Kenapa Foto Saya Tidak Banyak Terjual di Shutterstock?

Sebagai salah satu situs yang bahkan bisa dianggap sebagai situs microstok tempat jual-beli foto terpopuler di internet, Anda yang sudah bergabung di Shutterstock sebagai kontributor mungkin bertanya-tanya kenapa beberapa foto yang sudah Anda dapatkan dengan susah-payah—begitu juga repotnya ketika mengupload foto karena harus memasukkan deskripsi dan kata kunci dalam bahasa inggris—belum juga ada yang terjual atau laku satu pun?

Jangankan Anda, pertanyaan tersebut sebenarnya mungkin menjadi "kegelisahan" bagi sebagian lebih kontributor lainnya yang juga mengalami hal yang sama.
Baca juga: Ide Bisnis Jasa Cetak Foto Polaroid Menguntungkan
Dan kali ini, saya akan memberikan beberapa jawaban baik dari pengalaman sendiri maupun apa yang kontributor lainnya katakan di forum yang disediakan oleh Shutterstock bagi para kontributornya.
alasan kenapa tidak banyak foto saya yang terjual di Shutterstock

1. Gambar portofolio (stok foto) yang dimiliki baru sedikit

Terdapat jutaan foto yang ada di Shutterstock dan jika Anda baru memiliki belasan atau puluhan saja, harap maklum bahwa peluangnya untuk dibeli pun sedikit.

Belum lagi jika foto yang sudah Anda unggah sudah banyak kemiripannya bahkan diambil dengan sudut pandang dan juga kamera berkualitas, maka bisa jadi peluang Anda untuk menjual lebih banyak foto menjadi berkurang.

Jika foto Anda baru ada 20 sedangkan jumlah total yang ada di Shutterstock misalnya ada 200 juta, berarti peluang Anda untuk menghasilkan uang adalah 0.000000100% saja.

Karena itu, tetaplah memotret dan mengupload foto Anda karena kontributor lainnya pun selalu melakukan hal tersebut untuk menemukan gambar mana saja yang memiliki peminat yang banyak.

Pada tahapan ini, kuantitas dan konsistensi sangat dibutuhkan sembari Anda tetap mengasah kemampuan fotografi untuk menghasilkan foto yang berkualitas. Jika puluhan foto belum menghasilkan Dollar sedikitpun, coba di angka ratusan.

Masih belum juga? coba hingga ribuan. Sanggup tidak?

2. Kualitas foto yang dijual sangat rendah (meskipun diterima)

Yang menarik dari Shutterstock adalah terkadang foto yang diambil menggunakan kamera profesional bisa ditolak, namun yang menggunakan hp justru sudah banyak juga yang diterima.

Namun, meskipun Anda sudah banyak mengupload foto dan belum juga terjual sesuai dengan terget pencapaian yang ingin Anda raih, kemungkinan besar kualitas foto Anda memang rendah.

Bukan hanya karena diambil dari kamera non-profesional, namun mungkin juga sudut pandang foto yang tidak memberikan nilai lebih bagi klien yang mencarinya. Disinilah pentingnya Anda mengenali dengan baik kamera yang Anda gunakan dan juga pentingnya mempelajari fotografi itu sendiri.

Jadi tidak asal upload saja karena yang terpenting bukan hanya fotonya saja yang diterima oleh pihak Shutterstock, tapi juga menarik minat bagi pembeli.

Coba mulai berpikir tidak hanya sebagai fotografer dan kontributor saja, namun juga sangat penting untuk berpikir sebagai pembeli. Coba lihat foto yang sudah Anda upload dan tanyakan pada diri Anda sendiri apakah dengan harga yang sudah tertera, Anda mau membeli foto tersebut?

Jika tidak, orang lain pun kemungkinan besar tidak akan membelinya.

3. Foto terlalu sok memiliki nilai seni

Fotografer adalah juga seniman. Setidaknya itu menurut saya. Dan banyak yang kemungkinan memiliki prinsipnya sendiri ketika membuat sebuah konsep foto.

Pada kondisi tertentu, hal itu memang sangat dibutuhkan. Namun, maaf-maaf saja kalau sudah berbicara mengenai jual beli foto. Kenapa? Karena industri (pembeli) yang datang ke Shutterstock bukan untuk mengagumi karya seni Anda. Tempatnya bukan disana!

Pembeli datang kadang hanya membutuhkan 1 foto yang menurutnya berkualitas dan terkesan menarik untuk dijadikan sebagai pendukung artikel atau tampilan websitenya. Tidak lebih. Jadi kalau ingin "memamerkan" idealisme, Shutterstock bukan tempat yang tepat.

4. "Masih" saja bergantung pada kamera pocket atau hp

Poin ini sebenarnya terkait dengan apa yang sudah saya sampaikan pada poin kedua diatas. Dan memang secara sengaja saya buat poin khusus.

Bukannya apa-apa dan mohon maaaaaaaf banget, kamera hp pembeli di Shutterstock itu bisa jadi kualitasnya lebih baik dari yang Anda miliki dan jenis fotonya pun bisa mereka potret sendiri tanpa harus mengeluarkan uang di Shutterstock.

Jadi berinvestasi pada alat (kamera) yang lebih profesional itu juga penting. Tidak punya uang? Buat daftar mengenai siapa saja teman Anda yang memiliki kamera DSLR atau kamera berkualitas lainnya dan buat jadwal kapan Anda menghubungi untuk meminjamnya.

Serius ini. Apa Anda mau kalah bersaing terus?

