9 Cara Saya Menulis Artikel SEO di Blog

Salah satu manfaat menulis artikel SEO secara manual adalah agar blog atau artikel yang akan dipublikasikan tersebut nantinya bisa bersaing dengan artikel lainnya yang sudah ada dan memperbesar peluang agar artikel anda bisa muncul di halaman 1 Google. Dengan begitu, maka blog anda pun berpeluang untuk mendapatkan banyak pengunjung bahkan hingga ribuan per hari dan seterusnya hanya dari mesin pencari saja. Dan karena artikel SEO itu sendiri banyak contohnya, maka saya hanya akan mempublikasikan saja apa yang saya terapkan dan juga lakukan.

Jika saya mengatakan untuk “menulis artikel SEO secara manual,” maka hal itu berarti bahwa artikel yang akan dipublikasikan bukanlah bersumber dari software ataupun situs lainnya yang memungkinkan untuk menulis ulang artikel yang sudah ada.

Teknik menulis artikel SEO blog

Akan lebih baik jika artikel SEO itu sendiri ditulis secara manual berdasarkan hasil riset dan juga pemikiran anda dibanding menyerahkannya pada sebuah mesin penulis.

Karena meskipun mesin atau software tersebut bisa membantu anda untuk menyelesaikan pekerjaan menulis, artikel yang akan anda hasilkan tetap tidak akan se-oroginal jika anda melakukannya secara manual.

Meskipun juga hasilnya unik dan bahkan tidak terdeteksi copy-paste, 1 artikel yang dibuat menjadi banyak artikel yang sejenis menggunakan software tidak akan banyak membantu perkembangan blog anda kedepannya.

Bisa saja dengan sebuah software anda mampu mempublikasikan hingga ribuan artikel dalam sehari, namun berapa peluang untuk blog tersebut bisa mendapatkan banyak pengunjung?

Cara yang saya gunakan untuk menulis artikel SEO secara manual

Saya anggap bahwa anda sudah melakukan riset kata kunci mengenai apa yang akan anda tuliskan di blog. Dengan begitu, anda tinggal membuat jari-jemari anda menari-nari diatas keyboard.

Sebagai pengingat, karena kata kunci yang akan ditargetkan sudah ada, pastikan bahwa volume pencariannya cukup tinggi dengan tingkat persaingan yang rendah.

Hal tersebut dimaksudkan agar lebih memudahkan lagi artikel anda untuk masuk ke halaman 1 Google. Namun meskipun anda memiliki kata kunci dengan tingkat persaingan yang tinggi pun, cara menuliskan artikelnya berdasarkan kaidah SEO yang saya ketahui dan terapkan akan sama saja.

1. Masukkan kata kunci dalam judul dan url artikel

Akan ada beberapa atau bahkan banyak artikel yang anda dapatkan tidak memiliki kata kunci utama baik pada judul artikel maupun url-nya atau salah satunya saja.

Namun, sangat disarankan jika anda memasukkan kata kunci yang anda targetkan dalam artikel anda baik di judul maupun url terutama pada blog yang baru berumur beberapa bulan untuk memastikan dengan baik bahwa mesin pencari memahami dengan baik mengenai apa sebenarnya yang menjadi isi artikel tersebut.

Seringkali, saya pun selalu mengusahakan untuk memasukkan kata kunci utama baik di judul maupun url dan artikel tersebut pun tetap mendapatkan pengunjung dari tahun sebelumnya bahkan hingga hari ini.

Dan tidak heran jika ada beberapa kata kunci utama dan turunannya yang berhasil merajai halaman 1 Google hingga saat ini.

Perhatikan juga bahwa judul artikel jangan kepanjangan agar bisa terbaca semua. Karena itu, ketahui cara melihat tampilan judul artikel blog di SERP sebelum dipublikasikan untuk memastikan

2. Masukkan kata kunci utama pada paragraf utama

Setelah judul dan url artikel mengandung kata kunci utama, maka tahap selanjutnya adalah mulai menuliskan artikel dimana saya selalu mengusahakan agar paragraf pertama artikel saya mengandung kata kunci yang ditargetkan.

