Kalau Punya Blog, Mau Nulis Apa?

Beberapa hari yang lalu, saya baru saja membuat akun Facebook dan Twitter sebagai media untuk membagikan beberapa artikel blog ini. Alhamdulillah, sudah ada beberapa pengunjung dari media sosial. Beberapa.

Tapi, saya melakukannya hanya untuk sekedarnya saja. Tidak ada rencana sama sekali untuk jangka panjangnya. Terutama menggaet audiens yang lebih banyak dari sana. Selama beberapa tahun terakhir, saya memang sudah tidak aktif lagi, khususnya di fb. Menilai pribadi saya sendiri dalam menggunakan, sangatlah sulit untuk mengontrolnya karena terlalu banyak hal "menarik" disana.

Akun-akun media sosial lama yang saya punya pun jangankan aktif, untuk membagikan artikel juga tidak saya manfaatkan. Tidak apa-apa menjadi tidak kekinian. Pada banyak kesempatan, hal tersebut juga tidak membawa manfaat yang besar dalam hidup saya.

Oleh sebab itu, saya memilih untuk ngeblog saja. Untuk long term juga lebih menjanjikan jika bicara finansial. Silaturahim pun tetap bisa terjalin, baik menggunakan blog itu sendiri maupun email meskipun intensitasnya tidak sesering media sosial.

Ide-ide juga banyak bermunculan dan terealisasi dalam publikasi artikel blog ini dan lainnya. Hal yang tidak pernah saya bagikan di media sosial sebelumnya. Dan yang paling penting juga adalah, saya mulai melangkah ke depan dengan mulai belajar dan mengembangkan kualitas penulisan saya. Lagi-lagi, hal ini tidak saya dapatkan di jejaring sosial apapun.

Artikel-artikel saya itu mungkin tidak berguna. Tidak pula penting untuk dibaca oleh jutaan netijen. Namun melihat statistik blog ini yang hanya beberapa saja dan berapa lama mereka meluangkan waktu disini, membuat saya bahagia. Dan jejak seperti itu yang tidak pernah saya rasakan sebelumnya.

Saya pun mengajak beberapa orang untuk melakukan hal yang sama. Bahkan, saya coba membuatkan blognya dengan pengetahuan yang masih sangat minim ini. Melihat senyum mereka semakin membuat saya tambah bahagia lagi. Bagaimana tidak, wong saya menjelaskan bahwa "saat ini kamu sudah mampu bersaing dengan situs-situs lainnya seperti Detik dan berbagai situs berita online lainnya."

"Padahal buatnya pakek blogspot." Gumam saya dalam hati.

Dari semenjak teman-teman saya belum memiliki blog, sebenarnya juga sudah sering menanyakan mau menulis apa di dalam sana. Diiringi beberapa pertanyaan lain menyangkut cara menggunakan berbagai fitur yang ada.

Untuk materi tulisan sendiri, sebenarnya sangat banyak sekali. Apalagi jika mengusung blog dengan tema gado-gado (berbagai macam topik). Selain banyaknya sumber untuk mngumpulkan ide, blog dengan topik campuran pun bisa dijadikan latihan untuk mulai menulis online di portal kita sendiri. Salah-salah nanti bisa jadi Celeb-Blogger. Masa Vlogger dan CelebGram saja yang punya peluang itu!?

Dalam setahun saja, kita mengkonsumsi begitu banyak informasi. Apa yang kita dengar, kita alami, kita katakan, dan sebagainya. Informasi-informasi tersebut bisa Anda manfaatkan untuk ide postingan blog. Sekarang, berapa umur Anda saat ini? 18 tahun? 20 tahun lebih? atau 30 tahun keatas?

Perjalanan hidup selama itu tentunya akan melahirkan banyak cerita. Yang perlu Anda lakukan hanyalah merubahnya dalam bentuk tulisan yang nantinya bisa menjadi salah satu konten blog Anda. Ingin menjadikannya dalam bentuk gambar pun sah-sah saja karena konten blog tak melulu harus teks.

Itu baru dari pengalaman hidup pribadi saja yang mungkin Anda niat untuk membagikannya. Bagaimana dengan skill yang Anda miliki? Atau pengalaman Anda ketika menikmati tempat wisata tertentu yang pernah dikunjungi? Film apa yang menginspirasi Anda? Siapa teman Anda yang paling lucu? Dan segudang pertanyaan lain yang bisa menjawab kerisauan Anda mengenai apa yang nanti akan dipublikasikan di blog.

Kumpulkan semua itu dan mulailah menuliskannya!
Artikel Terkait: 9 Cara Saya Menulis Artikel SEO di Blog
Awal membuat blog inipun saya hanya menganggapnya sebagai "pelarian" saja dari jejaring sosial. Pikirnya waktu itu, daripada unggah foto di fb, mending upload di blog saja dengan beberapa deskripsi untuk menjelaskannya. Eh, malah tidak pernah sekalipun mengunggah foto. Karena akhirnya saya berpikir, "nulis aja ah."

Dan, pada akhirnya termotivasi untuk melakukannya.

Saya pun tidak ingin merasa ragu dengan menganggap bahwa belum memiliki pengalaman menulis. Bahkan penulis online profesional pun saya yakin masih melakukan langkah pengeditan konten setelah dipublikasikan beberapa bulan atau tahun sebelumnya.

Prinsipnya saya sederhana saja. Tulis, publikasi, dan edit nanti jika memang diperlukan. Selesai!

Sepanjang tidak memfitnah, apalagi menyebarkan informasi hoaks, let me just keep writing!

Awalnya memang sedikit membosankan, bahkan mungkin membuat pusing. Tapi, setelah itu terlewati, rasa senang pun menghampiri. Bahkan mungkin Anda akan terkejut karena mampu menghasilkan karya tersebut. Saking berkesannya, Anda juga mungkin akan membaca tulisan Anda sendiri berulang kali. Seolah tidak percaya dengan kemampuan sendiri. Takjub!

Masih bingung juga bagaimana memulainya?

Cari artikel lain yang menjadi favorit Anda. Perhatikan bagaimana kalimat pembuka dan penutupnya, bagain-bagian mana saja yang Anda anggap menarik dari tulisan tersebut dan coba menuliskannya kembali dengan teknik rewrite sebagai latihan awal perjalanan menulis Anda. Asal jangan keseringan! Karena hal menyenangkan lainnya yang bisa Anda dapatkan dari menuliskan ide Anda adalah mengenali gaya tulisan Anda sendiri.

Bagi saya pribadi, itu seolah menjadi identitas kita.

Beberapa melakukannya dengan sering mengumbar data faktual, ada juga yang sering membumbuinya dengan kalimat atau kata-kata lucu, puisi maupun kutipan dari novel atau pepatah dan lain sebagainya.

Apa saja tergantung Anda mau seperti apa atau siapa yang nantinya akan bermuara pada; bagaimana Anda ingin berekspresi melalui tulisan?

Anda juga sangat bisa untuk menuliskan alasan kenapa masih bingung untuk mulai menulis. Buat alasan-alasannya dalam bentuk poin-poin lalu deskripsikan secara perlahan. Bisa jadi, nanti juga akan mengalir sendirinya.

So...
Tunggu apalagi!?


EmoticonEmoticon