Mereka yang Meminjamkan Uang Padamu Adalah Pahlawanmu

Visible Spectrum Blog - Kawan, pernahkah anda berutang uang pada seseorang? Entah itu keluarga sendiri, teman se-pergaulan, sahabat lama atau pada siapapun?

Sedikit mustahil rasanya jika kita belum pernah melakukannya setidaknya sekali seumur hidup dengan meminjam uang orang lain untuk memenuhi apapun kebutuhan kita.

Apalagi jika sedang terdesak dan secepatnya harus dipenuhi.

mereka yang meminjamkanmu uang adalah pahlawan

Dan mereka yang bisa dengan mudah memberikan uang tersebut bahkan tanpa satu atau dua pertanyaan dan persyaratan, bukankah mereka sudah selayaknya menyandang gelar sebagai pahlawan dalam hidup kita?

Sahabat, harus dipahami dengan baik bahwa dia yang meminjamkanmu uang bukan karena hidupnya berkelimpahan.

Bukan karena ia seolah seperti mesin uang yang meski tidur pun uang tetap datang atau karena melimpahnya warisan yang ia dapatkan. Bukan juga karena ia kaya sejak lama.

Namun, harus kita sadari bahwa peminjam tersebut juga memiliki kesamaan dengan kita sendiri. Sama-sama harus memenuhi kebutuhan sendiri maupun keluarga. Sama-sama memiliki beban hidup yang bisa jadi lebih berat dari Anda.

Akan tetapi, ia sadar bahwa temannya mungkin sedang benar-benar membutuhkan pertolongan sehingga ia harus "mengerem" dulu untuk memenuhi kebutuhannya sendiri.

Apalagi jika kita yang meminjam uang datang dengan wajah lusuh ditambah dengan permintaan tolong yang terdengar kasihan.

Pada dasarnya, setiap manusia memiliki masalah finasialnya sendiri-sendiri.

Mereka yang berpenghasilan 5 juta per bulan, maka permasalahan finansialnya belum tentu akan sama dengan mereka yang memiliki penghasilan puluhan bahkan 100 juta.

Menjadi kaya bukan berarti bahwa persoalan keuangan berhenti begitu saja. Tidak sama sekali karena setiap insan memiliki masalah dan cobaan yang sesuai dengan kemampuannya.

Karena itu, baik peminjam maupun yang memberikan pinjaman uang ini sangat diperlukan adanya sikap saling memahami.

Seringkali kita mendengar atau membaca berita maupun status media sosial bahwa banyak pemberi pinjaman ini akhirnya tak ubahnya seorang pengemis agar uangnya kembali sesuai dengan perjanjian awal.

Jika kita sebagai pihak pengutang memang belum mampu mengembalikan uang pinjaman, maka alangkah baiknya kita tetap membangun komunikasi yang jujur dan selalu berusaha memiliki niat baik untuk memberikan kembali utang tersebut.

Bukan malah menghilang tanpa kabar meskipun kontak hp masih bisa dihubungi.

Orang lain juga paham kok bahwa tidak selamanya mengembalikan uang itu mudah meskipun kita sudah berusaha semaksimal mungkin.

Hanya saja, informasi dari kita sendiri yang terkadang sering kurang sehingga pihak lain yang memiliki hak uang tersebut bisa berpikiran macam-macam.

Bayangkan jika uang yang dipinjam tersebut untuk memberi makan anak-istri di rumah, tidakkah hal itu adalah perbuatan sang pahlawan untuk membantu orang lain agar bisa tetap mudah menjalani kehidupan.

Baca juga:

Ide Bisnis Jasa Cetak Foto Polaroid Menguntungkan