Jika kata kuncinya terdiri dari 3 atau 4 suku kata yang terdengar aneh etika diucapkan karena memang tidak tersusun sesuai dengan kaidah bahasa yang benar, jangan paksakan bahwa kata kunci yang ada harus ditulis apa adanya (exact keyword).

Yang perlu anda pastikan adalah yang penting setiap kata tersebut berada di paragraf utama meskipun tersebar di kalimat yang berbeda.

Sebagai contoh, kata kunci yang anda dapatkan dari hasil riset dan ingin ditargetkan dalam artikel adalah gorden mewah unik Jakarta. Kata terakhir menyiratkan mengenai sebuah lokasi. Namun ketika kata tersebut dibaca pasti akan terdengar aneh kan?

Untuk penulisannya, anda tidak harus menuliskannya sama persis sebagaimana kata kunci yang ditargetkan.

Meskipun pada awal paragraf anda mulai menuliskan kata gorden mewah dan unik saja sedangkan kata Jakarta anda tempatkan pada akhir kalimat dalam paragraf pertama tersebut, maka hal itu tidak menjadi masalah dan mesin pencari sudah memahami hal itu.

Bahkan, tanpa anda masukkan kata kunci utama pada paragraf pertama pun tidak menjadi masalah karena sudah banyak artikel yang juga membuktikan hal itu bisa tetap menempati posisi halaman 1 Google sepanjang pembahasan pada paragraf berikutnya memang membahas mengenai kata kunci yang sudah anda targetkan.

Artinya, anda menulis saja secara alami sesuai dengan kaidah bahasa yang ada. Jangan terlalu dipaksakan karena nantinya justru pembaca yang dikorbankan dengan adanya kata yang tidak enak untuk dibaca.

3. Manfaatkan sinonim atau persamaan kata sebagai turunan dari kata kunci utama yang anda targetkan

Jika setiap paragraf dalam artikel anda hanya menuliskan kata kunci utama saja sedangkan turunannya dan juga sinonimnya tidak ada sama sekali, sudah bisa dipastikan bahwa artikel SEO yang anda publikasikan tersebut hanya menargetkan mesin pencari saja.

Disisi lain, pembaca anda akan merasa aneh bahkan kurang nyaman terhadap hal itu.

Buat artikel anda senyaman mungkin untuk dibaca karena itu juga bagian dari bagaimana anda menyajikan artikel SEO yang ramah terhadap pengunjung, bukan hanya robotnya Google.

Pemanfaatan kata kunci turunan dan juga sinonim ini bermanfaat juga untuk menghindari stuffing keyword dimana sebenarnya, dengan 3-5 kali saja penyebutan kata kunci utama anda dalam sebuah artikel terkadang sudah cukup ketimbang menyebutkannya berulang kali dalam jumlah yang banyak.

Saya sendiri mengenai kata kunci utama ini sering saya usahakan hanya 3 kali saja dituliskan dalam artikel yang mengandung 500-1000 kata. Selebihnya, saya manfaatkan kata kunci turunan dan juga sinonimnya agar lebih enak dibaca.

Selain itu, hal ini juga akan bermanfaat agar artikel anda lebih kaya akan kata kunci ketimbang hanya fokus pada 1 kata kunci utama saja.

Dan menurut pengalaman, terkadang artikel di blog saya tidak hanya mendapatkan pengunjung dari 1 sumber kata kunci namun lebih dari itu karena pengguna juga sangat beragam dalam mengetikkan kata kunci di Google.

4. Masukkan kata kunci pada akhir artikel (opsional)

Cara ke-4 bersifat opsional dimana anda bisa melakukannya atau tidak, itu terserah anda. Saya sendir terkadang tidak memasukkan kata kuncinya di akhir artikel karena saya sendiri saat membaca artikelnya memang tidak diperlukan sama sekali.

