gelas, bisa juga gelasnya ditutup.

Jadi daunnya memang direndam. Yaitu selama 30 menit (sekitar itu). Untuk mengetahui lebih pasti berapa lama waktu dalam merendamnya, tunggu hingga air rendaman tersebut mengeluarkan bau/aroma dari daun srikaya tersebut. Jika sudah tercium, air tersebut bisa langsung diminum.

Tapi.

Berdasarkan pengalaman saya, karena menggunakan gelas kaca yang sedikit besar, 1 gelas air rendaman daun srikaya itu saya konsumsi sebanyak 3X (tiga kali) dalam sehari. Biasanya setengah jam setelah makan baik pagi, siang maupun sore/malam hari.

Dari pengalaman mengkonsumsi air ini saat sedang sakit, beberapa detik setelah meminumnya dan ketika saya rasa airnya sudah sampai ke perut, sakitnya benar-benar langsung hilang. Alhamdulillah.

Bahkan langsung buang angin dan rasa mual juga perlahan-lahan lenyap. Oh ya, sedikit tambahan. Jika tidak menemukan daun srikaya, bisa diganti dengan daun sirsak karena saya juga melakukan hal tersebut. Dan, rasanya sama efeknya.

Karena sudah merasa sembuh, saya biasanya langsung mengabaikan lagi resep ini. Padahal kadang cuma dikonsumsi selama 1 hari. Akhirnya, kadang kambuh lagi. Tapi, tunggu dulu. Masih ada cerita lanjutannya.

Pas kambuh kembali, sakitnya benar-benar parah menurut saya (meskipun sebenarnya rasanya masih sama dengan sebelum mengkonsusmsi air rendaman tersebut). Sebelum ataupun sesudah mengkonsumsi, pernah dulu waktu kambuh, kalau mau duduk sakit banget. Bahkan kaki kanan harus dinaikkan tegak lurus kedepan baru duduk secara perlahan.

Akhirnya, memutuskan untuk memeriksakan lagi di Rumah Sakit. Namun, kali ini di tempat yang berbeda. Siapa tahu, Dokter lain memiliki pendapat yang lain juga. Saat diperiksa di kasur RS, kaki saya diangkat ke atas dan ke bawah dan juga ke kanan kiri. Katanya dites oleh dokternya. Bahkan, yang periksa saya waktu itu dengan cara tersebut ada sekitar beberapa orang perawat juga. Mungkin asisten dokternya. RS-nya waktu itu di RS. Sardjito UGM.

Hasilnya, kata dokternya saya terkena penyakit usus buntu dan saya langsung ditanya apakah akan siap untuk di operasi atau bagaimana.

Saya kebingungan. Apalagi kalau gak salah, biayanya sekitar 5 jt kalau gak salah. Duit dari mana coba. Mau minta ke orang tua untuk operasi juga gak mungkin. Nanti malah mereka tambah khawatir dan itu sudah pasti terjadi. Akhirnya saya kabur dari RS tanpa minta obat ataupun ijin dari Dokternya. Maaf ya, Dok.

Setelah pulang, akhirnya semakin bulat tekad saya untuk mengkonsumsi air rendaman daun srikaya dengan resep diatas. Yang paling sering saya ingat adalah, saya mengkonsumsinya secara rutin selama 3 hari, tapi lanjut juga kayaknya sampai seminggu tapi gak begitu sering.

Lagi-lagi Alhamdulillah. Hingga tahun 2018 ini, penyakit tersebut tidak pernah lagi saya rasakan dengan hanya mengkonsumsi air tersebut selama beberapa hari. Dan semoga sembuh total karena setelah pemeriksaan dokter yang kedua, saya tidak pernah lagi ngecek apakah masih ada sisa sakitnya atau tidak. Yang jelas, selama sekitar 7 tahunan ini, saya tidak pernah lagi mengalami sakit pada bagian perut sebelah kanan.

Oh ya, dari pendapat kedua dokter tersebut, saya percaya saja pada yang dokter kedua karena berani menawarkan operasi. Meskipun itu bukan jaminan, tapi memang begitulah keadaannya. Jadi sampai saat ini saya yakin, sakitnya adalah usus buntu bukan ginjal. Tapi jika Anda memiliki pendapat lain, silahkan sampaikan lewat komentar. Barangkali itu bisa membantu pembaca yang lainnya.

Semoga bermanfaat.

Komentar

Izzul_Cool mengatakan…
Terima kasih Mas atas sharingnya, insya Allah bermanfaat, semoga menjadi amal jariyah Masnya, aamiin....

Postingan populer dari blog ini

Cara Merubah Ekstensi File di Windows 10

Format atau ekstensi file di laptop Anda pasti akan sangat beragam. File dokumen bisa memiliki ekstensi .docx jika menggunakan WPS Office ataupun Microsoft Office Word, .txt, .pdf, .xlsx untuk dokumen Excel dan masih banyak lagi. Begitu juga foto/gambar dengan format .jpeg, .jpg, .png, maupun .gif dan sebagainya.

Sangat variatif karena banyaknya jenis file yang ada.

5 Elemen Dasar Desain Eksterior Rumah atau Bangunan

Jika anda ingin mengetahui lebih dalam mengenai apa itu desain eksterior untuk menciptakan rumah yang indah dan elegan tentunya harus memahami elemen-elemen yang menjadi dasar pembentuk sebuah bangunan tersebut. Elemen-elemen ini memiliki peran yang signifikan dalam mewujudkan keindahan dan fungsi yang tepat sehingga suatu bangunan menjadi seimbang sesuai dengan penggunaan material yang akan digunakan serta model dan gaya yang diinginkan.

Cara Agar Ikon Folder Tidak Menampilkan Thumbnail File Didalamnya

Di Windows 10 dan versi sebelumnya, ketika menampilkan ikon folder dalam ukuran yang besar (large) biasanya juga akan menjadikan isi folder tersebut sebagai bagian dari bagaimana folder ditampilkan ke pengguna. Misalnya isi folder Anda adalah beberapa foto. Maka salah satu diantara foto tersebut akan menjadi thumbnail dari tampilan folder. Ikon folder yang awalnya seperti hanya terdiri dari 1 warna kemudian bercampur dengan berbagai warna bahkan foto yang ada didalamnya.