Kelebihan dan Kekurangan Menyimpan Artikel Blog di Fitur Draft

Fitur Draft atau Konsep postingan dalam blog adalah konten yang belum siap dipublikasikan. Penyebab hingga postingan tersebut belum siap untuk dimunculkan ke hadapan pengunjung blog bisa beragam. Bisa jadi, karena artikelnya memang belum selesai atau belum lengkap, masih perlu dilakukan pengeditan (penyuntingan) lebih lanjut, atau bahkan karena adanya keinginan dari bloggernya sendiri untuk mempublikasikannya pada waktu tertentu.

Hadirnya fitur draft ini tentu saja memiliki kelebihan dan kekurangan. Jika anda awalnya berpikir bahwa banyaknya artikel blog yang masih berada di fitur draft itu tidak menjadi masalah karena ide anda tetap berada disana dan juga tidak mempengaruhi perkembangan maupun penurunan performa blog, ada baiknya untuk dilakukan perbandingan apakah yang menjadi keyakinan anda tersebut benar adanya.

Adanya kelebihan dan kekurangan menyimpan artikel dalam fitur draft blog anda bukanlah bagian dari bagaimana saya mendramatisir sebuah keadaan. Apalagi menyangkut artikel blogger lain yang tidak menjadi hak saya sedikitpun untuk melakukan jastifikasi.

manfaat dan kekurangan artikel blog yang disimpan di draft

Namun, tujuan saya menuliskan ini utamanya adalah untuk membantu anda agar semakin produktif lagi dalam memproduksi konten dan juga agar perkembangan blog anda semakin baik.

Manfaat atau kelebihan menyimpan artikel blog di fitur draft

Kelebihan pertama menyimpan artikel blog di fitur draft tentu saja untuk memastikan bahwa ide tulisan yang belum selesai tersebut bisa dilanjutkan lagi di waktu lainnya. Dengan begitu, anda tidak akan benar-benar kehilangan ide yang anda anggap perlu untuk dipublikasikan nantinya.

Apalagi dunia ide itu sendiri yang cukup misterius dimana terkadang sekeras apapun anda berpikir, ide yang diharapkan datang, pun tak kunjung hadir. Namun di waktu lain, bahkan ketika anda tidak memikirkan mengenai apa yang harus dipublikasikan di blog, tetiba satu dan bahkan beberapa ide muncul begitu saja.

Selain itu, draft juga bisa digunakan ketika anda sedang ragu mengenai poin-poin penting yang ingin disampaikan dalam sebuah artikel. Karena bisa saja sebelumnya anda tidak melakukan riset secara mendalam mengenai apa yang ingin anda sampaikan.

Oleh karena itu, berhentilah sejenak dan jika memang diperlukan, tambah referensi anda sebanyak yang anda mampu hingga benar-benar yakin dengan apa yang ingin dipublikasikan.

Dengan melakukan hal tersebut, anda juga berkesempatan untuk menemukan lebih banyak informasi yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya.

Kekurangan menyimpan artikel di draft

Informasi mengenai apa yang saya sampaikan diatas terkait manfaat yang bisa anda dapatkan dari fitur draft di blog mungkin belumlah semuanya. Karena itu, silahkan sampaikan jika masih ada yang harus saya tambahkan lewat komentar di bawah.

Lebih lanjut mengenai apa saja yang menjadi kekurangannya, maka hal pertama yang ada dalam pikiran saya adalah jika setiap ide yang anda anggap menarik harus disimpan di draft, maka artikel yang harus anda selesaikan bisa saja menjadi lebih banyak. Entah itu belasan, puluhan atau jangan-jangan bisa mencapai ratusan.

Tanpa bermaksud menyepelekan, tapi daripada menyimpan artikel dalam draft sebanyak itu dan tak kunjung diselesaikan bahkan berbulan-bulan atau mungkin tahunan, apakah tidak lebih baik untuk dihapus atau dipindahkan saja ke laptop atau hp anda untuk kemudian ditulis secara offline?

Karena jujur saja, saya sebelumnya memiliki cukup banyak draft artikel di blog, dan setiap kali login, artikel yang tak terpublikasi tersebut seolah "berteriak-teriak" untuk segera diselesaikan.

Dan untuk membantu anda dalam menangani persoalan ini, saya sebelumnya sudah mempublikasikan artikel mengenai cara agar tetap bisa mempublikasikan konten di blog. Silahkan dibaca karena bisa saja hal-hal yang sudah saya sampaikan bisa anda manfaatkan.

Dengan menyimpan semakin banyak draft artikel, maka hal itu adalah juga salah satu cara untuk menciptakan beban pikiran secara terus-menerus karena otak anda akan selalu mengatakan bahwa masih banyak artikel yang menunggu untuk diselesaikan.

Karena itu, saya sebelumnya memutuskan untuk menghapus dan memindahkannya saja.

Selain itu, ide artikel yang sebelumnya anda anggap wah seolah belum ada yang memikirkannya di dunia ini akan terkesan basi atau kadaluarsa seiring waktu berjalan. Saya percaya bahwa akan ada kemungkinan ide-ide tersebut akan menjadi tidak menarik lagi bagi anda.

Disisi lain, masing-masing artikel terkadang sudah memiliki cukup banyak paragraf. Artinya anda sudah meluangkan waktu anda disana dan mungkin menyisihkan kuota internet anda. Dan jika tak kunjung diselesaikan, bukankah itu juga berarti bahwa waktu dan mungkin biaya tersebut tidak begitu dimanfaatkan dengan baik?

Khawatirnya nanti malah dianggap percuma dan sia-sia belaka.

Karena itu, luangkan waktu anda sejenak untuk melihat sudah berapa banyak draft artikel blog anda. Ketahui apakah beberapa diantaranya masih sanggup anda selesaikan atau tidak dan juga pikirkan mengenai rencana apa yang harus anda lakukan kedepannya mengenai hal tersebut.

Ketahui juga cara membuat postingan terjadwal di Blogger agar artikel yang sudah terselesaikan namun masih tertunda untuk dipublikasikan karena berbagai alasan dan kondisi bisa tetap anda hadirkan ke hadapan pembaca blog anda.

Hal terakhir yang perlu saya sampaikan adalah, dengan tidak menyelesaikan draft artikel yang sudah ada, anda tidak sekedar membuang-buang waktu dan biaya yang sudah diinvestasikan, namun juga anda sebenarnya menunda optimasi atau kinerja blog anda.

Hal ini didasari oleh keuntungan mempublikasikan artikel secara berkala dimana sebuah blog yang cukup sering mempublikasikan artikel, akan semakin besar peluangnya untuk mendapatkan kepercayaan dari mesin pencari seperti Google.

Jadi, masih ingin tetap menyimpan draft artikel di blog anda atau sudah terpikir mengenai apa yang akan anda lakukan selanjutnya? Yuk kita diskusikan hal ini di kolom komentar di bawah.


EmoticonEmoticon