4 Alasan Desa Wisata Menjadi Daya Tarik Lokal yang Perlu Dikembangkan

4 Alasan Desa Wisata Menjadi Daya Tarik Lokal yang Perlu Dikembangkan

Desa wisata secara sederhana dapat didefinisikan sebagai suatu kawasan yang terletak di daerah perdesaan yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai salah satu tempat atau destinasi (tujuan wisata). Perkembangan yang terjadi selama satu dasawarsa terakhir mengindikasikan bahwa betapapun pihak pengembang yakin akan kemampuan pariwisata sebagai salah satu mesin devisa negara, serangkaian akibat negatif selalu mengikutinya (Suryo Sakti Hadiwijoyo, 2012).

Pengembangan destinasi desa wisata

Apa saja dampak negatif dari kegiatan pariwisata tersebut?

Manusia selalu saja menjadi subyek utama dari kegiatan ini dan objek yang terkena dampaknya tidak hanya ke manusia itu sendiri. Namun, melebar ke banyak bidang lainnya yang saling berkaitan. Terjadinya degradasi (penurunan) kualitas lingkungan, kehidupan sosial dan budaya, serta kesenjangan ekonomi yang cukup besar antara masyarakat lokal dengan para investor (penanam modal). Tidak hanya itu saja, dengan semakin maraknya perluasan pariwisata dan intervensi modal asing di kawasan pedesaan juga menyebabkan adanya marginalisasi posisi sosial ekonomi masyarakat setempat.

Kenyataan diatas seharusnya menjadi peluang bagi pemerintah untuk semakin sadar dan menjawab tantangan “Sudah berkelanjutankah konsep dan kebijakan yang diterapkan saat ini?” Desa wisata memang dianggap memiliki kaitan dengan strategi pembangunan yang banyak terjadi dan diadopsi terutama pada negara-negara berkembang seperti Indonesia. Hal ini disebabkan karena sifatnya yang khas sehingga dikategorisasikan kedalam jenis industri kecil (Gannon, 1993).

Penyebab Desa Wisata Menjadi Daya Tarik Lokal yang Harus Dikembangkan

Terlepas dari berbagai kontroversi dan dampak yang ditimbulkan, pariwisata yang berada di desa-desa tetap memiliki karakteristik dan kearifan lokal yang istimewa dan tingkat keberagaman yang berbeda antara desa yang satu dan yang lainnya. Berikut uraian alasan yang melatarbelakangi kenapa desa wisata perlu dikembangkan dengan berbagai daya tarik dan atraksi yang dimilikinya, tentunya sesuai dengan kondisi sosial budaya, alam dan pembangunan wisata berkelanjutan.

1. Peningkatan ekonomi lokal

Sederhananya, semakin banyak wisatawan baik domestik maupun internasional (mancanegara) maka seharusnya akan ada trend positif peningkatan kondisi ekonomi desa tersebut terutama masyarakat secara umum. Tidak sekedar hanya untuk pemilik objek wisata dan penginapan, namun meluas hingga ke masyarakat kecil yang hanya mampu menyediakan produk dan jasa dengan modal yang kecil.

Contohnya adalah mereka-mereka yang menyediakan layanan transportasi seperti tukang ojek. Bukankah, semakin banyak turis, seharusnya semakin besar peluang mereka juga untuk memberikan fasilitas dalam mengakses tempat wisata dan daerah sekitarnya? Atau pemilik warung makan pinggir jalan yang menyediakan panganan lokal dengan suasana seperti apa adanya. Karena sebagian besar Objek dan Daya Tarik Wisata (ODTW) yang ada tersebar di pedesaan, maka sudah sepantasnya juga berpengaruh terhadap peningkatan taraf hidup kesejahteraan masyarakat setempat.

Ironisnya, meningkatnya angka keseluruhan wisatawan per tahun plus pembelanjaannya yang tergolong sangat fantastis, tidak ikut serta dirasakan dampak positif tersebut oleh kebanyakan masyarakat.

