3 Penyebab Anda Mengatakan "Saya Tidak Bisa Menulis"

Ada 2 hal yang biasanya (mungkin ya) menyebabkan seorang blogger baru tidak begitu bersemangat untuk mulai membuat blog dan mulai menulis di dalamnya. Pertama adalah ini merupakan hal yang baru baginya. Bahwa seolah membuat blog itu harus paham pemrograman atau kuliah dulu di informatika. Dan yang kedua adalah seolah menulis itu hanya untuk orang tertentu yang memiliki bakat di bidang tulis-menulis.

Kenapa Anda merasa sulit untuk menulis?

Dan jika kedua hal diatas benar adanya atau Anda rasakan hingga saat ini, maka kekhawatiran tersebut tidaklah begitu diperlukan. Karena saya sendiri sudah membuktikannya.

Saya tidak tahu bahasa pemrograman website dan juga tidak memiliki bakat menulis sejak dulu, namun setidaknya di blog ini sudah berisi seratusan lebih tulisan yang telah dipublikasikan saat artikel ini hadir di hadapan Anda.

Entah tulisan saya bagus atau tidak, saya tidak tahu. Yang penting bagi saya adalah tetap menulis semampu saya.

Penyebab Anda merasa tidak bisa menulis di blog

Karena kedua hal yang saya sebutkan diatas merupakan sugesti enggak penting dalam pikiran kita sendiri, maka baiknya dikesampingkan saja sedari awal karena bisa membuat Anda untuk mengurungkan niat untuk menulis dan berkembang.

Apalagi kedua hal yang mengada-ada tersebut sebenarnya hanyalah mitos belaka. Pemblokir kreativitas.

Jika sudah bisa diatasi namun Anda tetap saja merasa belum mampu untuk menulis, beberapa hal di bawah ini mungkin menjadi penyebabnya.

1. Tidak percaya diri

Saya tidak bisa menyarankan Anda bagaimana agar bisa menjadi orang yang penuh dengan kepercayaan diri yang tinggi karena saya hingga saat inipun masih mengalaminya.

Salah satu tolok ukurnya adalah hadirnya blog ini yang saya buat dengan profil anonim (baca: palsu). Alasan utamanya adalah ingin berekspresi dan belajar menulis, namun masih ada "ketakutan" ketika nantinya tulisan di blog ini dianggap salah, keliru bahkan hingga menuai kritik. Jujur saya belum mampu menghadapi hal tersebut dengan kondisi mental yang menganggap diri sebagai seorang introvert.

Terus terang saya belum siap. Dan saya pun salut pada blogger lain yang justru bersikap sebaliknya dimana hal tersebut merupakan salah satu pencapaian yang ingin saya raih kelak.

Jika saja saya membuat blog ini dengan profil yang sebenarnya, bisa jadi tulisan yang ada masih sekitaran jumlah jari tangan. Bahkan tidak ada sama sekali.

Bisa jadi.

Namun tentunya saya ingin tetap belajar dan berkembang. Harapannya bahwa mental block semacam ini bisa dihancurkan suatu saat nanti.

2. Anti-dialog

Berdiskusi tentunya bisa menambah berbagai khasanah pengetahuan. Apalagi yang diajak berdialog tidak sekedar berpengalaman namun juga berpengetahuan melebihi kita sendiri.

Saya sendiri kerap ketika berdiskusi maupun ngobrol ngalor-ngidul bersama teman via telepon, pada banyak kesempatan mampu membantu mendapatkan ide baru yang kemudian ingin ditulis dan dipublikasikan di blog.

Bahkan sesuatu yang awalnya tidak berkaitan dengan blog saya sendiri justru mendapatkan bantuan ide dari hal-hal yang tidak terpikirkan sebelumnya.

Jadi jika kebingungan maupun menemui kebuntuan akan menulis apa di blog, cobalah untuk menghubungi teman Anda. Terserah apakah mau langsung curhat sesuai dengan kebingungan tersebut, meminta saran, atau bebas mau membicarakan apapun.

3. Kurang membaca

Entah ini kutipan siapa, namun saya ingin menghadirkannya dalam artikel ini karena menurut saya sangat relevan:
"Penulis yang baik adalah juga pembaca yang baik."
Sangat berkaitan karena bagaimana pun, kita juga banyak mendapatkan pengetahuan dari hasil membaca.

Tinggal bagaimana kita mengolah hasil yang sudah melekat di dalam pikiran kita tersebut menjadi sebuah tulisan atau artikel blog.

Mengenai hal ini, saya menyarankan diri saya sendiri untuk menyempatkan diri membeli satu buku setidaknya sebulan sekali (minimal).

Maklumlah cara lama karena sebanyak apapun saya membaca di internet, tetap saja begitu mudah dilupakan karena kemudahan mengakses informasi yang begitu banyak. Berbeda dengan hasil membaca buku yang saya pribadi merasa lebih nyaman, juga ingatan terhadap bahan bacaan menjadi lebih lama.

Dengan membaca (baik buku maupun internet) saya juga menemukan banyak perbendaharaan kata serta diksi-diksi yang tidak saya ketahui sebelumnya. Dan itu salah satu hal yang kemudian membantu saya dalam membuat sebuah artikel online di blog ini.

Ketiga penyebab diatas belum mampu saya aplikasikan semuanya. Terutama terkait pada poin pertama yang terkesan bahwa saya masih malu-malu atau bahkan pengecut.

Tapi saya tetap berusaha semampu saya. Terutama jika ada ide baru dan juga memiliki waktu untuk menuliskannya.

Artikel ini sendiri merupakan salah satu hasil dari obrolan saya dengan dua orang teman di kampung halaman via telepon.

Secara keseluruhan, jika Anda ingin belajar dan juga mengasah kemampuan menulis Anda terutama menggunakan media blog, saran saya adalah mulailah saat ini juga dan jangan banyak kompromi (beralasan) mengenai hal ini.

Semakin cepat Anda memulainya dan tetap berusaha konsisten, diharapkan bahwa kemampuan Anda juga akan semakin lebih baik lagi. Kalaupun masih bingung untuk menulis apa, mulailah dari hal-hal kecil yang Anda pahami dalam hidup Anda. Atau cukuplah dengan menulis tentang kebingungan Anda sendiri.


EmoticonEmoticon