Ingin Punya Tubuh Berotot? Berenanglah!

Body Kekar! Itulah salah satu kesan yang ada di dalam pikiran saya tatkala melihat orang lain yang memiliki tubuh yang berotot. Terutama jika orang tersebut adalah seorang pria. Pada artikel ini, saya tidak akan mengajari Anda tentang cara atau teknik diet terbaik dan juga bagaimana agar tubuh Anda berotot.

Sama sekali tidak!

Namun saya akan bercerita mengenai mereka para "pekerja laut" yang memiliki tubuh atletis tanpa harus mengikuti kelas gym reguler maupun private dengan biaya keanggotaan bulanan yang sebenarnya cukup murah (biasanya 100-300 ribu sudah bisa jadi anggota).

Lucunya. Para anggota ini juga menjadi target pasar bagi para instrukturnya. Mungkin tidak semua dan apa yang saya katakan ini juga seharusnya tetap dikonotasikan sebagai sesuatu yang positif. Teman saya yang seorang instruktur mengatakan bahwa, penghasilannya bisa sampai 5 juta/bulan bahkan terkadang mencapai 30 juta-an karena penjualan produk yang mendukung untuk meningkatkan volume otot. Belum termasuk dengan minuman herbal dan berbagai suplemen otot lainnya.

Jadi, lengkap sudah teman saya ini tadi. Badan sudah berotot, jadi instruktur pula. Tentunya, memasarkan produk bagi anggotanya bukanlah hal yang terlalu sulit lagi karena apa yang terlihat dari dirinya bisa dianggap menjadi bukti otentik dan terpercaya oleh para anggota. Ditambah dengan kemampuan pergaulannya yang gesit, belasan dan puluhan juta penghasilan tentunya menjadi hal yang biasa bagi dia.

Tapi, saya tidak akan berbicara lebih jauh lagi mengenai teman saya tersebut. Saya ingin menyampaikan alternatif lainnya dengan tidak harus membayar biaya keanggotaan dan juga pembelian suplemen. Jika memungkinkan, bahkan tanpa biaya sekalipun karena teknik membuat badan kekar disini adalah dengan cara berenang saja.

Berenang sebagai olahraga untuk badan berotot

Ya, renang!

Baca juga: Pengalaman Mencegah Penyakit Malaria di Papua

Mau gaya kupu-kupu atau kepompong terserah.😀

Hal ini beranjak dari kebanyakan tetangga saya yang menjadikan laut sebagai kantor utamanya untuk mendapatkan penghasilan. Sebutlah mereka sebagai nelayan atau sesuatu yang mirip dengan itu. Tapi, jangan batasi bahwa nelayan hanyalah mereka yang bekerja dengan cara memancing dan melempar jala saja. Namun juga melibatkan olahraga atau kegiatan berenang.

Mereka berenang hampir tiap hari. Dan kebanyakan yang saya perhatikan adalah, sangat sedikit diantara para nelayan di daerah saya yang memiliki tubuh yang gemuk. Serius.

Entah di daerah lainnya bagaimana, yang jelas di tempat saya begitu adanya.

Tak pernah pula melihatnya mengangkat beban seperti barbel maupun aktivitas angkat besi. Setahu saya, tidak ada nelayan yang memiliki kemewahan tersebut di daerah saya. Apalagi punya instruktur cantik. Boro-boro. Bukannya latihan, nanti pada ngiler semua.

Rata-rata aktivitas yang mereka lakukan adalah mendayung, menaikkan dan menurunkan layar perahu dan juga jangkar (pemberat dari batu dan besi), menyelam untuk mencari duri dan bulu babi serta kerang, mengangkat batu, memanggul pasir, melempar jaring dan masih banyak lagi.

Untuk urusan tampilan fisik, konsekuensinya hanya ada satu saja. Badan jadi hitam karena air laut. Itu saja.

Saya sendiri tidak begitu tahu sejauh mana korelasi antara badan yang berotot dengan kegiatan berenang ini, selain mengetahui bahwa berenang juga merupakan salah satu jenis olahraga fisik. Gerak sana-sini.

Tapi kalau dipikir kembali, renang sendiri melibatkan gerakan untuk hampir semua anggota badan. Kaki, lutut, paha, pinggang, punggung, lengan, leher, bahu, kepala dan seterusnya. Bergerak semua saat mulai berenang. Dan, itu terjadi dalam satu waktu yang bersamaan.

Jadi, dengan adanya akses ke laut dan pantai yang mudah, atau kolam renang publik yang juga murah, hal tersebut bisa dimanfaatkan untuk olahraga. Diniatkan agar badan berotot atau tidak, tetap saja akan memberikan pengaruh terhadap raga kita.

Dengan kegiatan yang berbeda, para buruh bangunan dan pelabuhan juga bisa diperhatikan memiliki badan yang tegap dan kokoh. Hanya mungkin akan berpengaruh pada tinggi dan bentuk badan. Misalnya badan sedikit membungkuk karena beban barang yang dipanggulnya.

Namun, kalau berbicara mengenai otot, sepertinya tidak diragukan lagi. Para nelayan dan buruh, kalaupun ada yang gendut, badannya tetap saja terlihat berisi (padat).

Artikel lainnya: Usus Buntu Sembuh Tanpa Operasi

Yang menjadi inspirasi dari apa yang mereka lakukan adalah tentang sebuah konsistensi. Mereka melakukannya hampir setiap hari. Menjadi wajar bahwa otot pun semakin terbentuk dalam waktu yang cukup singkat. Tanpa ada bantuan produk suplemen yang dikonsumsi.

Jadi kalau memang niat, cobalah untuk menjadikan renang sebagai salah satu kegiatan agar mendapatkan otot badan yang Anda impikan. Meskipun saya sendiri tidak bisa memberikan jaminan, dengan adanya bukti hasil pengamatan ini, tetap saja patut untuk dijadikan contoh.


EmoticonEmoticon