Langsung ke konten utama

Jadilah Pedagang yang JUJUR, Jangan Tipu Kami!

Jauh di pedalaman Papua, orang tua, kerabat, dan teman yang akhirnya menjadi keluarga, mengadu nasib dan mengejar rezeki demi orang-orang tercinta. Sebagai pedagang di tanah yang jauh, tentunya kami pula mengharapkan segala kebaikan yang bisa kami dapatkan. Sama halnya dengan manusia lainnya yang juga mengusahakan kebaikan bagi dirinya dan orang yang dikasihinya.

Sebagai penjual di kios, tentunya transaksi jual-beli yang kami lakukan harus memberikan pelayanan sebaik mungkin. Kepada siapapun, termasuk mereka yang kadang menanyakan barang dengan nada yang tinggi dan terasa menyakitkan.

Sikap jujur harus tetap ada dalam diri kami, dalam kondisi apapun. Karena dengan itu, kami juga sangat terbantu untuk meningkatkan penjualan barang yang telah susah payah kami kumpulkan.

Berbeda halnya yang kami alami ketika berbelanja pada salah satu atau beberapa oknum penjual di salah satu kota besar di pulau Jawa. Kami ditipu. Dari yang ratusan ribuan sampai jutaan, tak hanya satu orang yang pernah mengalaminya. Dan, terkadang dilakukan oleh orang yang sama, dan di kios, mall serta pusat grosir yang sama pula.

Kami membeli barang dengan menyebutkan merk, jenis, tipe dan sebagainya. Jika apa yang kami cari ada yang mampu menyediakannya dengan harga yang bisa disepakati, maka transaksi bisa segera dilakukan. Untuk nominal pembelian tertentu (biasanya minimal 1 juta), maka barang dari kios/toko tersebut bisa dikirimkan secara gratis ke penginapan tempat kami tinggal. Lengkap dengan kemasannya yang sudah rapi.

Ketika semua barang sudah terkumpul atau setidaknya tidak terlalu menumpuk, maka kami pun menyewa jasa pengemas barang di sekitaran penginapan.

Dan, pengalaman penipuan oleh pedagang tempat kami berbelanja pun akhirnya terkuak karena kami mengecek kembali barang-barang tersebut yang notanya masih kami simpan. Disinilah berbagai kejanggalan sering ditemui.

Saat berbelanja, kami memang tidak mengecek langsung barangnya. Apalagi melihat dengan mata kepala sendiri saat mereka mengemasnya.

Hal seperti itu bagi kami buang-buang waktu karena kedatangan kami di Jawa dibatasi oleh biaya. Semakin cepat selesai, semakin bagus. Kalau ada yang memiliki barang yang kami inginkan, kami bayar dan menginformasikan lokasi penginapan untuk mereka kirimkan nantinya.

Setelah itu, keliling lagi mencari barang lainnya yang terkadang harus berpindah ke mall dan pusat grosir lainnya juga.

Yang jelas, banyak diantara kami yang tidak ingin buang-buang waktu dengan memeriksa kembali barang setelah di bayar. Pengalaman bertahun-tahun mengatakan bahwa hal tersebut tidak diperlukan sama sekali karena kebanyakan dari mereka adalah orang yang jujur.

Kebanyakan. Meskipun tidak semuanya.

Cara-cara pedagang penipu yang kami temui adalah mengganti barang yang sama namun dengan merk yang lainnya. Misalnya, yang ingin kami beli adalah memory card dengan merk V-Gen.

Pedagang penipu inipun mengatakan bahwa mereka memiliki barang tersebut. Akhirnya transaksi pun terlaksana. Setelah diperiksa di penginapan, ternyata (memang) kartu memori yang diberikan, namun dengan merk yang lain (bukan v-gen).

Hal yang sama juga terjadi pada beberapa jenis barang lainnya. Dari sendal, pakaian, sepatu dan masih banyak lagi.

Ini benar-benar sangat merugikan kami karena target untuk penjualan barang yang telah kami rencanakan, akhirnya tidak akan dilakukan sama sekali karena adanya perbedaan tersebut. Jika masih di Jawa, pedagang tersebut tetaplah menerima untuk mengembalikan uang kami.

