Langsung ke konten utama

Naik Kapal Pelni Berhari-Hari? Siapkan 9 Perlengkapan Ini!

Jika sudah berkali-kali melakukan perjalanan menggunakan Kapal Pelni, mungkin sudah paham mengenai perlengkapan apa saja yang harus dipersiapkan. Bahkan, ada yang menganggapnya wajib untuk dibawa serta. Namun, jika baru akan mengalaminya, tulisan ini mungkin akan sedikit membantu.

Saya sendiri setiap tahun melakukan perjalanan terutama ke Indonesia bagian timur yang biasanya dimulai dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Begitu juga sebaliknya. Rata-rata penggunaan transportasi laut dan sungai yang saya tempuh merupakan kombinasi antara kapal besar hingga kecil yang terbuat dari kayu seperti kapal antar pulau dengan jarak 10-12 jam, ketinting dengan waktu tempuh menuju tujuan hingga sehari penuh (lebih) dan sebagainya.

Beragam perlengkapan saat melakukan perjalanan menggunakan Kapal Pelni

Dari pengalaman tersebut pula-lah hingga terciptanya artikel ini. Namun kali ini hanya akan fokus ke Kapal Pelni saja yang biasanya juga disebut sebagai Kapal Putih. Simak selengkapnya peralatan apa saja yang perlu Anda bawa, termasuk dengan penjelasan singkatnya di bawah ini.

1. Jaket/Sweater

Intinya adalah pakaian yang tertutup dan berlengan panjang. Terutama yang bisa mencegah kita agar tidak terserang masuk angin. Apalagi di berbagai armada Pelni yang pernah saya naiki selama ini, lengkap semuanya dengan fasilitas AC pada semua dek penumpangnya. Untuk ukuran saya sendiri yang berbadan kurus, hawa dari pendingin ruangan tersebut seringnya menimbulkan kedinginan yang membuat tidak nyaman.

Belum lagi, baik di musim kemarau maupun penghujan, hawa dingin lautan tetap saja terasa. Jadi, baiknya sediakan entah itu jaket ataupun sweater. Yang memiliki penutup kepala tentunya akan lebih baik lagi. Kalaupun tidak memungkinkan, setidaknya baju kemeja/kaos lengan panjang juga akan sedikit membantu mengurangi hawa dingin diatas kapal.

2. Tikar atau matras lipat (gulung)

Saat penumpang telah diizinkan untuk naik keatas kapal, terkadang ada dan banyak juga diantaranya yang tidak mendapatkan tempat yang memang dikhususkan untuk penumpang beristirahat. Biasanya pada musim liburan panjang (bulan puasa) dimana jumlah penumpang yang melebihi jumlah tempat tidur.

Kondisi demikian dimanfaatkan oleh para penjual yang menjajakan dagangannya di atas kapal. Salah satunya adalah tikar yang bagian bawahnya terbuat dari (seperti) kertas semen dan bagian dalam (atasnya) dari karung plastik. Kondisi tikarnya memang baru (bersih) dan dilelang dengan harga Rp. 20.000,-

Namun, karena tikarnya pendek dan tipis, maka biasanya harus hati-hati dalam menggunakan.

Kalau memungkinkan, baiknya membawa tikar atau matras sendiri. Hal ini sangat mungkin untuk dilakukan karena volumenya juga yang tidak begitu besar dan ringan untuk ditenteng atau diikat di barang bawaan lain seperti tas.

3. Gelas portable

Gelas memang bisa dibawa kemana-mana. Namun yang saya maksudkan disini bukanlah gelas yang terbuat dari kaca maupun plastik seperti yang biasa ada di dapur rumah. Tapi, lebih kepada gelas yang bisa menyimpan air panas (kopi, teh) agar tidak cepat dingin karena juga memiliki penutup.

Saya gak tahu apa istilah tepatnya, tapi saya kira pahamkan? Intinya yang bisa tetap membuat kopi buatan Anda tetap panas/hangat.

4. Tas jaring untuk peralatan mandi

Pernah beli sandal Eiger, Rei atau di tempat peralatan outdoor lainnya? Yang dikemas biasanya dalam bentuk tas yang berjaring. Ini juga saya gak tahu bagaimana menyebutnya.

Tas seperti itu sangat berguna untuk dijadikan wadah berbagai peralatan mandi. Apalagi bisa membantu menyerap air tatkala basah ketika mandi. Banyak juga yang memanfaatkan kantong kresek, namun seringkali sobek dan air sering tumpah dimana-mana. Kadang juga membasahi tempat tidur meskipun hanya sedikit. Namun, percaya deh. Mengganggu banget.

