Langsung ke konten utama

Akhirnya, Blog Ini Punya Domain Sendiri Juga

Tercatat di dashboard pada fitur postingan blogger, blog ini pertama kali mempublikasikan artikel pada tanggal 2 Januari 2018 yang lalu. Masih saya ingat dengan jelas saat membuatnya malam hari di salah satu warnet yang berada di Jogjakarta.

Awalnya, tentu saja masih menggunakan sub-domain. Nama blognya sampai beberapa hari yang lalu adalah PinkFavor.blogspot.com dan sekarang Alhamdulillah sudah berubah dengan membeli nama domain sendiri seperti yang ada saat ini di salah satu registrar yang ada di Indonesia.

Domainnya sendiri sebenarnya merupakan salah satu expired domain. Bekas dari pemilik sebelumnya yang entah berasal dari mana, yang jelas berbahasa inggris. Meskipun nama domainnya panjang, bahkan mengandung 3 kata, tetap saja saya daftarkan. Hal ini karena saya sendiri suka dengan nama domain tersebut.

Menurut saya, nama domainnya unik meskipun mungkin susah untuk diingat, apalagi memang berbahasa inggris.

Kalau mau mengikuti saran pakar SEO atau yang ngaku-ngaku pakar, nama tersebut mungkin jauh dari kata ideal.

Tapi mau bagaimana lagi, selain Domain Authority (DA) cukup tinggi menurut saya (21), nama tersebut juga langsung sreg dengan hati saya sendiri.

Memutuskan untuk membeli dan mengganti nama domain blog TLD

Sebelumnya, domain bekas ini juga sepertinya bekas blog pribadi ketika saya cek di web.archive.org. Tidak ada history yang saya peroleh bahwa nama domain ini merupakan blog spam, bekas PBN, bekas redirect domain, dan sebagainya.

Intinya murni digunakan oleh blogger sebelumnya untuk keperluan pribadinya sendiri. Sepertinya loh ya.

Backlink-nya juga sedikit banget. Mungkin bukan jenis nama domain yang menjadi incaran pakar internet marketing. Bahkan saya sendiri heran kok bisa sampai DA-nya hingga 20-an.

Membeli dan menggunakan nama domain yang sekarang sebenarnya untuk keperluan percobaan saja. Yang awalnya domain ini dibangun menggunakan platform WordPress, kemudian seperti yang Anda lihat saat ini, yaitu diganti menjadi Blogger.

Cuma penasaran saja, bahwa dengan DA tersebut apakah bisa mendongkrak jumlah trafik atau tidak.

Mengenai hal tersebut, sebenarnya mungkin sudah banyak yang menuliskannya. Tapi karena penasaran ingin mencoba sendiri, alhasil jadilah sebagaimana yang Anda lihat saat ini.

Saya sendiri sebelumnya pernah mempublikasikan mengenai alasan kenapa harus membeli nama domain blog, silahkan saja dibaca bagi yang belum. Dari sekian alasan yang ada, ternyata saat ini bertambah satu lagi, yaitu untuk eksperimen atau percobaan terkait optimasi mesin pencari (SEO).

Terutama yang berhubungan dengan turun-naiknya nilai DA dan juga PA, pengaruhnya terhadap trafik atau jumlah pengunjung, bekas domain yang dulunya berbahasa inggris menjadi blog berbahasa Indonesia dan masih banyak lagi.

Serius, saya penasaran sekali dengan semua itu dan akhirnya memutuskan untuk mencobanya sendiri.

Meskipun belum menentukan selama apa waktu eksperimen tersebut, yang jelas saya membatasi minimal berlangsung selama 3 bulan untuk memonitor perkembangan yang ada sembari tetap berusaha mempublikasikan konten di blog ini semampu saya.

Jika hasilnya positif ya Alhamdulillah, kalaupun tidak, setidaknya saya harus mencari tahu di bagian mana yang menjadi permasalahan dan mencari solusinya. Tetapi semoga saja perkembangannya positif.

