Cara Mendapatkan Backlink Gratis Dengan Hanya Modal Artikel

Tidak sampai 1 jam sebelum saya mulai menuliskan artikel ini, salah satu artikel blog saya yang lainnya mendapatkan backlink berkualitas dari situs lain dengan hanya bermodalkan artikel yang sudah dipublikasikan. Dan bagi anda yang ingin mengetahui lebih lanjut bagaimana cara saya melakukannya, saya akan menjelaskannya sebisa mungkin sesuai dengan apa yang saya ketahui.

backlink gratis dari situs lain modal artikel berkualitas

Beberapa jam yang lalu ketika telah selesai mempublikasikan artikel di blog, tentu saja langkah yang harus saya lakukan selanjutnya adalah mengindeks url artikel agar muncul di Google. Dan setelah itu, iseng-iseng cek fitur links yang ada di Google Search Console, terdapat salah satu sumber link yang berasal dari situs yang tidak saya ketahui sebelumnya.

Akhirnya karena penasaran, maka saya coba buka linknya dan ternyata situs tersebut adalah salah satu situs bisnis yang menyediakan layanan yang berhubungan dengan dunia periklanan (advertising).

Kabar buruknya, situs tersebut tanpa ampun melakukan copy-paste artikel yang ada di blog saya. Padahal di salah satu halaman situsnya, diinformasikan bahwa mereka memiliki komitmen terhadap etika profesi. Duh!

Tapi tidak apa-apalah ya, karena saya juga malas berurusan dengan tukang copy-paste bahkan untuk sekedar melaporkannya ke pihak DMCA Google karena telah melanggar hak cipta. Tanpa izin lagi.

Tapi, saya ingin melupakan itu sejenak karena sepertinya, situs tersebut hanya ingin mengupdate kontennya serta situsnya pun tidak dimonetisasi dengan menampilkan iklan terutama dari Google Adsense karena situsnya adalah situs bisnis yang menawarkan layanan periklanan.

Saya tidak baca lebih jauh mengenai seberapa besar admin situs tersebut melakukan copy-paste artikel saya. Namun sepintas, untuk teksnya saya yakin bahwa 99% tidak ada perubahan. Dan entah adminnya benar-benar menyonteknya hingga pada tanda baca terakhir, saya juga malas untuk membandingkannya dengan yang aslinya.

Bedanya paling gambarnya saja yang tidak ada sama sekali pada konten yang "dicuri" tersebut.
Rekomendasi: 7 Kelalaian Saya Saat nge-Blog
Tapi lagi-lagi, kabar baiknya saya masih tenang-tenang saja dulu terhadap kejadian ini. Tunggu saja kalau artikel saya tersebut sudah masuk halaman 1 dan bersaing dengan artikel asli, barulah saya akan berpikir untuk melakukan langkah yang saya anggap pantas.

Kembali pada topik utama pembicaraan kita yaitu mengenai sumber backlink gartis ini meskipun caranya tidak se-etis deskripsi visi yang diusung bisnis tersebut.

Bersyukurnya saya, admin situs tetap mencantumkan sumber blog yang menjadi referensinya bahkan tanpa saya minta. Dan pada informasi sumber tersebutlah tempat dimana backlink saya dapatkan.

Tipe backlinknya adalah DoFollow dengan anchor text yang sama persis dengan sumber url artikel saya atau biasa disebut sebagai Naked URL atau Naked Link. Jadi backlinknya bukan menargetkan kata kunci dan juga bukan jenis keyword branded dengan menuliskan saja nama brand blog saya.

Tapi ya, karena tipe backlinknya adalah dofollow dan juga Domain Authority situsnya lebih besar dari blog saya, maka saya biarkan saja dan tetap percaya bahwa hal itu masih mending dan masih terhitung berkualitas. Setidaknya itu yang saya percayai.

Apalagi, banyak kok situs yang mendapatkan backlink seperti ini dan tidak kunjung dianggap sebagai toxic link (link beracun). Jadi, sejauh ini saya biarkan saja.

Yang jadi pertanyaan saya adalah: Apa yang telah saya lakukan sebelumnya sehingga artikel di blog sederhana tersebut sampai bisa "dicuri" oleh situs bisnis itu?

