Cara Saya Kirim Barang Murah dan Cepat Antar Provinsi Via Pesawat

Cara yang saya lakukan ini merupakan pengalaman beberapa kali selama melakukan pengiriman barang antar Provinsi (beda pulau). Paling lama waktu yang dibutuhkan adalah 3 hari saja berdasarkan pengalaman tersebut. Pengiriman yang saya lakukan bermula (kota asal) dari Yogyakarta menuju Kendari (ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara). Dari hasil perbandingan yang saya lakukan, ini merupakan yang termurah dan tercepat.

Hal ini saya bandingkan dengan pengiriman menggunakan jasa Pos Indonesia, JNE dan juga Tiki. Untuk JNE dan Tiki sendiri, di Jogja tidak memiliki layanan Express (kilat) waktu itu. Berbeda dengan Pos dimana layanan kilat tersebut tersedia, namun barang yang dikirimkan tetap saja membutuhkan waktu setidaknya 1 minggu. Tak se-kilat nama layanannya.

Langsung saja tanpa perlu basa-basi lagi, ya.

Layanan pengiriman ini saya menggunakan ekspedisi/kargo bandara dari Angkasa Pura. Tentunya, pengirimannya dilakukan dengan menggunakan pesawat. Minimal berat barang yang akan dikirimkan adalah 5 kg. Jika tidak memenuhi berat minimal tersebut dan tetap ingin mengirimkannya, maka akan tetap diasumsikan seberat 5 kg.

Minimal biaya yang saya keluarkan waktu itu adalah Rp. 18.000,- sampai dengan Rp. 20.000,- (maksimal) dari Jogja-Kendari untuk setiap kg berat barang.

Kebanyakan yang saya kirimkan adalah undangan pernikahan yang jumlahnya seribu-an lembar lebih. Untuk mengurangi biaya, maka cara lainnya yang saya pilih adalah dengan mengirimkannya port-to-port (dari bandara ke bandara).

Jadi, pengambilan barang oleh penerima adalah dengan datang langsung ke bagian pengiriman dan penerimaan barang bandara bermodal nomor resi saja. Tidak saya kirimkan langsung ke alamat rumah karena rata-rata pihak penerima juga tidak begitu berjauhan dengan bandara. Hal ini juga untuk lebih mengurangi biaya dan waktu.

Selama beberapa kali melakukannya, pihak penerima biasanya mengeluarkan biaya sebesar Rp. 50.000,- Terkadang untuk biaya nginap barang. Mengenai biaya ini, tiap bandara memiliki aturannya masing-masing. Tapi sepertinya gak akan besar kok biayanya. Karena saya sendiri terkadang mengeluarkan biaya pengiriman hingga hampir 1 juta-an lantaran berat barang yang sangat besar dan harga yang harus dikeluarkan saat mengambil barang hanya puluhan ribu saja.

Kayaknya, waktu itu pernah sampai 100 ribu pihak penerima membayar ke bagian kargo bandara saat akan mengambil barang. Dan, itu adalah yang tertinggi selama ini.

JNE dan Tiki sendiri di waktu yang sama memberikan harga pengiriman hingga 40 ribuan lebih per kg-nya (kalau gak salah ingat). Tentunya akan sangat mahal sekali jika barang dalam jumlah yang banyak. Apalagi harganya sudah fix.

Kelebihan lain kargo bandara terkait biaya adalah harganya juga masih bisa ditawar. Meskipun akhirnya hanya hemat 1.000-2.000 an, tetap saja bisa membantu pengurangan biaya yang harus kita keluarkan. Mengenai tracking barang sudah sampai dimana, tinggal ditanyakan langsung untuk mengeceknya di website maskapai yang mana. Karena mereka yang mengetahui menggunakan pesawat apa.

Saya juga terkadang menelpon kantor dan pegawainya (nomor pribadi) secara langsung untuk menanyakan lokasi barang terkini. Pada saat lalu lintas barang ramai seperti liburan puasa, terkadang diinformasikan bahwa barang masih tertahan (antri) di bandara Jakarta.

Waktu tercepat dimana barang sudah sampai adalah 2 hari. Kalau sehari belum pernah terjadi berdasarkan pengalaman saya.

Jadi intinya untuk mendapatkan biaya pengiriman yang murah dan juga cepat antar Provinsi (antar pulau) yang berjauhan hanya ada 2 saja, yaitu:
  1. Gunakan layanan kargo/ekspedisi bandara (pesawat).
  2. Jangan mengirimkan ke alamat rumah langsung tapi dengan sistem port-to-port.
Itu saja cara yang saya lakukan. Kalau untuk biaya yang lebih murah lagi, ekspedisi lewat kapal laut adalah jawabannya. Namun, waktu yang diperlukan biasanya lebih lama dari biasanya. Meskipun itu juga terkait berbagai faktor terutama pada jarak (tujuan akhir) barang.

Strategi pengiriman dengan cara ini, juga bisa Anda manfaatkan tidak hanya untuk keperluan pribadi saja. Namun juga bisa menjadi alternatif lain bagi pebisnis seperti toko online untuk menawarkannya ke pembeli produk agar bisa sedikit mengurangi biaya.

Sekian dan terima kasih sudah membaca. Semoga bermanfaat.


EmoticonEmoticon