Mulai Belajar GIMP Sebagai Alternatif Utama Adobe Photoshop

Untuk saat ini saya tidak lagi menggunakan Adobe Photoshop sebagai software editor gambar di laptop. Akhirnya, dari beberapa referensi yang saya dapatkan online, GIMP menjadi pengganti utama perangkat lunak tersebut.

GiMP sebagai editor gambar

GIMP sudah terinstall semenjak semingguan ini. Dan, harus saya akui perlu adanya keterbiasaan dalam menggunakan. Pengenalan terhadap berbagai toolnya pun tak kalah pentingnya.

Untuk user interface-nya sendiri saya cukup kerepotan. Tidak semudah PS terutama pada menu toolbarnya yang dihiasi dengan hanya 1 warna ikon. Shortcut untuk setiap tool juga sangat berbeda. Jadi, benar-benar sangat pemula dalam menggunakan GIMP meskipun sudah bertahun-tahun menggunakan Photoshop.

Sebelumnya, saya pernah membahas mengenai kenapa tidak lagi menggunakan software bajakan. Hal tersebut saya lakukan karena awalnya tidak tahu sama sekali. Ternyata malah merugikan pengembangnya. Terutama Photoshop. Sementara untuk berlangganan pun, harga per bulannya cukup mahal yaitu sekitar lebih dari 200 ribuan.

Awalnya juga berpikir bahwa penggunaannya kan untuk keperluan belajar bukan komersil. Namun, karena tidak adanya izin dari developer-nya, jadi harus rela untuk mencari alternatif lain. Versi trial-nya juga kebanyakan tidak begitu mendukung terutama pada pembuatan karya 3D.

Nabung dulu duitnya.

Yang lebih penting lagi dalam menggunakan GIMP adalah adanya fitur masking untuk keperluan penggabungan lebih dari satu gambar. Kalau di Photoshop dikenal dengan nama Layer Mask. Inipun sudah menjadi pertanda yang baik kenapa harus mulai menggunakan GIMP sebagai pengganti Photoshop.

Untuk lisensi sendiri sudah barang tentu tidak akan lagi terkendala karena gratis (freeware) dimana merupakan salah satu dari sekian banyak perangkat lunak yang sifatnya open source.

So, mari belajar sama-sama. Memulai lagi dari awal untuk tidak merugikan yang lain.


EmoticonEmoticon