Apa Itu Sampah E-Waste dan Bagaimana Anda Bisa Mengelolanya Secara Mandiri

Apa Itu Sampah E-Waste dan Bagaimana Anda Bisa Mengelolanya Secara Mandiri

Sudah tahukah anda mengenai limbah atau sampah elektronik? Istilah ini disingkat juga sebagai E-Waste (Electronic Waste) yaitu terminologi untuk elektronik yang telah menjadi usang dan rusak, tidak berfungsi lagi dan secara keseluruhan telah mencapai batas akhir umur penggunaannya (lifespan).


Definisi sampah elektronik

Seiring berjalannya waktu, kita menyadari bahwa perkembangan dan kemajuan teknologi hingga saat ini pun semakin meningkat. Bahkan sangat pesat. Setiap tahun terdapat teknologi baru, dimana kebanyakan perangkat elektroniknya menjadi sampah setelah pemakaian beberapa waktu tertentu baik jangka pendek maupun panjang.

Mari saya ajak anda ke beberapa tahun sebelumnya, terutama sekitar tahun 80-an hingga pada penghujung tahun 1999. Antara kedua tahun tersebut, untuk mendengarkan musik, tentu saja radio menjadi produk utama untuk digunakan mendengarkan musik. Sama dengan periode pada tahun-tahun sebelumnya. Bentuknya yang cukup besar menjadi sulit bagi kebanyakan untuk membawanya kemana-mana. Sebesar apapun rasa cinta orang pada musik, tidak begitu banyak yang memutuskan untuk membawa radio kemana pun mereka pergi. Lalu, tidak lama kemudian, Walkman yang sudah di produksi beberapa tahun sebelumnya menjadi semakin populer karena memberikan kesempatan bagi penikmat musik untuk tetap mendengarkan nyanyian favoritnya dimana-mana karena bendanya yang kecil. Begitu seterusnya, hingga kebutuhan untuk mendengarkan lagu semakin dimudahkan dengan smartphone hingga hari ini.

Pertanyaannya adalah…

…kita sudah tahu bahwa berbagai alat-alat elektronik tersebut sudah jarang bahkan semakin sulit ditemukan di pasaran, lantas kemana limbah yang dihasilkan sebelumnya? Mengingat bahwa, berbagai barang tersebut pasti akan rusak oleh berbagai penyebab, termasuk karena sudah tidak digunakan lagi sehingga langkah untuk merawatnya pun menjadi semakin mustahil.

Hal yang sama juga terjadi pada VCR yang kemudian digantikan oleh pemutar DVD, dan sekarang pemutar DVD digantikan oleh Bluray Player. Dan, masih sangat banyak lagi contoh-contoh elektronik lainnya seperti TV jadul , monitor, komputer, fax, telepon rumah, printer, dan pemutar CD, dan sebagainya.

Karena bertahun-tahun sudah tidak digunakan lagi, maka barang-barang elektronik tersebut berpeluang besar untuk mengisi tempat pembuangan sampah yang tersebar di seluruh dunia.

Sepertinya sudah sangat tak terkira mengenai berapa milyar ton jenis sampah elektronik ini memberikan sumbangan negatif terhadap lingkungan hidup kita. Dan, kita sendirilah yang membuatnya ada baik anda sebagai konsumen maupun produsen.

Mayoritas elektronik yang dibuang ke tempat pembuangan sampah mengandung beberapa zat atau bahan berbahaya seperti timbal, merkuri, dan berilium. Dalam skala kecil, pengaruh unsur-unsur tersebut memang tidak secara signifikan merusak alam, tapi kembali lagi, volume sampah yang sudah ada hingga saat ini menjadi susah untuk diprediksi mengingat kuantitasnya yang begitu besar. Jika diakumulasikan, jawaban akhir dari angka-angka tersebut sudah jelas merepresentasikan pula besarnya kemungkinan kerusakan yang mempengaruhi planet ini.

Kalaupun kita sudah melakukan langkah pendauran ulang, sudah benarkah teknik dan cara yang diterapkan? Ini juga kemudian menjadi tantangan tersendiri dan dibutuhkan pengetahuan (riset) yang mendalam serta penerapan teknologi yang tepat guna. Berbicara mengenai ini, tentunya dana menjadi hal utama yang harus diprioritaskan oleh Pemerintah.

Korupsi? Malas, ah. Kita bahas sampah elektronik saja, ya. Mari, kita lanjut!

