Langsung ke konten utama

Penghasilan Blog Dari Postingan Berbayar Pihak Lain

Content Placement sama halnya dengan paid per post dimana seorang pemilik blog atau situs mendapatkan penghasilan dari postingan yang diinstruksikan oleh pihak lainnya dengan imbalan uang ketika melakukannya.

paid content untuk tambahan penghasilan blog

Secara sederhana, Anda punya blog dan oleh pihak lain (biasanya pemilik produk dan jasa) tertarik untuk menjadikan blog tersebut sebagai salah satu media untuk berpromosi bahkan berujung pada transaksi. Salah satu bentuk kerjasamanya adalah dengan mempublikasikan artikel terkait produk dan jasa tersebut. Sumber artikel bisa berupa hasil tulisan Anda sendiri maupun pihak pemesan yang akan menyediakannya. Sehingga Anda tinggal melakukan publikasi saja.

Blog dengan banyak pengunjung harian dan memiliki tingkat interaksi yang aktif dengan pembacanya, tentu akan menjadi sasaran empuk bagi pemilik produk dan jasa ini. Karena bagaimana pun, peluang agar konten orderan ini tampil akan lebih besar lagi.

Dalam satu konten artikel yang dipublikasikan, biasanya juga pihak yang membayar akan mendapatkan backlink menuju situs utamanya. Baik ke homepage maupun ke halaman lainnya. Dari beberapa blog yang menyediakan jasa ini, setidaknya minimal akan memberikan 2 backlink dan itu akan terpasang "selamanya." Selama blog tersebut masih online (bisa diakses). Biasanya sih begitu.

Tentunya, hal ini sudah sangat jelas bisa menjadi salah satu alternatif untuk mendapatkan penghasilan dari blog selain dari jaringan periklanan seperti Google Adsense dan sebagainya. Yah, lumayan kalau satu artikel saja bisa dihargai ratusan ribu. Bagaimana jika bisa dapat ratusan!?

Sekilas memang menggiurkan, bukan? Dan seolah kerja keras membangun blog dengan banyak pengunjung terbayarkan. Setidaknya bisa menambah uang jajan atau untuk memperpanjang nama domain yang harganya (sebenarnya) tidak seberapa itu.

Namun, ada hal penting yang menurut saya patut untuk menjadi perhatian yaitu moral, kejujuran, dan lainnya. Entah saya harus menyebutnya apa.

Tapi begini. Tidak hanya satu blog yang saya temui menyediakan label atau kategori khusus dalam blognya yang kemudian dinamai sebagai review atau ulasan (di blog ini juga ada). Bagi banyak blogger, pasti sudah tahu kan konten seperti apa yang akan ditemui dalam kategori tersebut!? Meskipun tidak bisa dipastikan, tapi kemungkinan besar akan berisi "konten titipan."

Selain dalam kategori tersebut, konten jenis ini juga bisa disebarkan ke label lainnya yang tentunya itu menjadi hak pengelola blog itu sendiri.

Baca juga: Antara Blogger dan Internet Positif di Indonesia

Yang jadi pertanyaan besar saya adalah konten berjenis ulasan yang seolah-olah dibuat oleh pemilik blog ini, apakah oleh bloggernya sendiri pernah merasakan langsung manfaat dari produk atau layanan tersebut? Kekurangannya apa saja dan segudang pertanyaan lainnya.

Memang pembaca saat ini sudah cerdas-cerdas, tapi kita juga harus memperhatikan bahwa tidak semua diantara kita yang paham mengenai hal ini.

Hal yang menjadi sorotan utama saya terkait dengan ulasan dalam dunia medis yang bisa saja si blogger tidak memiliki pengetahuan yang cukup mengenai itu. Menyarankan obat-obatan yang ia sendiri tidak tahu-menahu, apalagi pernah mengalami penyakit yang bersangkutan (gak ngedoain loh, ya). Yang penting dapat bayaran, beres.

Si blogger mungkin berniat baik. Cuman lucu saja bahwa apa yang berusaha kita yakinkan ke pembaca justru tidak kita ketahui seluk-beluknya. Apalagi yang terkait dengan kesehatan manusia.