Tentunya juga mereka akan malu jika kami marah-marah di tokonya. Untungnya, kami tidak melaporkan ke pihak yang berwajib.

Saya bingung. Mereka mampu menyewa toko di mall dan pusat grosir. Mempekerjakan beberapa karyawan dan memiliki berbagai barang yang tersedia dalam jumlah yang banyak. Namun, mereka masih rela menukar semua itu dengan penipuan seperti yang saya maksudkan diatas.

Udah berduit, masih aja mau main bohong-bohongan.

Ada satu istilah di Papua yang bisa diberikan ke para pedagang yang memanipulasi seperti ini, yaitu:
"Baku Tipu Rame."
Penipuan yang dilakukan secara beramai-ramai (rame).

Sangat disayangkan mereka melakukan hal ini. Setidaknya, kami tidak lagi mempercayai sedikit pun apa yang keluar dari mulut mereka. Dari segi bisnis tentunya akan berpengaruh. Yang tadinya kami ingin berbelanja jutaan, sekarang 1 sen pun ogah.

Rekan-rekan kami pun akhirnya kami beritahu untuk tidak berbelanja di toko tersebut. Bukan dengan niat mengurangi rezeki mereka, tapi tidak ingin rekan kami lainnya mengalami hal yang sama.

Kami tetap menganggapnya penipu meskipun ada barang pengganti yang identik. Dan, ternyata pengalaman inipun dialami oleh rekan lainnya. Sangat disayangkan berbisnis dengan cara-cara kotor seperti ini.

Saya pun wajib merasa keheranan; kok bisa ya mereka tidur nyenyak!?

Tetap hati-hati ya bagi pedagang lainnya. Karena kelemahan kami adalah tidak memeriksa dengan baik barang yang dibeli sebelumnya, maka hal ini akan berubah di masa yang akan datang. Begitu juga dengan Anda agar waktu, tenaga dan uang yang Anda miliki tidak terbuang percuma oleh oknum yang memanfaatkannya.

Karena bagi kami;
"Kejujuran adalah mata uang yang bernilai tinggi dimanapun"
Terlebih jika berbicara tentang bisnis.
Baca juga: Pengalaman Mencegah Penyakit Malaria di Papua.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Merubah Ekstensi File di Windows 10

Format atau ekstensi file di laptop Anda pasti akan sangat beragam. File dokumen bisa memiliki ekstensi .docx jika menggunakan WPS Office ataupun Microsoft Office Word, .txt, .pdf, .xlsx untuk dokumen Excel dan masih banyak lagi. Begitu juga foto/gambar dengan format .jpeg, .jpg, .png, maupun .gif dan sebagainya.

Sangat variatif karena banyaknya jenis file yang ada.

5 Elemen Dasar Desain Eksterior Rumah atau Bangunan

Jika anda ingin mengetahui lebih dalam mengenai apa itu desain eksterior untuk menciptakan rumah yang indah dan elegan tentunya harus memahami elemen-elemen yang menjadi dasar pembentuk sebuah bangunan tersebut. Elemen-elemen ini memiliki peran yang signifikan dalam mewujudkan keindahan dan fungsi yang tepat sehingga suatu bangunan menjadi seimbang sesuai dengan penggunaan material yang akan digunakan serta model dan gaya yang diinginkan.

Cara Agar Ikon Folder Tidak Menampilkan Thumbnail File Didalamnya

Di Windows 10 dan versi sebelumnya, ketika menampilkan ikon folder dalam ukuran yang besar (large) biasanya juga akan menjadikan isi folder tersebut sebagai bagian dari bagaimana folder ditampilkan ke pengguna. Misalnya isi folder Anda adalah beberapa foto. Maka salah satu diantara foto tersebut akan menjadi thumbnail dari tampilan folder. Ikon folder yang awalnya seperti hanya terdiri dari 1 warna kemudian bercampur dengan berbagai warna bahkan foto yang ada didalamnya.