Cari Uang Dengan Menjual Sampah Kertas

Cari Uang Dengan Menjual Sampah Kertas

Ini merupakan pengalaman pribadi saat cari uang dengan menjual barang bekas yang telah menjadi sampah (tidak digunakan lagi). Tepatnya adalah jenis sampah kertas.

Jual sampah kertas untuk cari duitSekitar tahun 2015 dan 2016 dulu, jika menjualnya langsung ke pembeli barang bekas, hasilnya cukup lumayan. Untuk jenis HVS sendiri (kertas berwarna putih), biasanya dibeli seharga Rp. 1.500,-/kg. Berbeda dengan jenis kertas buram yang harga jualnya lebih murah, yaitu Rp. 1.000,-/kg.

Kalau tidak salah ingat, harganya memang segitu.

Namun, karena memang dulu tidak diseriusin, hasilnya pun tidak begitu banyak. Ngumpulin-nya pun, se-santai mungkin. Biasanya hanya sebatas pada teman-teman saja saya menanyakannya apakah mereka memiliki kertas yang tidak dipakai lagi atau tidak.

Adanya potensi penghasilan ini, sebenarnya bisa dimanfaatkan oleh kalangan seperti mahasiswa. Setidaknya bisa untuk dijadikan sebagai sumber uang jajan. Terlebih, para pelajar juga berpotensi untuk menghasilkan sampah kertas yang lebih banyak. Sebab tugas-tugas yang menumpuk dan kadang hasil nge-print nya tersebut dibawa pulang kembali ke kos-kosan.

Apalagi yang sedang menjalani skripsi. Biasanya semakin banyak lagi sampah kertasnya. Jadi, kalau punya niat untuk mengumpulkan, sering-sering update info saja mengenai siapa diantara teman atau senior Anda yang saat ini skripsi.

Terkadang, kalau tinggal di kos, penghuninya pun bisa sampai belasan bahkan puluhan orang. Dan, biasanya juga tidak banyak yang mau mengumpulkan sampah ini untuk dijual. Dibuang begitu saja ke tong sampah atau malah dibakar. Jika Anda tertarik untuk menjadi orang pertama, dalam seminggu saya kira akan lumayan hasilnya. Apalagi sebulan.

Penyimpanannya pun tidak begitu merepotkan. bahkan bisa ditempatkan di dalam kamar sendiri. Ruangan lain di kos-kosan juga biasanya banyak yang kosong. Dan, tidak akan begitu mengganggu pemandangan dengan kehadiran tumpukan sampah yang tidak seberapa ini.

Yah, pintar-pintarnya Anda saja mengakali kondisi yang ada.

Selain sebagai penambah uang jajan, pengumpulan sampah kertas juga pernah saya lakukan dengan salah satu komunitas yang pernah saya ikuti. Dana yang terkumpul kemudian kami gunakan untuk menunjang keberlangsungan event yang kami adakan. Cukup banyak yang kami dapatkan waktu itu, hasil dari donasi sampah pihak lain yang kami informasikan lewat Twitter dan Facebook.

Baik secara pribadi maupun komunitas, jika pengumpulan sampah ini ditekuni dengan baik, saya cukup yakin jika ini bisa berpeluang menjadi bisnis kedepannya. Contohnya saja para pemulung yang banyak berkeliling kesana-kemari dengan harapan menemukan jenis sampah ini.

Dengan hasil itu, setidaknya mereka mampu menafkahi keluarganya. Menariknya lagi, mencari pembeli sampah kertas itu sangat mudah sekali, karena banyaknya pihak yang membutuhkan dan sudah memiliki modal untuk pembelian. Satu saja pembeli yang Anda kenal, maka pembeli lainnya akan Anda temukan informasinya dengan gampang.

Baca juga: Budayakan Berbelanja di Kios Tetangga

Sekarang giliran Anda dengan berbagai rencana-rencana besar yang ada dalam pikiran. Mau dibuat bisnis model apa terkait persampahan ini.


EmoticonEmoticon