Kenapa Mengiklankan Kos-Kosan di OLX Itu Penting?

OLX yang awalnya bernama Toko Bagus hingga saat ini tampaknya masih sangat penting terutama untuk mengiklankan bisnis kos-kosan atau jenis hunian sewa apapun. Situs yang sudah memiliki aplikasi tersendiri yang entah sejak kapan aplikasi hpnya dipublikasikan ini masih saja cukup populer meskipun sudah cukup banyak pesaingnya.

Hal ini disebabkan karena kos yang menjadi tempat saya tinggal saat ini, sepanjang yang saya ketahui, pemasarannya hanya sekedar menggunakan OLX saja. Entah jika ada platform lainnya yang digunakan, tapi hingga saat ini, belum ada situs lain yang digunakan oleh pemilik kos maupun penjaganya.

Hal ini disebabkan karena penjaga kos sebelumnya yang mengatakan untuk memasang iklan versi gratis di OXL dan bukan situs lainnya.

Pentingnya memasang iklan di OLX untuk bisnis kos-kosan

Bahkan, akun saya pun pernah digunakan selama beberapa hari untuk memasang iklan atas nama penjaganya karena waktu itu terdapat kendala penentuan lokasi kos di hp penjaganya dan berpikir jika melakukannya di hp saya, maka permasalahan tersebut tidak akan ada.

Meskipun sepertinya permasalahan lokasi ini karena aplikasi OLX itu sendiri yang belum update, akhirnya iklan kos pun berhasil tayang dengan sempurna dimana pada bagian deskripsinya saya tambahkan juga mengenai alamat yang harus dikunjungi.

Seingat saya, selang sehari setelah pemasangan iklan yang saya publikasikan pada malam hari tersebut, pengguna yang melihat iklan kos tersebut sudah mencapai seratusan orang lebih. Bahkan pada tengah malamnya ketika saya sudah tidur, ada salah satu pengguna yang mengirimkan pesan via WhatsApp karena nomor pengiklan yang saya gunakan adalah nomor saya sendiri yang juga saya pakai untuk WA.

Hanya berselang beberapa jam, bahkan sudah ada yang tertarik menghubungi saya dan menanyakan mengenai kamar kos yang saya iklankan tersebut. Dan pada esok paginya, hal yang sama pun terjadi dimana pengguna lainnya juga menghubungi saya dan menanyakan tentang kos tersebut.

Jika saya tidak salah ingat, sepertinya pada siang hari juga ada yang menanyakan hal yang sama. Dan semua itu terjadi bahkan sebelum iklan tayang selama 24 jam.

Situs dan aplikasi yang awalnya sangat terkenal sebagai platform utama jual beli barang bekas ini tampaknya belum benar-benar bisa ditinggalkan oleh masyarakat Indonesia. Dan kemungkinan, masing sangat banyak penggunanya hingga saat ini.

Apalagi, OLX sendiri sudah sangat memungkinkan untuk beriklan secara premium dimana iklan anda akan semakin banyak menjangkau lebih banyak penggunanya. Namun, bahkan dengan iklan versi gratisnya saja, hal itu sudah sangat membantu memasarkan suatu bisnis. Contohnya ya bisnis kos-kosan sebagaimana tempat saya tinggal ini.

Pengalaman lain saya menggunakan OLX waktu itu adalah dengan menjual barang bekas. Dan, tidak sampai sehari saya pun sudah menemukan pembeli yang tepat. Pernah juga membuat iklan dimana saya membutuhkan jasa penulis artikel dan seingat saya, setengah hari ketika iklan tersebut tayang, saya sudah harus menghentikannya saking banyaknya yang memberikan respon.

Meskpiun OLX sepertinya sudah tidak begitu banyak yang membicarakannya dan kayaknya iklannya sudah tidak tayang lagi di TV seperti dulu, tampkanya hingga saat ini situs tersebut masih cukup populer untuk memasarkan bisnis maupun mencari layanan tertentu. Bahkan sebelum artikel ini saya publikasikan, jumlah download aplikasinya di PlayStore mencapai hingga 10 juta lebih pengguna.

Baca juga: 3 Cara Saya Mengoptimalkan Iklan di OLX

Oleh karena itu, terkhusus bagi pemilik bisnis kos-kosan maupun rumah kontrakan, bukan hal yang berlebihan jika saya saat ini masih sangat merekomendasikan agar mulai detik ini juga anda menyiapkan foto dan deskripsi layanan rumah sewa anda untuk ditayangkan iklannya di OLX. Mulai dari yang gratisan dulu dan coba lihat perkembangannya apakah memungkinkan untuk membayar iklan lebih lanjut.

Selain bisnis kos-kosan, sepertinya peluang bisnis lain pun masih sangat potensial untuk diiklankan di OLX. Apalagi gratis. Jadi, tunggu apalagi?


EmoticonEmoticon