Langsung ke konten utama

Artikel Blog Anda TIDAK HARUS Ada di Halaman 1 Hasil Pencarian

Mau itu Google, Bing, ataupun mesin pencari lainnya, artikel yang sudah dipublikasikan TIDAK HARUS berada di halaman terdepan (1) hasil penelusuran pengguna internet untuk mendapatkan trafik yang melimpah. Memang saya akui bahwa menargetkan kata kunci tertentu, apalagi bisa sampai ke page one itu akan berdampak positif pada peningkatan jumlah pengunjung blog.

Tapi lucunya, beberapa blog saya lainnya justru mendapatkan trafik bukan dari keyword yang saya target. Dan juga tidak berada di halaman pertama, terutama Google.

Yang berkembang selama ini, seolah artikel blog kita diharuskan untuk berada di halaman satu tersebut kalau punya niat untuk berkompetisi. Padahal, berada di halaman-halaman selainnya juga tidak kalah pentingnya.

Hal pertama yang menjadi alasannya adalah, kita tidak pernah benar-benar tahu bagaimana ribuan hingga jutaan pengguna lainnya melakukan pencarian informasi. Melihat pengalaman saya sendiri, terkadang yang saya dapatkan pada halaman satu, langsung dilewati begitu saja menuju halaman 2 dan seterusnya.

Terkadang berpikir, artikel yang berada di halaman pertama tersebut jangan sampai karena banyaknya backlink yang dibuatnya sendiri. Namun, oleh robot mesin pencari dianggap seolah-olah hal tersebut dilakukan secara natural oleh pengguna lainnya. Sorry, fellas.

Dengan mengakses halaman lainnya, juga memberikan peluang kepada saya untuk membaca hal yang sama dengan sudut pandang yang berbeda. Hasil yang muncul pada halaman pertama tersebut biasanya hampir sama semua. Bedanya sedikit saja, namun intinya itu-itu saja. Seolah tidak ada sudut pandang/metode lain yang bisa kita lakukan.

Coba saja ketik: cara meningkatkan pengunjung blog. Maka hasil yang akan Anda dapatkan dari berbagai link yang tertera tidak akan jauh berbeda satu sama lain mengenai isinya. Begitu terus (mungkin) sampai manusia bisa hidup di Mars. Karena itu saya, skip saja menuju halaman lainnya. Kalau perlu sampai menuju halaman 10-50.

Di Google Search Console, beberapa keyword yang saya targetkan justru kadang berada di halaman 180 lebih. Namun pengunjung tetap saja ada yang kebanyakan datang dari kata kunci lainnya yang juga berada dalam artikel yang sama. Dan ini juga menjadi alasan kedua saya.

Salah satu artikel di blog saya yang lain, pengunjung datang hanya dengan kata kunci "keriput." Setelah saya periksa artikel tersebut, ternyata memang ada katanya. Mungkin anggapan saya salah, tapi saya selalu berasumsi bahwa setiap huruf dan kata dalam suatu artikel merupakan kata kunci itu sendiri. Baik ditargetkan maupun tidak.

Tidak mengapa saya dianggap keliru, toh saya juga tidak paham bagaimana mesin pencari dengan segala kerumitannya bekerja.

Lucunya lagi, hingga artikel ini Anda baca, seingat saya belum pernah sekalipun membaca tentang bagaimana cara agar artikel masuk ke halaman 2 dan seterusnya. Atau bagaimana cara agar tetap dapat pengunjung organik meskipun tidak berada di garda paling depan. Kebanyakan berlomba-lomba menulis tentang halaman 1. Seolah berada di page selanjutnya merupakan pencapaian yang tidak seharusnya. Ini sekedar asumsi ya, tanpa bermaksud menjastifikasi.

Saya mah yang penting artikel terindeks. Itu juga sudah lebih dari cukup.

Hal yang sama juga terjadi di beberapa blog lainnya yang mendapatkan banyak pengunjung bukan dari kata kunci yang volume pencariannya tinggi dengan tingkat kompetisi rendah. Bahkan bukan pula turunan maupun sinonim dari kata kunci utama.

Pokonya yang awalnya saya anggap tidak berkaitan, tapi justru mampu menggaet banyak trafik ke blog.

Jadi sudah sangat jelas, tidak perlu terlalu "ngotot" berada di halaman depan.

Kalau bisa juga, jangan menjelaskan sesuatu yang seolah-olah Anda pahami secara mendalam padahal hanya modal menerjemahkan artikel orang lain menggunakan alat penerjemah online. Haduuhhh.

Tapi, terserah saja deh. Bukan hak saya juga melarang.

Terima kasih sudah membaca artikel tidak berbobot ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Merubah Ekstensi File di Windows 10

Format atau ekstensi file di laptop Anda pasti akan sangat beragam. File dokumen bisa memiliki ekstensi .docx jika menggunakan WPS Office ataupun Microsoft Office Word, .txt, .pdf, .xlsx untuk dokumen Excel dan masih banyak lagi. Begitu juga foto/gambar dengan format .jpeg, .jpg, .png, maupun .gif dan sebagainya.

Sangat variatif karena banyaknya jenis file yang ada.

5 Elemen Dasar Desain Eksterior Rumah atau Bangunan

Jika anda ingin mengetahui lebih dalam mengenai apa itu desain eksterior untuk menciptakan rumah yang indah dan elegan tentunya harus memahami elemen-elemen yang menjadi dasar pembentuk sebuah bangunan tersebut. Elemen-elemen ini memiliki peran yang signifikan dalam mewujudkan keindahan dan fungsi yang tepat sehingga suatu bangunan menjadi seimbang sesuai dengan penggunaan material yang akan digunakan serta model dan gaya yang diinginkan.

Cara Agar Ikon Folder Tidak Menampilkan Thumbnail File Didalamnya

Di Windows 10 dan versi sebelumnya, ketika menampilkan ikon folder dalam ukuran yang besar (large) biasanya juga akan menjadikan isi folder tersebut sebagai bagian dari bagaimana folder ditampilkan ke pengguna. Misalnya isi folder Anda adalah beberapa foto. Maka salah satu diantara foto tersebut akan menjadi thumbnail dari tampilan folder. Ikon folder yang awalnya seperti hanya terdiri dari 1 warna kemudian bercampur dengan berbagai warna bahkan foto yang ada didalamnya.