Langsung ke konten utama

Terima Kasih Banda Neira

Malam begitu pekat. Dingin pun membuat badan ini sedikit menggigil. Sekitar pukul 12 malam, ABK Kapal Leuser mengumumkan bahwa dalam 1 jam kedepan kapal akan bersandar di Pelabuhan Banda Neira. Dinginnya malam semakin tak terhiraukan dengan adanya info tersebut. Pun, salah satu mister yang saya ajak kenalan diatas kapal ini masih mampu diajak begadang semenjak beberapa jam yang lalu.

Bagi kami yang menggunakan transportasi laut menuju Indonesia Bagian Timur, berkenalan dan bergaul diatas kapal memang menjadi aktivitas wajib, selama dan secepat apapun perjalanan yang ditempuh.

Semakin lama, semakin banyak yang dikenal. Apalagi hal tersebut bisa mengusir kebosanan perjalanan. Se-pemalu apapun seseorang, biasanya akan memilih untuk tidak diam jika berada diatas kapal. Pengalaman membuktikan seperti itu. Kalaupun tidak, hanya segelintir saja jumlahnya.

Tempat saya berlokasi di dek lima bagian luar. Kala hujan turun, barang-barang pun harus siap untuk diangkut sana-sini. Berebut tempat baru lain dengan sesama penumpang lainnya juga. Teman saya bahkan ada yang membawa kendaraan roda dua yang sudah terbungkus kardus dengan baik. Saat matahari sedang terik-teriknya pun kami enggan untuk berpindah. Bukan karena malas, tapi nanti kenalan baru kami akan kerepotan lagi mencari untuk sekedar berbincang ringan.

Saat dingin dan panas tersebut, sarung menjadi sangat berarti bagi saya dan kebanyakan penumpang lain.

Sebenarnya bisa juga dengan membawa selimut, apalagi lebih nyaman digunakan. Hanya karena volumenya yang besar (tebal) maka prioritas tersebut akhirnya terlewati begitu saja. Menu-menuhin tas saja.

Beberapa waktu kemudian.

Nun jauh disana, kemerlap cahaya di daratan mulai terlihat dengan jelas. Meskipun samar, aktivitas lalu-lalang manusia sudah tampak dalam siluet. Rasa kantuk tak lagi ada. Baik penumpang yang akan mengakhiri perjalanannya disini maupun yang masih akan lanjut, sama-sama larut dalam kesibukannya. Di lambung kapal bagian kiri, terlihat pula deretan pegunungan atau mungkin perbukitan.

Tidak banyak daerah pelabuhan yang menyajikan pemandangan dataran tinggi sedekat ini. Namun, se-istimewa itulah Banda Neira.

Mereka yang sebentar lagi bertemu dengan keluarga, bersiap-siap agar barang bawaannya tak satupun yang tertinggal. Sementara kami yang sekedar nebeng singgah, juga bersiap-siap untuk menikmati suasana sekitar pelabuhan. Jika melakukan perjalanan seperti ini, kala bertemu persinggahan baru seolah menjadi tempat wisata dengan sendirinya.

Diskusi dimulai dengan menanyakan siapa yang akan turun dan yang tidak. Bagi mereka yang merasa "malas" turun ke pelabuhan, maka itu akan menjadi berita membahagiakan bagi yang lainnya. Termasuk saya sendiri, karena akan sangat menyenangkan untuk menikmati dunia malam daerah yang asing sembari barang bawaan perjalanan dijaga oleh teman-teman lainnya.

Tak lupa pula kami menyiapkan beberapa rupiah yang menjadi bekal perjalanan. Apalagi, hampir setiap kawasan pelabuhan di Indonesia Timur terdapat banyak pedagang. Begitu juga di pelabuhan ini. Dari oleh-oleh khas hingga makanan berat yang lauknya didominasi oleh ikan bakar yang masih panas, ada semuanya.

