Pria Juga Butuh Luluran Untuk Dakinya!

Pria Juga Butuh Luluran Untuk Dakinya!

Gak hanya mandi dengan sabun yang berlangsung terkadang hanya dalam hitungan beberapa menit. Pria juga butuh luluran. Mau yang tradisional maupun memanfaatkan berbagai produk terkait yang telah dijual di pasaran, ok ok saja.

Tidak hanya agar kulitnya terlihat kinclong, namun karena dakinya yang kebanyakan. Apalagi kalau sudah dibandingkan dengan wanita. Wanita sendiri memang sangat telaten dalam merawat tubuhnya. Mungkin sampai memiliki jadwal khusus untuk mengunjungi pusat kecantikan kulit.

Berbeda dengan pria yang cenderung abai. Tidak bermaksud men-generalisir, namun kebanyakan yang saya temui begitu adanya. Maaf kalau keliru.

Hal ini juga terlihat dari berbagai peralatan dan kosmetik di dalam kamar tidur maupun kamar mandi. Kalau si pria, paling sabun, pasta gigi, dan shampoo. Lebih dari itu, mungkin Anda akan beruntung jika melihat sabun khusus cuci muka, conditioner rambut dan hand and body lotion.

Kalau wanita jangan ditanya lagi. Mungkin dari ujung kaki sampai ujung bulu hidung ada kosmetik dan peralatannya.

Untuk aktivitas, kebanyakan pria yang saya kenal juga cenderung dekat dengan kegiatan yang bisa memproduksi jumlah daki yang tak terkira. Apalagi kalau jadi buruh bangunan atau pelabuhan. Ketika diakumulasikan antara jenis kegiatan potensial dan kurangnya peralatan perawatan tersebut, maka bisa-bisa kulit akan berubah warna.

Karena itu, setidaknya luluranlah!

Karena luluran itu bukan saja hak wanita. Luluran juga tidak akan membuat Anda menjadi feminim. Gak mungkin lah habis luluran, langsung melambai kesana-kemari.

Dengan begitu, kulit juga akan tampak bersih. Diremajakan, bro. Dan daki juga akan semakin berkurang dibanding sekedar membilasnya menggunakan air dan sabun. Tubuh juga akan beraroma wangi sesudah mandi. Kalau aroma sabun, wanginya terlalu generic.

Baca juga: Usus Buntu Sembuh Tanpa Operasi

Sudah, begitu saja. Saya mau nyalon dulu.


EmoticonEmoticon