Langsung ke konten utama

GIMP Tidak Memiliki Smart Object Layers Layaknya Photoshop

Yes. Saat membuat tutorial efek foto halus bercahaya (soft glowing) di GIMP, saya baru tahu bahwa di perangkat lunak tersebut tidak didukung dengan hadirnya fitur Smart Object Layers (saya singkat saja sebagai; SOL) sebagaimana yang ada di Adobe Photoshop.

SOL sendiri merupakan salah satu fitur yang membantu dalam manajemen layer dari projek yang dikerjakan. Dalam mengedit foto maupun membuat karya desain baru, pada banyak kesempatan kita diperhadapkan dengan menumpuknya jumlah layer yang ada agar efek yang diterapkan bisa lebih beragam.

Kegunaannya biasanya saya manfaatkan untuk menerapkan beberapa filter dan efek di Photoshop, dan secara otomatis menyimpan pengaturan yang kita berikan serta dapat mengaksesnya kembali dengan mudah. Apalagi jika ingin merubah setingan sebelumnya.

Sayangnya, di GIMP tidak mendukung hal tersebut. Sejauh ini, yang saya ketahui adalah kita hanya mampu memanfaatkan fitur merge untuk menyatukan beberapa layer dan kemudian menerapkan efek dan filter lainnya. Jika ada yang harus dirubah pada pengaturan sebelumnya, mau tidak mau harus rajin untuk menekan CTRL + Z (undo).

Terkait penggabungan layer ini, pada Photoshop bisa memanfaatkan kehadiran SOL untuk menyatukan lebih dari satu layer. Dan, layer yang ada tetap bisa berdiri sendiri. Ibaratnya, smart object itu seumpama sebuah "Folder" yang didalamnya berisi banyak file.

Ini merupakan salah satu kekurangan fitur GIMP itu sendiri yang baru saya temukan.

Bisa dibayangkan jika kita bekerja dengan banyak layer yang diberi beragam filter. Filter-filter tersebut tentunya memiliki pengaturannya masing-masing yang biasanya dalam satuan angka-angka. Kan tidak mungkin, sambil kerja, kita juga harus menghapal angka-angka (pengaturan) tersebut. Tentunya melelahkan. Atau undo pekerjaan ke status sebelumnya secara berulang-ulang. Bolak-balik dan sangat merepotkan.

Namun, namanya open source yang kita bebas menggunakannya tanpa adanya biaya, resikonya memang begitu.

Baca juga: Cara Memperkecil Ukuran Foto di GIMP

Bagaimana pun, saya tetap akan menggunakannya karena sudah berkomitmen untuk tidak lagi memakai software bajakan. Tidak menutup kemungkinan juga, fitur smart object ini akan ada di masa yang akan datang. Gak sabar menunggunnya.

Bagaimana menurut Anda?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Merubah Ekstensi File di Windows 10

Format atau ekstensi file di laptop Anda pasti akan sangat beragam. File dokumen bisa memiliki ekstensi .docx jika menggunakan WPS Office ataupun Microsoft Office Word, .txt, .pdf, .xlsx untuk dokumen Excel dan masih banyak lagi. Begitu juga foto/gambar dengan format .jpeg, .jpg, .png, maupun .gif dan sebagainya.

Sangat variatif karena banyaknya jenis file yang ada.

5 Elemen Dasar Desain Eksterior Rumah atau Bangunan

Jika anda ingin mengetahui lebih dalam mengenai apa itu desain eksterior untuk menciptakan rumah yang indah dan elegan tentunya harus memahami elemen-elemen yang menjadi dasar pembentuk sebuah bangunan tersebut. Elemen-elemen ini memiliki peran yang signifikan dalam mewujudkan keindahan dan fungsi yang tepat sehingga suatu bangunan menjadi seimbang sesuai dengan penggunaan material yang akan digunakan serta model dan gaya yang diinginkan.

Cara Agar Ikon Folder Tidak Menampilkan Thumbnail File Didalamnya

Di Windows 10 dan versi sebelumnya, ketika menampilkan ikon folder dalam ukuran yang besar (large) biasanya juga akan menjadikan isi folder tersebut sebagai bagian dari bagaimana folder ditampilkan ke pengguna. Misalnya isi folder Anda adalah beberapa foto. Maka salah satu diantara foto tersebut akan menjadi thumbnail dari tampilan folder. Ikon folder yang awalnya seperti hanya terdiri dari 1 warna kemudian bercampur dengan berbagai warna bahkan foto yang ada didalamnya.