5. Deskripsi foto yang tidak teroptimasi dengan baik

Jika Anda kebingungan mengenai bagaimana menulis deskripsi foto, gunakan metode 5W1H (Apa, Siapa, Dimana, Kapan, Kenapa dan Bagaimana). Terkadang Anda tidak perlu menjawab semuanya namun semakin Anda bisa memaksimalkan jumlah karakter pada deskripsi sebuah foto, akan semakin memperbesar foto Anda masuk dalam halaman 1 pencarian di Shutterstock.

Jika Anda mengupload foto dan memberinya judul "seekor burung yang bersiap untuk terbang" (A bird planning to fly), jangan berhenti disitu saja!

Deskripsikan juga mengenai ranting pohon tempat burung tersebut sebelum terbang, lingkungan tempat burung itu seperti apa, kapan waktunya, kenapa ia terbang? Apakah ada yang mengganggunya dan tertangkap dalam kamera? Dimana lokasinya? Apakah di hutan atau diatas atap rumah? Dan seterusnya.

Selain foto Anda akan dijelaskan dengan cukup baik dan menarik bagi pembeli, hal tersebut juga akan sangat membantu agar foto Anda semakin mudah ditemukan.

6. Kata kunci (keywords) yang digunakan sedikit

Metode 5W1H diatas juga bisa menjadi bayangan Anda mengenai apa saja kata kunci yang bisa Anda gunakan dan tetap relevan dengan foto yang Anda unggah dan jual. Bahkan bagian menariknya, deskripsi sebagaimana yang sudah saya jelaskan dan juga keyword ini adalah bagian terpenting setelah kualitas foto itu sendiri.

Karena apa? Jawabannya hanya satu yang paling populer yaitu pembeli mencari gambar dengan mengetikkan kata kunci.

Dan tentu saja, hasil pencarian foto yang tampil di halaman awal akan memiliki peluang mendapatkan jumlah pembeli yang sangat besar atau banyak karena frekuensi tampilnya yang tinggi.

Ngomong-ngomong, ketika saya membuka banyak foto di halaman 1 untuk kata kunci pencarian yang saya gunakan di Shutterstock, banyak yang setidaknya memiliki foto dengan belasan kata kunci atau lebih. Contek itu!

7. Foto yang dijual terlalu umum

Jika ada satu jenis foto yang harus saya hindari untuk tidak di potret dan dijual di Shutterstock, maka itu adalah foto bunga. Karena ini adalah jenis foto yang paling umum dan juga mudah didapatkan. Dan kalaupun foto bunga tersebut sangat langka, kira-kira ada yang mencarinya tidak? Jangan-jangan pembelinya juga langka!?

Dan, mereka yang terlibat dalam industri bunga ini ya kemungkinan besar akan memotret produk bunga mereka sendiri, bukan membelinya. Atau bahkan menyewa fotografer saja. Jadi pertanyaan sederhananya, apa alasan industri yang berkaitan dengan bunga ini akan membeli foto bunga orang lain? Wong mereka punya sendiri kok di depan matanya sendiri.

Kalaupun ada yang beli, mungkin pihak lain yang tidak memiliki bunga tersebut, namun, itu berarti bahwa industri utama dari foto Anda akan sangat sedikit yang membelinya.

Jadi, akan lebih baik untuk mencoba memotret teman Anda sendiri ketika sedang dicukur di barbershop profesional dengan penataan interior yang menarik karena akan ada kemungkinan beberapa industri yang tertarik membelinya yaitu:

  1. Industri yang bergerak di bidang fashion dan lifestyle untuk pria atau wanita.
  2. Jutaan website yang ada di seluruh dunia untuk mendukung kontennya.
  3. Industri yang berhubungan dengan produk rambut atau mungkin wajah, dan masih banyak lagi.

Penekanan yang ada dalam poin ini bukan hanya menemukan foto yang spesifik namun juga pasar mana yang Anda targetkan. Meskipun kedua hal tersebut harus saya pisahkan dalam poin yang berbeda, tapi biarlah. Sudah terlanjur ini.

Yang jelas, hal tersebut juga menjadi alasan pentingnya untuk meng-update informasi mengenai keyword populer atau trending di Shutterstock untuk melihat industri mana saja yang paling banyak melakukan pembelian foto atau jenis foto apa saja yang paling banyak dicari.

Terakhir, yang perlu Anda ketahui adalah menjual foto di Shutterstock bukanlah skema bisnis untuk kaya dalam semalam. Kadang juga berbulan-bulan bahkan tahunan belum tentu Anda bisa berhasil. Namun bukan berarti bahwa hal itu mustahil.

Tapi realistis saja, untuk menjual lebih banyak foto saat ini, maka Anda pun perlu berjuang ekstra cerdas dan ekstra keras. Jika Anda memulainya saat awal Shutterstock berdiri, mungkin hal itu tidaklah sesulit sekarang. Dan tentu saja belum ada mesin waktu saat ini untuk kembali ke masa lalu.

Jadi cukup dijadikan sebagai sampingan saja dulu, bukan sebagai hal yang utama. Dan yang tidak kalah pentingnya lagi, tetap belajar dari apa yang kontributor fotografi lainnya lakukan. Karena mereka adalah contoh terbaik yang bisa Anda dapatkan secara gratis. Lihat portofolio mereka dan contek!

Ingat juga bahwa peluang penghasilan dari Shutterstock tidak hanya dari menjual foto atau desain dan sebagainya, coba juga peruntungan Anda dengan mendapatkan lebih banyak referral untuk jangka panjang. Terima kasih dan semoga bermanfaat.


EmoticonEmoticon