5 Elemen Dasar Desain Eksterior Rumah atau Bangunan

5 Elemen Dasar Desain Eksterior Rumah atau Bangunan

Jika anda ingin mengetahui lebih dalam mengenai apa itu desain eksterior untuk menciptakan rumah yang indah dan elegan tentunya harus memahami elemen-elemen yang menjadi dasar pembentuk sebuah bangunan tersebut. Elemen-elemen ini memiliki peran yang signifikan dalam mewujudkan keindahan dan fungsi yang tepat sehingga suatu bangunan menjadi seimbang sesuai dengan penggunaan material yang akan digunakan serta model dan gaya yang diinginkan.

Mengenal elemen dasar eksterior bangunan

5 elemen dasar dalam desain eksterior

a. Pengaturan cahaya

Cahaya merupakan elemen penting yang mampu membuat sebuah obyek dapat dilihat dengan jelas ataupun samar. Karena area diluar bangunan memiliki tingkat pencahayaan maksimal terutama pada siang hari yang bisa sangat berlebih, maka kondisi ini akan berpengaruh dalam keputusan anda dalam memilih warna dan juga pola yang akan digunakan.

Selain meningkatkan kualitas visual bangunan, objek akan terlihat lebih jelas dan juga lebih detail. Oleh karena itu, anda juga bisa menghindari kekurangan pada pola dengan menggunakan warna cerah yang cocok dengan tingkat kontras sedang. Pada daerah dengan intensitas cahaya yang kurang, jika anda ingin menonjolkan sisi eksterior suatu bangunan, anda bisa menggunakan kontras warna yang tinggi dan tegas. Begitu pula sebaliknya pada daerah dengan intensitas cahaya yang banyak.

b. warna dan pola

2 unsur desain yang dapat anda aplikasikan di berbagai elemen eksterior adalah warna dan pola. Contoh yang paling sederhana seperti aplikasi pada dinding menggunakan cat dengan warna apapun. Pada dasarnya, sebenarnya selain warna pada dinding, anda juga bisa memanfaatkan warna cat alami sekitar seperti taman dengan berbagai warna tanamannya.

Keberadaan bunga dengan waran-warna menarik bisa dengan baik membentuk kesan yang indah pada aspek eksterior secara keseluruhan. Menerapkan desain dengan pola tertentu juga bisa sangat membantu anda mengurangi biaya namun ampuh untuk mendapatkan tampilan yang lebih menarik seperti penggunaan pot tanaman ataupun desain pagar dan pintu rumah yang unik.

c. Mix and match

Perpaduan antara warna dan pola merupakan kegiatan yang bisa dibilang mudah namun sebenarnya juga cukup menantang. Hal termudah yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan satu tema warna yang dikombinasikan dengan pola yang seragam. Modifikasinya pun bisa hanya berbekal warna turunan dari warna utama dan pola yang serupa serupa.

Jika ingin tampilan yang sederhana tapi tetep serasi, saya biasanya memadukan dua atau tiga jenis warna yang berbeda tanpa memberikan motif apapun atau membuat satu motif tertentu yang diaplikasikan dengan warna yang berbeda-beda. Namun, jika ingin tampilan yang lebih unik dan eksentrik, kita harus berani memadukan banyak warna dan juga motif.

d.   Elemen horizontal

Elemen horizontal dapat membentuk suatu ruang dengan adanya perbedaan warna, material, tekstur, pola lantai dan sebagainya. Sebagai contoh, sebuah tikar.karpet yang digelar sudah dapat membentuk ruang karena warna dan material serta teksturnya yang berbeda dengan kondisi sekitarnya.

Selain itu, elemen ini juga dapat dibuat dengan beragam variasi misalnya dengan menaikkan atau menenggelamkannya ke bawah. Jika terdapat perbedaan pada ketinggian elemen horizontal bawah dengan sekitarnya, maka kesan keterpisahan ruang yang ditimbulkannya pun akan semakin kuat. 

e.    Elemen Vertikal

Berbicara mengenai elemen ini, saya dulunya menganggap sisi vertikal bangunan dengan melihatnya sebagai dinding. Padahal sebuah elemen vertikal memiliki variasi yang banyak sekali. Selain berwujud sebagai dinding dengan berbagai variasi ketinggian, bisa juga dengan gantungan pot-pot bunga diatas teras rumah atau kerai bambu, rangka kayu dan sebagainya.

Bahkan, sepertinya bisa juga kita membuat air terjun sebagai elemen vertikal kita. Jika saya mengunjungi pasar yang menjual banyak daging, saya bahkan bisa melihat bagaimana daging-daging yang bergelantungan tersebut menjadi pembentuk dan mempertegas ruang antara area pembeli dan penjual.

Kelima elemen diatas secara bersama membentuk suatu eksterior bangunan dengan kualitas bangunan tertentu yang bersumber dari material dan model yang digunakan. Setiap pilihan yang anda putuskan mempunyai konsekuensi tersendiri terhadap kualitas bangunan nantinya.

Sebagai contoh, jika kita memilih membentuk bangunan dengan hanya mengandalkan elemen horizontal yang dipadukan dengan warna tetapi ketinggiannya sama dengan sekitarnya, maka hanya akan terbentuk ruang yang terbuka baik secara fisik maupun visual.

Hal ini akan jauh berbeda jika saya dan anda membentuk ruang dengan mengkombinasikan antara elemen horizontal atas dan bawah serta elemen vertikal berupa dinding-dinding yang masif. Maka kesan bangunan yang didapatkan adalah rasa tertutup dimana bangunan tersebut kemudian akan kita sebut entah sebagai rumah, kantor, ataupun pusat perbelanjaan.


EmoticonEmoticon