Lokasi para pedagang tersebut tepat berada di depan pintu masuk dan keluar pelabuhan. Dari atas kapal pun sudah tampak jelas dengan berbagai keriuhannya. Sejenak, tengah malam tak lagi menjadi penghambat transaksi jual-beli. Hanya beberapa detik, keheningan yang tadinya mencekam menjadi meriah dengan kedatangan para penumpang.

Di tempat yang asing ini, kami banyak bercengkerama dengan para ibu-ibu pedagang. Gelak tawa sudah menjadi hal yang tak bisa dielakkan. Apalagi mendengar beberapa orang yang menawar harga terlampau jauh namun tetap dalam nada bercanda.

Sesaat, saking asyiknya kesana-kemari, saya sadar telah keluar dari kawanan. Teman-teman yang lainnya pun sepertinya memiliki kebutuhan yang berbeda. Namun, akhirnya kami pun berkumpul kembali dan menyarankan untuk berkeliling sedikit jauh untuk melihat Pulau Banda lebih dekat.

Ada banyak bangunan sejarah disini. Namun, yang paling saya ingat adalah Rumah Pengasingan Bung Hatta dan Sutan Syahrir.

Tidak pernah menyangka sebelumnya bahwa akan memiliki kesempatan istimewa seperti ini. Walaupun hanya bersama kawan tanpa ada yang menjadi guide untuk lebih mengenal peristiwa bersejarah bangunan tersebut. Tapi kami tetap bersyukur pernah menginjakkan kaki disana.

Tidak butuh waktu lama, kamipun bersepakat untuk kembali ke kapal. Teman-teman yang menitipkan uang juga khawatirnya sudah ingin makan ikan yang masih hangat-hangatnya di bungkusan plastik yang kami bawa.

Sekitar 1 jam kemudian, akhirnya kapal pun bertolak melanjutkan ke pelabuhan berikutnya. Seperti ada komando, para pedagang yang tadinya sangat ramai telah membubarkan diri. Dalam waktu yang sangat singkat tersebut, saya merasakan betapa luasnya Indonesia. Semakin tumbuh rasa cinta saya terhadap negeri ini.

Terima kasih, Banda Neira.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Merubah Ekstensi File di Windows 10

Format atau ekstensi file di laptop Anda pasti akan sangat beragam. File dokumen bisa memiliki ekstensi .docx jika menggunakan WPS Office ataupun Microsoft Office Word, .txt, .pdf, .xlsx untuk dokumen Excel dan masih banyak lagi. Begitu juga foto/gambar dengan format .jpeg, .jpg, .png, maupun .gif dan sebagainya.

Sangat variatif karena banyaknya jenis file yang ada.

5 Elemen Dasar Desain Eksterior Rumah atau Bangunan

Jika anda ingin mengetahui lebih dalam mengenai apa itu desain eksterior untuk menciptakan rumah yang indah dan elegan tentunya harus memahami elemen-elemen yang menjadi dasar pembentuk sebuah bangunan tersebut. Elemen-elemen ini memiliki peran yang signifikan dalam mewujudkan keindahan dan fungsi yang tepat sehingga suatu bangunan menjadi seimbang sesuai dengan penggunaan material yang akan digunakan serta model dan gaya yang diinginkan.

Cara Agar Ikon Folder Tidak Menampilkan Thumbnail File Didalamnya

Di Windows 10 dan versi sebelumnya, ketika menampilkan ikon folder dalam ukuran yang besar (large) biasanya juga akan menjadikan isi folder tersebut sebagai bagian dari bagaimana folder ditampilkan ke pengguna. Misalnya isi folder Anda adalah beberapa foto. Maka salah satu diantara foto tersebut akan menjadi thumbnail dari tampilan folder. Ikon folder yang awalnya seperti hanya terdiri dari 1 warna kemudian bercampur dengan berbagai warna bahkan foto yang ada didalamnya.