Urutan Berapa Indonesia Menyumbang Sampah Plastik Dunia?

Visiblespectrumblog.com—Jika berbicara mengenai sebuah prestasi, biasanya dalam benak kita semua hal berhubungan dengan sesuatu yang membanggakan. Namun, bagaimana jika yang terjadi adalah sebaliknya? Yang mana sebuah negara bernama Indonesia⁠—negara tercinta kita ini justru (salah satunya) terkenal bukan karena sesuatu yang menginspirasi dunia. Yaitu sebagai salah satu negara penyumbang sampah plastik terbesar di bumi.

Dilansir dari Kompas.com, tahun 2018 yang lalu Indonesia menduduki peringkat kedua setelah Cina di planet ini sebagai penyumbang sampah plastik terbesar yang dibuang ke laut sebagaimana yang juga disampaikan oleh Ibu Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan RI.
Indonesia sebagai negara penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia yang dibuang ke laut
Di tengah berbagai kebanggan kita sebagai warga negara yang meyakini bawah dunia perikanan dan kelautan masih terjaga dengan baik, kenyataan justru mengungkap hal yang sebaliknya.

Setidaknya, ada sekitar 3,2 juta ton sampah plastik tersebut yang dibuang ke laut. Dan tentu saja, data tersebut bukanlah semua yang sudah terdeteksi karena di bagian laut yang lainnya, pasti masih banyak yang belum terjamah karena kelemahan teknologi maritim yang dimiliki.

Bagaimana pun, data tersebut saja sudah seharusnya menyadarkan kita bahwa semua sampah plastik tersebut akan semakin menjadi ancamana terutama bagi kehidupan maritim yang ada di Indonesia.

"Prestasi" tersebut juga menyiratkan bahwa ada yang salah dengan tata kelola sampah plastik yang ada di Indonesia. Dan berbagai ancaman pengrusakan lingkungan hidup, terlebih yang ada di perairan, dikhawatirkan akan terus terjadi seiring dengan perkiraan bahwa jumlah sampah yang dibuang ke laut akan terus bertambah setiap tahunnya.

Baca juga: Apa Itu Sampah E-Waste dan Bagaimana Anda Bisa Mengelolanya Secara Mandiri

Hal tersebut ditegaskan dengan pernyataan dari CNBC Indonesia bulan Juli 2019 yang lalu dengan mengungkap bahwa pada Kuartal I-2019, berbagai macam industri minuman di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat hingga mencapai 24,2% secara tahunan. Tahu sendirilah kalau sudah berbicara industri, apalagi minuman, maka penggunaan lastik sebagai kemasan produknya akan semakin tinggi digunakan.

Semakin pesat industri minuman tersebut, maka kemungkinan besar pertumbuhan sampah plastik pun akan mengikutinya. Pada ujungnya, tinggal menghitung lagi apakah tahun ini atau tahun depan kita bisa memimpin dan mengalahkan Cina dalam merebut Juara 1 negara dengan penyumbang sampah plastik terbesar yang ibuang ke laut.

Mudah-mudahan sih, Indonesia tidak akan lagi menempati posisi 3 besar karena memang sudah seharusnya, prestasi macam itu tidak boleh disandang oleh negara kita. Tinggal bagaimana kebijakan pemimpin kedepannya. Tahu tidak bagaimana mengatasi hal tersebut?

Jangan tanya ke saya bagaimana caranya, karena sekelas pemerintahan pun belum mampu melakukannya, apalagi saya yang cuma manusia biasa.

Dengan kondisi demikian, saya rasa upaya penyadaran mengenai keberadaan sampah plastik ini tidak hanya dilaksanakan pada masyarakat saja. Namun pemerintah pun perlu untuk "dibangunkan" agar semakin sensitif untuk mengatasi permasalahan lingkungan hidup secara lebih serius.

Karena biasanya, kita akan lebih banyak melakukan pengorbanan dalam banyak hal untuk memulihkan kembali kondisi lingkungan karena faktor yang disebabkan oleh manusia itu sendiri maupun suatu indsutri. Itu pun pemulihannya butuh waktu yang tidak sebentar dan hasilnya belum tentu se-berkualitas lingkungan awalnya yang masih berkualitas.

Saya jadi merasa bersalah pada generasi yang baru lahir maupun yang masih dalam kandungan.

Karena ketika mereka akan besar nantinya, (khawatirnya) alih-alih menikmati dunia perairan dan kelautan yang jernih, berkualitas dan tanpa sampah plastik, mereka malah akan direpotkan dengan begitu banyak permasalahan lingkungan yang diwariskan oleh pemerintah terdahulu dan juga kita yang masih belum bisa mengatasi persoalan produksi dan pengelolaan sampah plastik dengan baik.

Katanya bangsa Indonesia cerdas-cerdas? Au ah, gelap!


EmoticonEmoticon