Dalam blog inipun terdapat artikel kesehatan seperti cara sembuh dari usus buntu. Saya menuliskannya karena merupakan pengalaman saya sendiri dan tidak mewajibkan pembaca untuk mengikuti apa yang saya alami. Tapi akan berbeda ketika kita mempublikasikan konten yang kita sendiri belum pernah mengalami, apalagi dalam bentuk ulasan. Terdapat rekomendasi produk pula.

Bisa jadi yang baca adalah mereka yang sudah benar-benar putus asa dengan kondisi kesehatannya. Apalagi kita tidak pernah tahu sejauh mana tingkat keberhasilan dan kesalahan dari ulasan yang kita terbitkan.

Saya pribadi tentunya tidak akan terlibat dalam penyebaran informasi yang demikian. Karena bagaimanapun, saya memiliki tanggung jawab moral terhadap pembaca. Kalaupun harus menerima orderan, saya pastikan bahwa tahap utama yang perlu untuk dipikirkan adalah apakah saya pernah merasakan produk dan layanan yang akan saya promosikan. Dan, berbagai hal lain yang perlu dipertimbangkan.

Itu baru konten kesehatan saja, belum yang lainnya. Jadi, jangan sekedar prinsip bahwa; Yang penting dapur ngepul.

Hal penting yang belum bisa saya sebutkan istilahnya diatas mungkin bisa disebut saja sebagai tanggung jawab. Terserah Anda akan mengikutinya atau tidak, setidaknya saya hanya ingin menyarankan apa yang saya tuliskan diatas. Diikuti syukur, tidak juga itu tanggung jawab Anda.

Karena bahkan kepakan kecil sayap kupu-kupu di hutan amazon bisa berdampak terhadap lingkungannya, apalagi sebuah tulisan yang berisi ratusan hingga ribuan kata didalamnya.

Saya tidak anti dengan yang namanya promoted content ini, namun baiknya lebih bijaksana lagi dalam menerima penawaran yang ada. Dalam artikel blog inipun jika berisi informasi yang salah, silahkan dikritik, marahi saya dan sebagainya. Itu akan lebih baik ketimbang membiarkan saya melakukan kesalahan secara terus-menerus.

Semoga bermanfaat dan bahagia selalu untuk seluruh keluarga Anda. Terima kasih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Merubah Ekstensi File di Windows 10

Format atau ekstensi file di laptop Anda pasti akan sangat beragam. File dokumen bisa memiliki ekstensi .docx jika menggunakan WPS Office ataupun Microsoft Office Word, .txt, .pdf, .xlsx untuk dokumen Excel dan masih banyak lagi. Begitu juga foto/gambar dengan format .jpeg, .jpg, .png, maupun .gif dan sebagainya.

Sangat variatif karena banyaknya jenis file yang ada.

5 Elemen Dasar Desain Eksterior Rumah atau Bangunan

Jika anda ingin mengetahui lebih dalam mengenai apa itu desain eksterior untuk menciptakan rumah yang indah dan elegan tentunya harus memahami elemen-elemen yang menjadi dasar pembentuk sebuah bangunan tersebut. Elemen-elemen ini memiliki peran yang signifikan dalam mewujudkan keindahan dan fungsi yang tepat sehingga suatu bangunan menjadi seimbang sesuai dengan penggunaan material yang akan digunakan serta model dan gaya yang diinginkan.

Cara Agar Ikon Folder Tidak Menampilkan Thumbnail File Didalamnya

Di Windows 10 dan versi sebelumnya, ketika menampilkan ikon folder dalam ukuran yang besar (large) biasanya juga akan menjadikan isi folder tersebut sebagai bagian dari bagaimana folder ditampilkan ke pengguna. Misalnya isi folder Anda adalah beberapa foto. Maka salah satu diantara foto tersebut akan menjadi thumbnail dari tampilan folder. Ikon folder yang awalnya seperti hanya terdiri dari 1 warna kemudian bercampur dengan berbagai warna bahkan foto yang ada didalamnya.