Akhirnya, dengan pengetahuan dan kemampuan yang seadanya, saya mulai memikirkan bahwa penyebabnya tidak lain adalah karena si admin situs tersebut suka dengan apa yang sudah saya publikasikan.

Namun tahukah anda bahwa menulis apa saja yang bisa berpeluang untuk mendapatkan backlink gratis seperti itu bahkan yang lebih berkualitas lagi, yang harus anda lakukan salah satunya adalah mempublikasikan konten yang banyak dicari orang?

Saya masih ingat bahwa inspirasi dan ide dari artikel saya tersebut merupakan salah satu hasil dari kegiatan riset kata kunci (keyword). Saya lupa berapa volume kata kunci yang saya targetkan, namun sepertinya persaingannya masih cukup rendah dengan hasil pencarian yang masih dibawah 500ribuan.

Tapi beruntungnya, target kata kunci tersebut bisa masuk ke halaman 1 Google. Kalaupun artikel tersebut pernah saya berikan backlink, paling hanya 1 atau 2 saja. Dan saya pun sepertinya tidak pernah share ke media sosial seperti Facebook dan Twitter karena memang saya malas untuk melakukan itu.

Dengan melakukan riset kata kunci dan mulai menulis serta mempublikasikan artikelnya, anda dan saya sebenarnya sudah memulai salah satu langkah utama agar penyebaran konten anda akan semakin banyak yang membacanya.

Anda sudah mulai melakukan optimasi blog atau situs dengan dipublikasikannya artikel hasil riset kata kunci tersebut.

Karena jika target kata kuncinya memiliki volume yang cukup banyak menurut anda dengan tingkat persaingan yang rendah, maka peluang untuk masuk halaman 1 Gogle pun akan semakin besar. Padahal Domain Authority (DA) blog saya tersebut bahkan tidak menyentuh skor 10 saat saya menuliskan artikel ini.

Jadi hampir bisa dipastikan bahwa tidak banyak yang saya lakukan selain menulis artikel yang target kata kuncinya sudah diriset sebelumnya. Dan karena sudah berhasil masuk halaman 1, maka tidak hanya berpeluang untuk mendapatkan banyak pengunjung, namun ternyata juga berpeluang untuk mendapatkan backlink secara gratis.

Karena itu, optimasi situs menggunakan teknik SEO tidak hanya berhenti manfaatnya ketika situs anda sudah masuk ke halaman 1 Google dan mulai mendapatkan banyak trafik. Namun juga anda bisa berpeluang mendapatkan backlink baru yang bersumber dari pengelola blog atau situs lainnya.

Saya masih ingat bahwa ketika saya menyukai tulisan tertentu, kadang saya juga mulai membuat artikel yang berkaitan dan bahkan memberikan backlink secara gratis. Tapi biasanya saya tidak menggunakan naked url melainkan nama situs yang dituju atau menyematkan kata kunci yang saya anggap berhubungan.

Dan hal yang saya lakukan tersebut bisa saja terjadi pada blog yang saya kelola juga.

Dengan adanya pengalaman ini, setidaknya saya semakin tersadarkan lagi bahwa sejak awal, riset kata kunci dan menyediakan konten yang berharga itu memang sangat penting sekali. Terutama dalam kaitannya dengan peluang mendapatkan sumber backlink baru yang secara positif sangat membantu dalam mengoptimasi sebuah blog atau situs.
Baca juga: Blogger Harus Tahu 1 Manfaat Penting Punya Blog Multi-Topik
Hal tersebut tentu saja akan sangat berpengaruh juga kan pada penghematan biaya untuk beli backlink? Dan bahkan, ketika akan semakin banyak sumber backlink yang situs anda dapatkan secara gratis, maka bisa jadi anda tidak perlu lagi memikirkan bagaimana strategi membangun blog PBN yang biayanya cukup mahal untuk digunakan sebagai sumber backlink yang anda buat sendiri. Belum lagi anda harus banyak menginvestasikan waktu untuk menulis artikelnya.

Bagaimana menurut anda?


EmoticonEmoticon