Jadi tidak saya paksakan sepanjang keseluruhan artikel tetap nyaman untuk dibaca.

Namun jika anda tetap ingin memasukkannya, silahkan saja. Asal, jangan terlalu memaksakan saja hingga artikel pun terdengar aneh dibaca meskipun itu hanyalah bagian akhr yang belum tentu juga dibaca.

5. Masukkan gambar yang relevan dan isi Title text serta ALT Text-nya

Bagian selanjutnya adalah menyisipkan minimal 1 gambar yang relevan dengan isi artikel anda.

Jika platform blog yang anda gunakan adalah Blogger (Blogspot) jangan lupa juga untuk memasukkan Title Text dan juga ALT Text-nya agar gambar tersebut juga berhasil menempati urutan tertatas untuk pencarian gambar (Google Image) serta membantu pembaca dan mesin pencari mengenai isi gambar tersebut.

Rekomendasi: Cara Compress Gambar Secara Online Untuk Konten Blog

Secanggih-canggihnya Google, jika anda tidak menginformasikan tentang apa yang ditampilkan dalam gambar tersebut, setidaknya hingga artikel ini dibuat, Google belum bisa memahami isi sebuah gambar atau foto.

Karena itu, informasi pada Alt Image adalah panduan bagi Google untuk memahami gambar di artikel anda. Jadi, jangan lupa untuk memasukkan kata kunci utama disana.

6. Manfaatkan heading H2, H3 dan seterusnya untuk pembahasan yang memerlukan sub-judul beserta penjelasannya

Dalam artikel ini, saya menggunakan Heading H2 pada sub-judul utama sedangkan turunannya yang menjadi poin-poin penting beserta penjelasan singkat mengenai cara saya menuliskan artikel SEO menggunakan Heading H3.

Pada beberapa situs luar, heading seperti apa yang saya terapkan ini bahkan dibuat H2 semuanya dan banyak juga ditemukan artikelnya tetap nomor 1 di halaman pencarian Google. Silahkan berkreasi dengan heading ini untuk menemukan formula yang tepat.

Yang jelas, pembuatan heading ini sangat membantu pembaca untuk lebih mudah memahami urutan penyampaian artikel anda terlebih pada artikel berjenis listicle yang menyajikan sebuah informasi dalam bentuk daftar atau poin-poin.

7. Manfaatkan internal link

Saat menulis sebuah artikel, terkadang apa yang anda tuliskan juga berhubungan dengan artikel lainnya yang sudah anda publikasikan. Semakin relevan, semakin baik untuk dijadikan sebagai internal link dan rekomendasi bacaan lanjutan kepada pembaca.

Internal link juga sangat berguna untuk menaikkan otoritas halaman lainnya di blog yang sama. Karena itu, jangan biarkan artikel Anda tanpa link sama sekali apalagi jika terdapat halaman lain yang relevan.

Dengan begitu, internal link juga akan membantu pembaca anda untuk tetap berlama-lama di blog anda sehingga bounce rate blog anda akan semakin berkurang persentasenya dimana hal itu merupakan salah satu metrik penting dalam mengoptimasi sebuah blog atau situs.

Jangan lupa juga untuk mengupdate artikel lama anda, minimal mengisinya dengan minimal 1 internal link menuju artikel baru yang akan anda publikasikan.

Apalagi jika artikel lama tersebut sering mendapatkan pengunjung dari mesin pencari, maka peluang artikel baru anda untuk dibaca pun semakin besar karena ada rekomendasi bacaan dari artikel lama anda.

8. Jumlah kata yang direkomendasikan dalam artikel SEO

Semakin banyak kata yang ada dalam suatu artikel, biasanya juga sangat berpengaruh banyak terhadap optimasi artikel itu sendiri.

Namun, anda tidak perlu sampai harus meng-copy paste seluruh isi dalam Bab 1 sebuah laporan penelitian karena alih-alih untuk membuat artikel anda di halaman 1 Google, hal itu justru malah akan membuat pengunjung dengan cepat menutup blog anda dan dan tidak membaca informasi apapun yang anda sajikan.

