6 Tips Untuk Mendapatkan Aged Domain Berkualitas

Aged Domain memiliki terminologi yang beragam.

Ada yang menyebutnya sebagai domain tua/lama, expired domain (sudah kadaluwarsa), dropped domain dan lain sebagainya.

Namun pada dasarnya, semua istilah tersebut merujuk pada 1 hal.

Yaitu domain yang dulunya pernah dibeli kemudian dikelola (sudah pernah online), dan tidak diperpanjang lagi sehingga siapapun bisa mendaftarkannya kembali.

Tips menganalisis aged domain yang akan dibeli

Hal yang menarik dari aged domain ini adalah, banyak diantaranya yang masih memiliki skor DA/PA yang cukup besar.

Setidaknya belasan hingga puluhan. Ini juga yang menjadi salah satu alasan banyak blogger yang berburu untuk mendapatkannya.

Kemudian, nanti bisa digunakan baik sebagai PBN maupun moneysite (blog/situs utama).

Akan tetapi, tidak semua domain lama yang sudah terhapus itu berkualitas.

Cukup banyak memang yang memiliki DA/PA yang sangat tinggi, namun sebelumnya digunakan untuk web spam atau publikasi konten yang melanggar aturan Google sehingga dikenakan penalti (sanksi).

Oleh karena itu, Anda perlu menyaring atau melakukan analisis mengenai domain lama seperti apa yang harus anda beli.

Apa pentingnya mengenali kualitas aged domain?

Pada dasarnya, semua domain yang akan anda beli sudah selayaknya dianalisis.

Minimal anda harus tahu apakah nama domain tersebut sudah pernah dibeli sebelumnya atau tidak dan digunakan untuk apa.

Hal ini dilakukan untuk mencegah blog atau situs yang akan anda bangun terhindar dari hal yang tidak pernah anda harapkan terjadi.

Salah-salah, anda sudah mengeluarkan biaya untuk membeli nama domain blog namun ternyata tidak bisa terindeks di mesin pencari karena sebelumnya pernah melanggar.

Serius!

Google sendiri tahu mana web spam dan mana yang tidak, serta memiliki database mengenai semua domain yang pernah terintegrasi dengan mesin pencari termasuk yang pernah dikenakan hukuman berupa deindex.

Entah situsnya akan anda gunakan hanya sebagai blog gado-gado maupun untuk bisnis, anda akan kesulitan mengembangkannya jika tidak terindeks sama sekali.

Bahkan tidak akan berarti apa-apa jika anda memanfaatkannya sebagai PBN. Bagaimana backlink yang dibangun bisa terindeks jika domain dan URL artikelnya saja tidak bisa ditemukan di SERP?!

Tips sederhana mendapatkan aged domain berkualitas

Sejujurnya, analisis terhadap domain gak perlu berlama-lama hingga hitungan hari. Gak usah ribet-ribet dengan memperhatikan banyak metrik sana-sini.

Sebab dengan melakukannya menggunakan cara yang sederhana, tetap bisa membuat anda mendapatkan domain tua yang berkualitas.

Namun sebelumnya—sebagai batasan topik ini—saya akan menginformasikan terlebih dahulu mengenai kriteria domain yang bisa anda dapatkan menggunakan tips yang akan saya bagikan.

Oleh karena itu, perhatikan poin-poin penting berikut ini:

  1. Kemungkinan besar domainnya tidak pernah melakukan pelanggaran apapun.
  2. Persentase domain untuk terindeks di Google sangat besar.
  3. Bisa diterima oleh Google Adsense untuk mendapatkan penghasilan.
  4. Sangat bagus untuk dijadikan PBN.
  5. Index rate-nya di SERP bagus (minimal sama dengan fresh domain).
  6. Jika sebelumnya digunakan untuk blog berbahasa asing dan anda akan menggunakannya untuk blog berbahasa Indonesia juga tidak masalah.

Sudah cukup atau perlu ada tambahan mengenai kekurangan diatas yang anda butuhkan? Beritahu lewat komentar, ya?

Lalu, bagaimana saya memulai "perburuan" domain ekspire ini?

1. Gunakan jasa "list aged domain"

Yup! Kencing di toilet umum saja bisa bayar.

Tapi, jika anda sudah memiliki kandidat domain yang akan anda beli, maka langkah pertama ini cukup diabaikan saja.

Namun jika tidak, silahkan lanjut membacanya.

Saya pernah membeli jasa yang mengirimkan saya daftar aged domain hingga ribuan dan harganya hanya 100 ribu saja.

Mulai dari domain yang DA/PA-nya belasan hingga puluhan (20 hingga 30-an).