5. Snack, gula dan teh/kopi kemasan

Ini murni bekal bagi perut Anda jika berhari-hari diatas kapal untuk menghemat pengeluaran. Kopi/teh panas jika membeli diatas kapal, minimal harganya Rp. 5.000,- Kalau sehari 3 kali? Kadang kalau sedang ngobrol sama yang lain juga suka gak enak kalau mereka sedang kekurangan duit, jika dirasa kita ada kelebihan sedikit, biasanya kita akan membelikan juga untuk rekan-rekan yang lain.

Begitu juga harga makanan ringan yang bisa 3X lipat harga di darat.

6. Kaos kaki

Ini juga penting untuk mendukung poin pertama diatas dalam mengurangi hawa dingin diatas kapal. Belum lagi, saat malam hari biasanya para penumpang berbincang di dek 7 bagian luar selama berjam-jam. Kadang juga tidur sambil memakai sepatu jika dapat tempatnya di dek-dek bagian luar.

Kalau Anda senang bercakap-cakap seperti itu. Jangan lupa bawa kaos kaki.

7. Sarung/selimut

Lanjutan poin 1 dan 6. Semakin malam, semakin dibutuhkan. Saya sendiri biasanya menggunakan sarung saja karena lebih praktis.

8. Sandal jepit

Anda membawa sepatu atau tidak, tidak jadi masalah. Yang penting jangan sampai tidak membawa sandal jepit. Penggunaanya yang paling dirasakan manfaatnya adalah ketika lalu-lalang ke kamar mandi. Mau basah atau tidak, tidak akan begitu mengganggu.

9. Obat-obatan ringan

Entah itu minyak angin atau obat anti-mabuk laut. Apalagi bagi yang baru pertama kali. Bukan hanya karena kadang berombak, banyak juga yang muntah-muntah karena tidak terbiasa sama sekali. Kadang kondisi lautan bagi saya biasa dianggap tenang (teduh), ternyata bagi mereka yang baru pertama kali, tidak seteduh anggapan saya tersebut.

Banyak juga yang mual-mual karena aroma di dalam dek memang sangat beragam. Baik berasal dari barang bawaan, tempat sampah, maupun kloset yang mampet.

Kloset mampet ini memang tidak terjadi hampir setiap saat, apalagi dalam waktu yang cepat juga langsung diatasi. Namun, ada waktu-waktu dimana kadang menjadi meresahkan. Mungkin petugasnya lagi sibuk, kurang atau tidak adanya laporan.

Kadang sampai menggenangi keseluruhan kamar mandi. Jika sudah begitu, waspadalah membuka pintu bilik kloset, karena bisa-bisa Anda mendapatkan kejutan yang berwarna coklat atau kuning. Jika beruntung, mungkin warnanya sedikit kehitaman.🤣🤣🤣

Artikel Tidak terkait: Kenapa Saya Tidak Lagi Menggunakan Software Bajakan

Karena itu, sebagai perlengkapan tambahan, bawa juga dengan masker untuk mengantisipasi berbagai aroma yang mengejutkan.

Ada tambahan?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Merubah Ekstensi File di Windows 10

Format atau ekstensi file di laptop Anda pasti akan sangat beragam. File dokumen bisa memiliki ekstensi .docx jika menggunakan WPS Office ataupun Microsoft Office Word, .txt, .pdf, .xlsx untuk dokumen Excel dan masih banyak lagi. Begitu juga foto/gambar dengan format .jpeg, .jpg, .png, maupun .gif dan sebagainya.

Sangat variatif karena banyaknya jenis file yang ada.

5 Elemen Dasar Desain Eksterior Rumah atau Bangunan

Jika anda ingin mengetahui lebih dalam mengenai apa itu desain eksterior untuk menciptakan rumah yang indah dan elegan tentunya harus memahami elemen-elemen yang menjadi dasar pembentuk sebuah bangunan tersebut. Elemen-elemen ini memiliki peran yang signifikan dalam mewujudkan keindahan dan fungsi yang tepat sehingga suatu bangunan menjadi seimbang sesuai dengan penggunaan material yang akan digunakan serta model dan gaya yang diinginkan.

Cara Agar Ikon Folder Tidak Menampilkan Thumbnail File Didalamnya

Di Windows 10 dan versi sebelumnya, ketika menampilkan ikon folder dalam ukuran yang besar (large) biasanya juga akan menjadikan isi folder tersebut sebagai bagian dari bagaimana folder ditampilkan ke pengguna. Misalnya isi folder Anda adalah beberapa foto. Maka salah satu diantara foto tersebut akan menjadi thumbnail dari tampilan folder. Ikon folder yang awalnya seperti hanya terdiri dari 1 warna kemudian bercampur dengan berbagai warna bahkan foto yang ada didalamnya.