Menulis artikel yang panjang hingga ribuan kata itu silahkan saja, justru lebih bagus secara SEO. Akan tetapi, bukan asal panjang dengan banyak basa-basi yang tidak penting. Tetap utamakan bahwa artikel anda itu nyaman dan menarik untuk dibaca.

Kalau saya secara pribadi, minimal artikel SEO itu terdiri dari 500 kata. Jika bisa lebih dari itu biasanya lebih mudah juga untuk mendapatkan pengunjung.

Tapi tetap utamakan pengunjung anda, nyaman tidak mereka ketika membaca artikel anda. Coba saja anda sendiri dulu yang membacanya, jika anda saja tidak menyukai apa yang anda tuliskan, bagaimana mungkin anda berharap bahwa orang lain akan menyukainya?

9. Jangan lupakan eksternal link (Opsional)

Eksternal link biasa juga disebut sebagai backlink bagi situs lain. Yaitu link yang berasal dari blog anda menuju salah satu atau beberapa halaman di situs lainnya yang berbeda.

Jika anda berpikir bahwa situs lain bisa anda jadikan referensi lanjutan bagi pengunjung dan memang relevan dengan artikel anda, maka silahkan saja untuk dimasukkan linknya.

Misalnya dalam artikel SEO yang sedang anda baca ini. Jika ada beberapa hal yang membantu atau bahkan berselisih paham dengan pengetahuan dan pengalaman anda dalam mengoptimasi sebuah situs, berikan link artikel ini ke pembaca anda sebagai bahan perbandingan mereka.

Tapi, anda tidak perlu memasukkan eksternal link di setiap artikel anda apalagi jika tidak relevan sama sekali. Namun jika anda rasa pantas untuk dimasukkan, yah tidak perlu menunggu lama-lama.

Perhatikan juga sumber artikel yang akan anda jadikan tujuan eksternal link ini. Jika situsnya berbahaya dan melanggar seperti situs dewasa, judi, dan seterusnya, mending jangan disisipkan eksternal link dalam artikel anda.

Meskipun eksternal link akan membantu optimasi situs lain, hal itu sebenarnya akan membantu artikel anda juga karena Google akan menilai bahwa anda juga memberikan referensi lain atau informasi lanjutan kepada pengunjung.

Jadi manfaatnya tidak hanya untuk 1 situs saja, tapi juga untuk artikel blog anda. Yang penting, hal utama yang harus diperhatikan adalah tingkat relevansi atau keterkaitan antara artikel anda dengan situs lain yang dituju.

Saya pun melakukannya. Coba saja cek beberapa artikel di blog ini, maka anda akan mendapatkan beberapa artikel dimana saya menyertakan eksternal link menuju situs lain yang saya anggap relevan.

Sejauh ini, dalam artikel anda setidaknya akan memiliki 2 jenis link yaitu internal dan eksternal link meskipun tidak semuanya harus atau wajib memiliki kedua jenis link tersebut.

Demikian 9 cara yang saya lakukan dalam menulis artikel SEO yang membuat blog saya mendapatkan pengunjung terus setiap hari dengan hanya mempublikasikan artikel. Dan jangan lupa juga bahwa setelah anda mempublikasikan artikel, langkah selanjutnya adalah dengan mengindeks URL agar muncul di Google dan mulai mempromosikan artikel anda di media sosial.

Bagikan artikel ini jika bermanfaat dan mulailah membangun konten artikel yang benar-benar dibutuhkan atau dicari oleh pengguna dengan tetap melakukan riset kata kunci untuk membantu perkembangan blog atau situs anda kedepannya.

Hal terakhir yang juga perlu anda ketahui adalah, SEO itu bisa sangat berpengaruh dalam waktu yang singkat dan juga jangka panjang. Jadi investasi dalam menulis artikel yang dibutuhkan pembaca itu tidak hanya bisa dirasakan dalam waktu dekat namun juga di masa yang akan datang.


EmoticonEmoticon