Dengan skor DA/PA seperti itu, jelas ada keuntungannya bagi saya yaitu tidak perlu repot-repot lagi membangun backlink profil di forum-forum online atau tipe-tipe inbound link yang mudah dibuat secara online.

Karena meskipun mudah dibuat, tetap saja butuh banyak waktu untuk melakukan pendaftaran dan verifikasi akun. Belum termasuk indeks backlinknya satu-satu.

Jadi, mending saya beli saja.

Manfaat lainnya adalah, sangat banyak diantara list domain tersebut yang masih memiliki indeks di SERP. Artinya, masih ada peluang untuk mendapatkan pengunjung dan kemungkinan besar tidak akan ada masalah pada proses indeks selanjutnya.

Cari saja jasanya di Facebook atau tanya di grup-grup blogger yang ada. Mudah kok dapat rekomendasi seller terpercaya.

2. Pilih domain yang dulunya digunakan untuk blog personal

Meskipun personal blogger bisa mempublikasikan konten apapun termasuk yang negatif, sangat kecil kemungkinan hal itu terjadi pada blog pribadi seseorang.

Saya cukup yakin bahwa rata-rata blog pribadi hanya fokus menulis tentang hal-hal yang positif terkait kehidupannya sehari-hari maupun hal lainnya yang bermanfaat bagi teman-temannya dan juga pembacanya.

Dengan begitu, peluang untuk mendapatkan aged domain yang berkualitas dalam sudut pandang "tidak melanggar aturan Google" juga menjadi lebih besar.

Manfaatnya? Indeks blog tidak bermasalah dan biasanya sudah memiliki backlink yang bagus.

3. Cek riwayat domain menggunakan Wayback Machine

Untuk lebih memudahkan anda dalam menganalisis suatu aged domain mengenai digunakan untuk apa sebelumnya, anda bisa mengakses Wayback Machine (web.archive.org).

Dari situs tersebut, anda bisa melihat bagaimana desainnya, konten apa saja yang pernah dipublikasikan, dan lain sebagainya.

Bisa dikatakan, Wayback Machine adalah mesin pencari untuk situs-situs lama dan terbaru baik yang sudah tidak aktif maupun yang masih online.

Lakukan pencarian konten berdasarkan tahun untuk melihat apakah domain tersebut benar-benar blog personal atau situs berkualitas sebelumnya atau tidak.

Perhatikan juga apakah dalam desain yang ditampilkan terdapat banner iklan yang tidak melanggar (bukan iklan judi, produk dewasa dan yang terkit dengan itu).

4. Cek indeks domain di Google

Ini salah satu yang paling penting terkait dengan jasa list domain tua yang pernah saya gunakan.

Meskipun domainnya dahulu digunakan untuk blog personal, kalau indeksnya sudah tidak ada, maka ada 2 kemungkinan yaitu melanggar atau memang dihapus otomatis oleh mesin pencari karena sudah tidak aktif.

Sayangnya, anda dan saya tidak bisa tahu dengan pasti yang mana penyebabnya.

Oleh karena itu, lebih baik berhati-hati dan hanya fokus untuk membeli aged domain yang masih memiliki indeks karena persentase untuk diindeks dengan artikel baru lainnya tentu lebih tinggi.

Kalau beli yang sudah tidak ada indeksnya, sama saja dengan untung-untungan apakah bisa diterima kembali oleh Google atau tidak.

5. Cek kualitas backlink dan DA/PA

Tahap ke-4 ini biasanya sering saya lewati atau bisa dibilang tidak saya pedulikan. Terutama pada kualitas backlink.

Kalau sudah yakin bahwa itu adalah blog personal dan juga masih memiliki indeks di mesin pencari serta skor DA/PA sudah saya setujui, saya biasanya langsung beli saja di registrar domain resmi dan terpercaya.

Blog ini adalah buktinya karena dulunya juga adalah blog personal orang lain dan bahkan berbahasa Inggris. Lalu, kemudian saya putuskan untuk mendaftarkannya kembali dengan bahasa konten yang berbeda.

6. Publikasi konten secara berkala

Kalau ini sebenarnya adalah aturan yang bersifat umum. Karena alasan pengunjung membuka sebuah situs atau blog adalah kontennya.

Publikasi konten secara terus-menerus (tidak harus setiap hari) juga bermanfaat agar Google mengetahui bahwa blog tersebut aktif dan bermanfaat.

Hal tersebut juga bisa cukup berpengaruh pada stabil-tidaknya skor DA/PA. Biasanya, semakin sering menerbitkan artikel, DA/PA domain blog juga akan bisa meningkat secara bertahap.

Komentar

Baca juga:

Ide Bisnis Jasa Cetak Foto Polaroid Menguntungkan