Pentingnya Petugas Kebersihan di Lokasi Wisata

Kebersihan suatu lokasi yang dijadikan sebagai destinasi suatu daerah apalagi yang unggulkan potensi alamnya menjadi salah satu faktor yang sangat penting untuk menunjang perkembangan dan promosi lokasi wisata tersebut di masa depan.

Dan untuk mewujudkan itu, adanya petugas kebersihan dan juga tong sampah yang dapat dijangkau para wisatawan dengan mudah seolah menjadi kewajiban bagi pemerintah daerah setempat untuk menghadirkannya.

Alasan utamanya sebenarnya sederhana saja, siapa yang mau berwisata di lokasi yang dikotori dengan kehadiran banyak sampah?
Pentingnya petugas kebersihan di lokasi wisata yang dikembangkan
Kebersihan adalah salah satu jawaban penting untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung dan juga membantu para wisatawan untuk terhindar dari berbagai persoalan kesehatan yang bisa ditimbulkan dengan adanya sampah.

Saya jadi berpikir bahwa petugas kebersihan itu bukanlah pekerjaan yang sembarangan. Tanpa mereka, bayangkan bagaimana jadinya suatu destinasi yang diunggulkan. Begitu juga dengan kehadiran tong-tong sampah, jika tidak ada atau penempatannya yang tidak terlihat atau jauh, maka sampah bisa saja bertebaran dimana-mana.

Baca juga: 4 Alasan Desa Wisata Menjadi Daya Tarik Lokal yang Perlu Dikembangkan

Bisnis pariwisata juga sudah tidak asing lagi sebagai salah satu jenis bisnis yang memerlukan banyak modal terutama dalam melakukan promosi dan kerjasama dengan pihak yang terkait.

Namun berapa banyak pun jumlah uang yang dimiliki oleh pemerintah suatu wilayah, jika tidak mampu menjaga kebersihan lokasi wisata yang ada, maka jangan terlalu banyak berharap bahwa destinasi yang dipromosikan tersebut akan banyak yang mengunjunginya.

Saya yang kemampuan finasial sangat sedikit saja masih mikir-mikir jika tempat jalan-jalan yang akan saya datangi kotor karena sampah. Apalagi mereka yang berduit, siapa coba yang mau menikmati pemandangan alam diiringi dengan pemandangan sampah beserta baunya???

Di Indonesia sendiri, kita sangat mengunggulkan pariwisata alam yang begitu kaya dan indah. Dan destinasi semacam itu memang sangat membantu kita sendiri untuk menyegarkan diri kita sendiri. Setidaknya, alam yang indah dengan suasana yang nyaman bisa sangat bermanfaat untuk mengurangi stres yang kita dapatkan di tempat kerja.

Sekarang Anda bayangkan, sudah stres di tempat kerja, masih harus stres juga ketika jalan-jalan atau berwisata. Padahal, kita tahu bersama bahwa traveling itu juga menghabiskan dana. Maka makin pusinglah kita.

Wisata yang seharusnya menyenangkan justru menjadi kabar buruk yang seharusnya tidak dialami oleh siapapun.

Di banyak lokasi wisata yang kita datangi, untuk masuk saja kita sering dikenakan biaya untuk pembayaran tiket masuk, parkir, biaya makan dan minum, biaya atraksi dan sebagainya. Pasti menyesalkan kalau semua dana tersebut harus hangus begitu saja tanpa adanya timbal balik yang positif karena kehadiran sampah?

Belum termasuk biaya bahan bakar atau mungkin biaya untuk rental kendaraan bermotor bagi yang belum mampu beli dan sebagainya.

Dan sebenarnya kalau kita perhatikan, pemandangan alam di lokasi wisata akan indah atau tidak, selama tempatnya bersih dan nyaman, maka perjalanan tersebut juga bisa sangat menyenangkan kita sendiri, betul?

Tulisan ini juga sebenarnya saran bagi pemerintah yang bertanggung jawab akan pariwisata sih, karena masih banyak lokasi wisata yang sebenarnya sangat indah, tapi akhirnya terganggu keindahannya karena persoalan persampahan. Mungkin kedepannya, kehadiran para petugas kebersihan dan tong sampah ini harus diperhatikan dengan baik karena bisa sangat mendukung perkembangan destinasi wisata itu sendiri.

Hal ini juga didasari karena kesadaran beberapa oknum masyarakat juga yang masih sering menganggap remeh urusan sampah bahkan membuangnya secara sembarangan dan tidak bertanggung jawab.

Masih banyak banget pekerjaan rumah yang harus dituntaskan pemerintah. Sebab sedihnya lagi, lokasi wisata perairan yang ada di Indonesia ini cukup terancam mengingat Indonesia sebagai salah satu negara penyumbang sampah plastik di dunia setelah Cina pada tahun 2018.

Lihat? Disisi lain kita bangga dengan pariwisata perairan, perikanan dan juga kehidupan maritim kita, disisi lain, kita justru merusaknya sendiri.


EmoticonEmoticon