Kopi Torabika Creamy Latte; Sebuah Ulasan Singkat Saya

Kopi Torabika Creamy Latte; Sebuah Ulasan Singkat Saya

Lagi gak ada bahan postingan, eh kebetulan Kopi Torabika Creamy Latte ada di samping laptop. Makanya niat untuk membuat ulasan produk ini.

Awalnya, saya sendiri tidak tahu kenapa ini disebut kopi. Meskipun tahun telah berganti, dimana kopi yang tadinya identik dengan warna hitam kemudian hadir dengan berbagai varian warna. Sesuai namanya (creamy), kopi ini pun berwarna krem sebelum dan sesudah di seduh dengan air panas.

Mengenai kenapa akhirnya saya menganggapnya sebagai kopi, pada bagian komposisi kemasan sebenarnya juga telah menyebutkan Kopi instan. Juga, TORABIKA sendiri sudah lama saya kenal karena produk kopinya. Entah kalau ada produk lainnya yang tidak berhubungan dengan kopi sama sekali.

Mau disebut susu, juga tidak mungkin karena rasanya beda jauh. Apalagi disebut sebagai teh. Makin gak ada hubungannya.

Meskipun akan mengulas tentang hal ini, dasarnya pengetahuan saya tentang dunia per-kopian bisa dibilang tidak ada sama sekali. Tahunya cuma minum tok. Kalau suka ya diseduh, kalau tidak beli yang lain. Sesederhana itu saja.

Namun bagaimana pun, ada beberapa hal yang membuat saya menyukai creamy latte dari PT. Torabika Eka Semesta ini.

Pertama adalah desain kemasannya. (Lagi-lagi) meskipun tidak memiliki pengetahuan yang banyak dalam dunia desain produk, namun saya tidak bisa mengesampingkan fakta bahwa saya menyukai bagaiamana kemasan kopi ini terlihat oleh mata saya.

Entahlah mengenai komposisi desain, namun penggunaan warna yang diterapkan menurut saya sangat baik. Setidaknya saya rasa seimbang antara warna krem, coklat, dan sedikit warna merah yang menjadi background dari tulisan TORABIKA itu sendiri. Secara keseluruhan, saya anggap seolah seperti kue dengan tekstur yang lembut dan siap untuk disantap.

Coba bungkusannya bisa di makan, mungkin sudah habis saya lahap.

Kedua adalah rasanya yang tidak terlalu kuat. Kalau yang beginian memang salah satu favorit saya. Hal ini disebabkan karena terkadang timbul rasa kembung di perut setelah meminum kopi. Tapi, sejak rutin mengkonsumsi Creamy Latte selama beberapa bulan, meskipun isi perut kosong tetap tak merasakan kembung.

Ketika menyeduhnya tanpa gula pun sudah terasa manisnya untuk ukuran lidah saya. Dan jika ingin menambah rasa manisnya pun sudah tersedia gula pada setiap kemasannya. Apalagi dibungkus secara terpisah, jadi bebas mau menakarnya seberapa.

Ulasan kopi putih creamy latte

Hal ketiga yang juga sangat saya perhatikan adalah kopi yang telah saya minum tidak banyak meninggalkan "bekas" pada langit-langit rongga mulut. Entah mulut saya yang lagi error atau memang pengaruh dari kopi, kalau yang berwarna hitam atau coklat tua, biasanya ada sedikit ampas menempel di rongga mulut tersebut. Tapi kalau creamy latte sendiri sangat sedikit sekali. Bahkan, bisa dengan mudah diabaikan.

Karena hanya mengulas secara sederhana dengan pengetahuan saya yang minim, jadi se-singkat ini saja.

Intinya, untuk kelas "kopi putih", Torabika Creamy Latte tetap akan saya konsumsi (beli) untuk beberapa waktu ke depan dan lebih diprioritaskan dibanding produk selainnya yang sama. Bagaimana menurut Anda?


EmoticonEmoticon