Putus Jalinan Asmara Bukanlah Alasan Untuk Menghancurkan Hidupmu

Visible Spectrum Blog - "Dunia seolah runtuh." Mungkin, sepenggal kalimat pendek itulah yang bisa menjadi kesimpulan dari apa yang kita rasakan tatkala hati tak lagi bisa dibagi dengan pasangan yang kita harapkan bisa selalu bersama kita.

Ada begitu banyak rasa yang kita alami ketika jalinan asmara dengan orang yang begitu kita sayangi berakhir putus seolah tak bisa dilanjutkan lagi.

Putus cinta bukan alasan untuk menghancurkan hidup

Sesak di dada, khawatir, merasa menjadi orang yang tidak dibutuhkan, gagal, dan sejuta rasa lainnya yang kita sendiri tak mampu ungkapkan. Dan terkadang, kita berpikir bahwa kita harus melaluinya dalam kesendirian.

Dalam menjalin sebuah hubungan, kita cukup sadar bahwa apa yang kita miliki saat ini tidak bisa kita pertahankan seutuhnya sesuai dengan harapan indah yang telah terbangun.

Secara bersama-sama dengan pasangan, kita telah melakukan dan merencanakan banyak hal dalam hidup dimana memikirkannya saja sudah begitu membahagiakan.

Namun pada akhirnya, perasaan itu retak dan berserakan tak tentu arah dan tak bisa tersambung bahkan dengan teknologi perekat apapun selain ucapan untuk kembali dan berupaya untuk memperbaikinya lagi.

Kekhawatiran itu akhirnya datang juga. Setelah dalam hitungan bulan atau bahkan bertahun-tahun, sebuah hubungan selalu terancam oleh banyak sebab hingga pada simpulan untuk menjalani sebuah perpisahan.

Bahkan membandingkannya dengan pukulan di wajah yang selalu berusaha kita jaga, patah hati selalu sesakit itu. Seolah tak ada lagi yang melebihinya. Hidup terasa hampa, kacau dan berjuta ungkapan kesedihan lainnya.

Dan telah kita saksikan, bahwa di seluruh dunia, ada begitu banyak orang yang bahkan berpikir untuk tidak lagi menjalani hidup sebagaimana mestinya. Seolah mereka tidak lagi pantas untuk berbahagia di kemudian hari.

Tidak hanya ratusan, begitu banyak yang bahkan memilih menghancurkan hidupnya sendiri hanya karena persoalan asmara.

Putus cinta memanglah se-dashyat itu!

Akan tetapi, hal itu tak sebanding dengan hidupmu sendiri, seistimewa apapun kau menganggap pasangan hidupmu yang justru berbalik dan memilih sebuah perpisahan.

Hal yang perlu kamu lakukan adalah memikirkannya kembali. Saya tahu mungkin ini adalah masalah terberatmu saat ini, akan tetapi, sesakit apapun perpisahan itu menghampirimu, kamu harus tahu bahwa kamu juga sama dengan milyaran manusia lainnya.
"... kamu juga BERHAK untuk menikmati hidup yang bahagia!"
Separah apapun sakitnya sebuah perpisahan, kamu termasuk orang yang beruntung.

Beruntung karena telah dibukakan mata dan hati bahwa orang yang kamu sayangi selama ini, orang yang selalu kamu impikan untuk bisa hidup bersamanya hingga akhir, ternyata bukanlah orang yang tepat untuk dirimu.

Dia yang memilih pergi pertama kali tidak lagi berhak untuk menerima besarnya rasa sayang yang kamu miliki.

Hidupmu masih berlanjut dan memang seharusnya masih harus bisa menikmati hangatnya matahari esok pagi.

Mungkin Tuhan sedang menuntunmu untuk mencari dia yang selama ini kamu lupakan.

Yang mungkin selalu menyebut namamu secara terang-terangan di depan Sang Pencipta. Yang benar-benar membutuhkanmu dan yang kamu butuhkan serta selalu siap untuk kamu butuhkan hingga kapanpun. Terlebih lagi, dia yang akan membuatmu merasa selalu dirindukan dan menghargai semua jerih-payah perasaanmu.

Bukankah kita membutuhkan seseorang yang akan selalu merangkul kita di kala lelah? Bukannya dia yang berbalik pergi demi orang lain yang bisa ia bodohi?!

Jika patah hati dalam menjalin asmara bisa sesakit itu, bukankah bahagia yang tercipta atasnya juga bisa begitu menghanyutkan sehingga mampu merubah "dunia runtuhmu" menjadi surga yang selama ini ingin kamu wujudkan?

Bertahanlah sayang! Karena putus cinta selalulah tak mengenakkan. Namun dengan itu, di kemudian hari kamu bisa menggapai kebahagiaan dalam kondisi terbaikmu. Untuk bisa bahagia, kita memang membutuhkan pengorbanan sekeras itu.

Komentar

Baca juga:

Ide Bisnis Jasa Cetak Foto Polaroid Menguntungkan