Bedanya Sleep dan Hibernate di Windows

Pada laptop yang menggunakan Sistem Operasi Windows, umumnya terdapat 4 opsi Power yang disediakan yaitu Shutdown, Restart, Sleep dan juga Hibernate.

Versi yang lama bahkan memiliki opsi lain juga seperti Standby yang pada dasarnya fungsinya mirip dengan mode Sleep.

Kalau untuk fungsi Shutdown dan Restart mungkin sudah kita ketahui dengan baik. Sedangkan pada fungsi Sleep dan Hibernate yang sama-sama menon-aktifkan kinerja laptop, kok bisa ada perbedaan?

Perbedaan mode Sleep dan Hibernate pada Windows

Oleh karena itu, semakin menarik untuk diketahui perbedaan antara Sleep dan Hibernate ini bukan?

Perbedaan antara mode Sleep dan Hibernate pada Sistem Operasi Windows


Selama bertahun-tahun menggunakan Windows mulai dari XP hingga Windows 10 saat ini, baik penggunaan Sleep maupun Hibernate saya lakukan dengan tujuan utama yaitu untuk menghemat daya batrei pada laptop dan juga hemat listrik untuk penggunaan PC.

Selain itu, juga menghemat waktu ketika bepergian dengan membawa laptop dan menggunakannya kembali tanpa harus melalui proses booting sejak awal.

Dan, pekerjaan juga masih tersimpan prosesnya tanpa membuka kembali filenya menggunakan aplikasi yang sesuai.

Akan tetapi, dari yang saya ketahui terutama pada laptop yang saya gunakan, mode Hibernate justru tidak ditampilkan pada pilihan Power sebagaimana mode Sleep justru sebaliknya.

Namun, bukan hanya itu saja yang menjadi bedanya akan tetapi ada hal lain yang juga berkaitan langsung dengan konsumsi batrei dan penyimpanan proses terakhir pada Windows yaitu sebagai berikut.

Mode Sleep

Penggunaan mode ini mirip ketika kita akan menghentikan sementara (pause) video yang sedang diputar.

Saat hal tersebut terjadi, konsumsi daya batrei menjadi rendah atau tidak sebanyak saat video diputar terus-menerus.

Dan, baik video player maupun program lainnya yang terbuka, prosesnya akan tersimpan pada memori laptop (RAM) yang digunakan. Laptop tentu saja masih nyala karena yang aktif adalah mode Sleep dan bukan Shutdown.

Sehingga, memori pun akan menjalankan proses yang lebih rendah sehingga daya batrei pun akan semakin hemat.

Akan tetapi, karena proses yang ada pada RAM tetap berjalan, maka penggunaan mode Sleep ini otomatis akan tetap mengurangi daya batrei pada tahap tertentu.

Misalnya jika batrei laptop anda masih ada 50% dan mengaktifkan mode Sleep selama 1 atau 2 jam kedepan, maka biasanya laptop masih bisa diaktifkan kembali dan anda bisa melanjutkan proses yang dihentikan sementara sebelumnya.

Namun, jika Sleep aktif selama 1 hari penuh dan bahkan lebih lama dari itu, maka batrei bisa saja akan habis dan laptop akan Shutdown secara otomatis.

Oleh karena itu, gunakan mode Sleep ini hanya jika anda ingin menghentikan sementara proses pekerjaan untuk waktu yang sebentar (tidak terlalu lama).

Terkait: Cara Mengatur Mode Sleep di Windows 10

Mode Hibernate

Sama dengan apa yang terjadi pada mode Sleep, mode Hibernate juga bisa menyimpan proses pada dokumen yang sudah dibuka sambil tetap menghemat daya batrei.

Namun, perbedaan paling mendasarnya adalah, ketika Hibernate diaktifkan, program (proses) yang sedang anda kerjakan disimpan pada hard disk dan bukan RAM.

Ini berarti bahwa jika mode Hibernate dipilih, maka penggunaan batrei adalah pada kondisi terendah atau seolah 0 (nol) atau tidak ada sama sekali.

Bisa juga dikatakan bahwa laptop pada dasarnya dinon-aktifkan meskipun tidak benar-benar off sebagaimana fungsi Shutdown karena tidak ada proses yang berjalan.

Dan saat laptop akan digunakan kembali, maka tampilannya akan tetap sama dengan kondisi terakhir sebelum di-hibernate. Program dan dokumen yang dibuka sebelumnya pun masih tetap ada dan sama.

Gunakan mode ini ketika laptop tidak akan digunakan pada waktu yang lama misalnya lebih dari 6 jam atau bahkan lebih dari sehari dan dalam kondisi dimana laptop belum memungkinkan untuk dicas.

Hal ini juga kadang yang menjadi alasan dimana ketika digunakan kembali setelah Hibernate aktif sebelumnya, maka laptop biasanya akan menyala lebih lama dibandingkan Sleep. Karena itu tadi, seolah-olah laptopnya dimatikan.

Baca juga: Cara Mengubah File atau Folder Menjadi RAR

Semoga penjelasan mengenai perbedaan antara Sleep dan Hibernate pada Windows diatas bisa dipahami dengan baik.

Baca juga:

Cara Merubah Ekstensi File di Windows 10

Cara Mengatur Mode Sleep di Windows 10