Kenapa daur ulang sampah ini harus dilakukan dengan benar? Ketika limbah-limbah tersebut dibakar pada suhu yang rendah dan salah dalam menerapkan teknik daur ulangnya, maka akan menciptakan banyak racun lain seperti furans dan dioksin yang dikenal sebagai zat yang berbahaya di dunia. Selain itu, bahan-bahan beracun dalam elektronik tersebut juga dapat menyebabkan gangguan reproduksi, kanker, dan banyak gangguan kesehatan lainnya ketika limbah elektronik tidak didaur ulang dengan benar.

Berbagai sampah elektronik ini berkembang pesat tentunya juga disebabkan karena permintaan pasar yang tinggi dan negara-negara di mana elektronik ini diproduksi juga berkembang pesat, bahkan kebanyakan adalah negara-negara maju.

Makanya, stop dulu keinginan anda untuk beli hp murah produksi Cina, atau sekedar gaya-gayaan menggunakan iPhone dari Amerika, Alcatel dari Perancis atau Vertu Ti dari Inggris. Bukannya melarang. Hanya ingin mengingatkan bahwa setiap keputusan yang anda jalani bisa memberikan pengaruh terhadap lingkungan.

E-Waste adalah persoalan global yang hampir melibatkan seluruh umat manusia baik sebagai penyebabnya maupun mereka yang tidak melakukan apapun bisa terkena dampaknya.

Lalu, apa yang bisa anda lakukan terhadap limbah elektronik yang anda miliki?

Setelah mengetahui berbagai problematika dan bahaya dari sampah elektronik diatas, maka sudah seharusnya kita semua mengambil satu atau beberapa langkah kecil. Mulai perhatikan barang-barang terkait yang anda sendiri berencana membuangnya dan lakukan hal-hal sederhana dibawah ini!
  • Pikirkan kembali apakah anda benar-benar tidak membutuhkannya lagi. Anda bisa merencanakan untuk mendaur ulang atau menggunakannya kembali menjadi peralatan lain dengan fungsi yang berbeda.
  • Jika anda memiliki radio, hp bekas dan sebagainya, daripada menempatkannya di tong sampah langsung, coba dijual terlebih dahulu. Menggunakan marketplace online mungkin bisa menjadi alternatif utama. Banyak juga loh yang nyari peralatan elektronik yang sudah rusak untuk diperbaiki.
  • Jika barang-barang elektronik tersebut benar-benar tidak memiliki peminat, coba tanyakan pada keluarga, teman dan kolega anda. Barangkali mereka ingin menggunakan dan memilikinya. Bahkan, kalau perlu, tanya saja orang lain yang tidak anda kenal sekalipun.
  • Cari dan temukan organisasi atau lembaga pecinta lingkungan. Hubungi mereka apakah memiliki solusi bagi sampah elektronik anda atau tidak. Pada banyak kasus, biasanya mereka juga akan menyarankan anda untuk menghubungi rekan lain yang bekerja sama dengan mereka.
  • Berlangganan jasa angkut sampah. Cara ini selain murah dan menyelesaikan seluruh permasalahan limbah rumah tangga, bisa dikatakan juga efektif karena langsung ditangani oleh pihak yang profesional. Mengapa demikian? Sudah bukan rahasia lagi kalau mereka yang terlibat juga memiliki pasar sendiri tempat menjual sampah-sampah tersebut. Biasanya, mereka juga langsung berhubungan dengan pihak pertama (pabrik) yang sangat membutuhkan banyak material untuk kebutuhan produksi.
  • Berikan pada pemulung. Langkah ini sama dengan yang dilakukan oleh pihak-pihak pada poin kelima diatas. Dan, semoga ini juga menambah keberkahan hidup anda karena mau memberikan rejeki pada mereka yang mencarinya.

Penulis pribadi tentu saja tidak bisa mencegah anda untuk membeli gadget baru. Namun, jika anda belum bisa membuang sampah elektronik anda pada tempatnya, mohon mempertimbangkan untuk memberikan atau mengalihkannya pada orang yang tepat. Karena, bisa jadi ada orang lain di dunia ini yang mendapatkan keuntungan dari berbagai perangkat yang sudah tidak ingin anda gunakan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai E-Waste (Sampah Elektronik) ini? Jika anda punya ide lain atau pengalaman terkait dengan penangannya di rumah untuk mengelolanya secara mandiri, akan sangat berharga dan bermanfaat jika anda memberitahukannya via komentar. Dan, pembaca yang lain juga tetap bisa mendapatkan manfaat yang sama dengan anda.

Mari jaga lingkungan kita sejauh mungkin dari kerusakan yang diakibatkan oleh sampah elektronik dan jadilah bagian dari solusi untuk menjadikan alam semesta ini menjadi tempat yang lebih baik lagi untuk dihuni.


EmoticonEmoticon