2. Peluang Pelestarian Alam dan Adat Istiadat Lokal Semakin Besar

Salah satu efek negatif globalisasi adalah adanya pola yang mengarahkan kita menuju cara hidup baru yang ditunjukkan oleh kalangan tertentu melalui berbagai media seperti tv, radio, media online dan sebagainya. Hal ini sangat berpengaruh terhadap pola hidup awal yang sudah dimiliki dan sifatnya sangat positif namun cenderung berpeluang untuk ditinggalkan secara perlahan-lahan. Seperti budaya belanja yang semakin marak yang menyebabkan semakin menumpuknya sampah, perilaku yang mencerminkan ketidaksopanan, dan masih banyak lagi.

Oleh karena tren pariwisata dunia selalu berubah-ubah, maka menjadi penting untuk selalu melindungi lingkungan alam dan adat istiadat masyarakat dengan mengedepankan agama dan kearifan lokal dari para leluhur yang sudah berusaha menjadi suri tauladan selama hidupnya bagi generasi sekarang dan yang akan datang.

Ketika alam dan adat benar-benar dilestarikan, maka itu juga merupakan wujud dari konsistensi pemerintah dalam memajukan dunia wisata secara prima dan total serta berkelanjutan.

3. Tingginya Antusiame Masyarakat

Yang menyenangkan sekaligus menjad kekuatan dari suatu desa terutama yang banyak kita temui di Indonesia adalah partisipasi aktif masyarakat dalam berbagai kegiatan dan program pemerintah. Keturut-aktifan ini juga yang kemudian menjadi peluang besar dan indikator keramahan lokasi wisata yang akan dikembangkan.

Pola hidup masyarakat yang sederhana dan bahkan terkesan polos ini sebenarnya (mungkin saja) banyak juga dimanfaatkan oleh para investor asing untuk meraup keuntungan dari kegiatan wisata sebanyak-banyaknya. Namun, jika pihak berwenang mampu menyediakan pendidikan dan upaya penyadaran yang optimal, bukan tidak mungkin bahwa pelaku bahkan pemilik dan pengelola desa wisata itu sendiri adalah individu atau kelompok masyarakat setempat yang saling bekerja sama untuk membangun kawasannya dalam dunia kepariwisataan. Karena merekalah yang memiliki andil utama dalam bidang tersebut. Keberlanjutannya pun adalah merupakan kesepakatan diantara sesama masyarakat.

Masyarakat lokal-lah yang harus dibimbing terlebih dahulu sebagai kekuatan untuk meningkatkan daya tawar dan daya saing desa wisata sebagai salah satu produk unggulan kepariwisataan dalam negeri.

4. Keberagaman dan Karakteristik yang Dimiliki

Beda desa tentunya berbeda pula kondisinya baik dari segi lingkungan, topografi, sosial budaya dan lainnya. Semakin banyak desa yang dikembangkan aspek kepariwisataannya, sudah jelas apa yang akan ditawarkan pun akan semakin beragam (banyak pilihan) baik dari segi lokasi maupun atraksi. Ada desa yang pemukimannya tidak jauh dari lokasi air terjun, ada juga yang memiliki waduk, dan ada pula yang kebanyakan didominasi oleh para pengrajin sehingga dikembangkan secara khusus seperti di kawasan Kasongan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Berbagai ciri khas tersebut akan menjadikan suatu desa memiliki daya tawar yang tinggi hingga mampu menarik banyak minat wisatawan untuk mengunjunginya. Dan masih banyak lagi contoh konsep desa wisata lainnya yang bisa menginspirasi bahkan mungkin sudah pernah anda datangi.

Sehubungan dengan berbagai penjelasan diatas mengenai alasan mengapa desa wisata menjadi daya tarik yang perlu dikembangkan, tentu masih ada hal lainnya yang belum terpikirkan oleh saya sendiri. Dan, anda mungkin mengetahui penyebab lainnya kenapa perlu untuk ditingkatkan lagi. Silahkan sampaikan melalui komentar jika anda memiliki pendapat tambahan lainnya.

Terima kasih dan semoga bermanfaat.


EmoticonEmoticon