7 Cara Memakai Blog Untuk Sumber Trafik YouTube

Adakah blogger yang akhirnya beralih menjadi seorang YouTuber? Jika ada, jangan biarkan blog anda ditinggalkan begitu saja.

Sekecil apapun jumlah pengunjung harian yang didapatkan blog anda, tetap kembangkan secara perlahan meskipun konsentrasi anda saat ini akan lebih dikerahkan untuk membangun channel YouTube.

Sebab bagaimanapun, kedua media (platform) tersebut bisa saling mendukung satu sama lain.

Jika sharing artikel blog di sosial media saja bisa sangat bermanfaat, maka blog anda juga bisa digunakan untuk mendukung channel YouTube apalagi yang masih baru.

Cara memanfaatkan blog sebagai sumber trafik bagi channel YouTube

Cara memanfaatkan blog sebagai sumber trafik untuk video YouTube

Salah satu ketertarikan menjadi kreator konten digital adalah adanya peluang bagi siapapun untuk mendapatkan penghasilan dari jaringan periklanan terutama Google Adsense.

Dan jika anda memulainya melalui blog namun hasilnya tidak sesuai dengan ekspektasi, lalu beralih ke konten berbasis video YouTube, anda masih bisa memakai akun blog anda untuk mendukung platform baru yang anda kembangkan.

Sayang sekali jika blog anda dilupakan begitu saja apalagi kalau sudah berhasil mendatangkan pengunjung dari mesin pencari maupun sumber trafik lainnya.

Jika misalnya pengunjung harian blog anda adalah 250 orang, bukankah harus ada rasa optimis bahwa setidaknya 10% (25 orang) akan ada yang berkunjung ke akun YouTube anda? Siapa tahu bisa begitu atau bahkan lebih.

Tapi gak hanya yakin saja, perlu ada usaha juga.

Maka dari itu, tetap hargai kerja keras anda selama ini dan jangan hanya dianggap sebagai pengalaman saja.

Untuk mulai memanfaatkan blog anda kembali baik sebagai wadah promosi channel, sumber datangnya penonton video YouTube dan lain sebagainya, caranya adalah sebagai berikut.

1. Perkenalkan akun YouTube anda pada halaman About

Halaman About/Tentang di blog itu kan biasanya juga dimanfaatkan untuk menambahkan informasi akun sosial media yang kita gunakan.

Hal yang sama juga bisa anda lakukan dengan menambahkan nama channel YouTube anda disana disertai tautan (link) untuk memudahkan pengunjung menjangkau akun anda.

Dan, buat saja sebagai link dofollow agar channel tersebut juga mendapatkan backlink yang berkualitas.

Secara umum, fungsi backlink itu untuk semua halaman web termasuk tautan dari akun atau video YouTube.

2. Edit profil Blogger dengan menambahkan link menuju akun YouTube

Memakai profil blogger untuk menginformasikan akun YouTube

Meskipun hanya link 'mati' (tidak bisa diklik), barangkali akan ada yang akan meng-copy-pastenya nanti dan mengunjungi akun YouTube anda.

Atau, bisa juga dengan menginformasikan nama channel YouTube anda.

Banyak akun blogger yang pernah saya kunjungi, jumlah tampilan profilnya itu bisa ribuan. Jadi, kenapa tidak memanfaatkannya saja?

3. Buat menu header yang khusus diarahkan ke akun YouTube

Tergantung desain template yang blog anda gunakan. Kalau pada bagian header (atas) sudah mendukung penempatan ikon sosial media maupun pembuatan menu, tambahkan juga tautan menuju channel YouTube anda disana.

Kalau tidak ada seperti desain blog ini, ya gak usah juga dipaksakan kalau memang gak mengerti sama sekali.

4. Manfaatkan widget sidebar blog

Umumnya, widget sidebar pada platform Blogger maupun WordPress itu biasanya menampilkan profil dan juga artikel populer.

Jika desain blog anda memang memungkinkan untuk hal tersebut, tambahkan widget berupa kode HTML baru menuju akun YouTube dan anda juga bisa sekalian menampilkan video yang bisa langsung diputar dari blog anda.

Jika anda menggunakan desain template premium, perhatikan juga apakah pada sidebar bisa menampilkan ikon sosial media. Kalau ada, tinggal copy-paste link YouTube saja sehingga anda tinggal menambahkan media player video (embed) YouTube saja.

5. Embed video YouTube di dalam artikel

Saat awal anda memasukkan video (embed) ke dalam artikel blog, setidaknya ada 2 pilihan yang bisa anda pikirkan yaitu akan meng-embed video pada artikel yang relevan atau tidak.

Kalau menurut saya, hal ini bisa anda jadikan sebagai salah satu bahan eksperimen dalam mengoptimasi video tersebut.

Baca juga: 1.700+ Tayangan Untuk 1 Video Tutorial di YouTube dalam Setahun Lebih

Banyak website kadang menampilkan video yang tidak relevan sama sekali dengan konten yang dipublikasikan dan juga sebaliknya.

Kalau saya, saya akan memulainya dengan meng-embed video YouTube yang dianggap penting pada beberapa artikel populer terlebih dahulu.

6. Tampilkan akun atau video YouTube anda di bagian footer

Sesuai desain blog, tapi biasanya footer itu dibagi menjadi 2 yaitu:
  1. Yang hanya berupa kredit ke platform blog yang digunakan (Contoh: Diberdayakan oleh Blogger).
  2. Bagian dari menu navigasi tambahan (Contoh: Profil dan alamat toko online ditempatkan tepat diatas footer seperti pada poin 1 diatas).
Kedua bagian ini bisa anda manfaatkan kembali untuk mengarahkan pengunjung blog ke akun YouTube anda.

Misalnya, pada bagian footer utama (1), anda hanya bisa menampilkan link ke channel YouTube. Sedangkan untuk footer lain (2), bisa untuk menampilkan link sosial media termasuk untuk menuju YouTube maupun bisa juga untuk embed video.

7. Tempatkan link atau video YouTube pada bagian Beranda

Pada bagian atas dan bawah postingan yang ditampilkan di Home (Beranda) blog, biasanya kita bisa menampilkan Postingan Unggulan (Featured Post) atau artikel tertentu.

Menariknya, karena penambahan widget di Blogger bisa juga hanya dalam bentuk kode HTML maupun memungkinkan untuk melakukan embed video YouTube, maka tinggal anda pilih saja mau mencoba menampilkan yang mana.

Ke-6 cara memanfaatkan kembali blog anda diatas untuk mendukung channel YouTube anda tidak harus diterapkan semuanya. Tinggal pilih mana saja yang anda perlu gunakan.

Silahkan bereksperimen akan menggunakan yang mana terlebih dahulu. Semoga bisa membantu.

Baca juga:

Cara Merubah Ekstensi File di Windows 10

Cara Membalik atau Merubah Arah Gambar Menggunakan Paint