Kan lumayan kalau nanti saya memutuskan untuk memasang iklan Google Adsense disini ataupun bekerjasama dengan pihak lain untuk mendapatkan penghasilan blog dari postingan berbayar (content placement).

Namanya juga usaha, jadi ya kita coba saja dulu.

Oh ya, nama domainnya sendiri saya beli di Hostinger. Biaya yang saya transfer adalah Rp. 110.700,- Harga pasnya sebenarnya adalah Rp. 110.680,90,- Awalnya sebenarnya ingin disamakan dengan platform sebelumnya yang juga menggunakan WordPress, tapi karena harus beli hosting, jadi saya urungkan dulu.

Kalau harus beli hosting juga kan biayanya cukup lumayan besar tuh. Yah, mendekati 400 ribuan lah. Padahal saya sendiri belum memutuskan sistem monetisasi apa yang akan digunakan.

Jadi setidaknya, dengan merubah platform ini bisa jadi bahan pembelajaran juga apakah expired domain yang dibangun dengan platform yang berbeda dengan yang sebelumnya masih memiliki power yang cukup kuat atau tidak.

Jangan-jangan nilai DA-nya malah cepat turun atau ada hal lain yang belum pernah saya ketahui.

Merubah nama domain blog ini juga sebagai salah satu bukti keseriusan saya untuk ngeblog. Bukan bermaksud membuktikannya ke pihak lain, tapi lebih agar semakin semangat lagi. Biasanya yang saya rasakan, ngeblog menggunakan sub-domain saja atau yang gratisan, motivasinya cukup beda. Gak tahu deh kalau blogger lain.

Itu menurut saya saja.

Namanya juga sudah mengeluarkan modal untuk beli domain TLD, jadi sayang saja kalau ditelantarkan begitu saja.

Sejauh ini, saya rasa itu saja dulu yang perlu saya sampaikan terkait perubahan nama domain blog ini yang sudah di custom domain. Jika Anda memiliki pertanyaan, silahkan sampaikan melalui komentar di bawah ini. Terima kasih sudah membaca dan semoga bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Merubah Ekstensi File di Windows 10

Format atau ekstensi file di laptop Anda pasti akan sangat beragam. File dokumen bisa memiliki ekstensi .docx jika menggunakan WPS Office ataupun Microsoft Office Word, .txt, .pdf, .xlsx untuk dokumen Excel dan masih banyak lagi. Begitu juga foto/gambar dengan format .jpeg, .jpg, .png, maupun .gif dan sebagainya.

Sangat variatif karena banyaknya jenis file yang ada.

5 Elemen Dasar Desain Eksterior Rumah atau Bangunan

Jika anda ingin mengetahui lebih dalam mengenai apa itu desain eksterior untuk menciptakan rumah yang indah dan elegan tentunya harus memahami elemen-elemen yang menjadi dasar pembentuk sebuah bangunan tersebut. Elemen-elemen ini memiliki peran yang signifikan dalam mewujudkan keindahan dan fungsi yang tepat sehingga suatu bangunan menjadi seimbang sesuai dengan penggunaan material yang akan digunakan serta model dan gaya yang diinginkan.

Cara Agar Ikon Folder Tidak Menampilkan Thumbnail File Didalamnya

Di Windows 10 dan versi sebelumnya, ketika menampilkan ikon folder dalam ukuran yang besar (large) biasanya juga akan menjadikan isi folder tersebut sebagai bagian dari bagaimana folder ditampilkan ke pengguna. Misalnya isi folder Anda adalah beberapa foto. Maka salah satu diantara foto tersebut akan menjadi thumbnail dari tampilan folder. Ikon folder yang awalnya seperti hanya terdiri dari 1 warna kemudian bercampur dengan berbagai warna bahkan foto yang ada didalamnya.