Mau Kaya Dari YouTube? Gak Semudah Itu Bosku!

Secara umum, bisa dimaklumi bahwa dunia internet menawarkan peluang tak terbatas untuk mendapatkan penghasilan sesuai dengan potensi diri kita masing-masing.

Bagi yang suka menulis, sudah banyak blogger yang menjadikan blog sebagai sumber penghasilan utama mereka.

Tidak sreg dengan dunia menulis, ada YouTube yang siap digunakan platformnya untuk membangun channel yang bisa menjadi sumber pemasukan melalui konten berbasis video.

Akan tetapi, baik itu blog maupun channel YouTube dan lain sebagainya, persoalan mendapatkan uang dari berbagai platform tersebut bukanlah perkara yang mudah.

Saya tidak sedang mengajak siapapun untuk pesimis.

Namun ada realita lain yang juga tetap perlu dipahami bahwa jika memang ada yang bisa sukses dalam semalam hanya bermodalkan 1 video di YouTube saja, maka mungkin ada jutaan content creator lainnya yang masih berjibaku dengan persyaratan bagaimana mendapatkan 1.000 subscriber.

Seberapa sulit membangun channel YouTube hingga menjadi sumber penghasilan?

Siapapun yang mengatakan bahwa mendapatkan uang di YouTube itu mudah, coba periksa dahulu sudah ada berapa video yang berhasil diupload di channelnya selama ini.

Uniknya dunia digital termasuk YouTube itu sendiri adalah, terkadang seseorang bisa mendapatkan jutaan penonton hanya dengan 5 atau 10 video saja.

Pada sisi lainnya, kadang yang sudah memiliki ratusan video belum tentu bisa menikmati kemewahan yang sama.

Begitu juga sebaliknya.

Semakin banyak video yang dipuload, semakin besar peluang untuk mendapatkan banyak subscriber dan juga jumlah view video yang nantinya akan menjawab seberapa besar penghasilan yang bisa diraih seseorang.

Baca juga: 8 Cara Memperbanyak Jumlah Penonton Video YouTube

Dibanding blog, mengelola akun YouTube terkadang lebih menantang dari sudut pandang produksi atau pembuatan konten.

Menulis di blog itu memang tidak selamanya mudah. Namun setidaknya kita tahu bahwa gadget yang harus digunakan tidak harus mahal karena tidak berhubungan dengan resolusi kamera.

Asal punya hp saja yang bisa terhubung ke internet, biasanya aktivitas mengelola blog dan juga menulis sudah bisa dilakukan.

Membuat konten YouTube juga sama, bisa dengan bermodalkan hp saja bagi yang belum memiliki laptop.

Tapi, mau sampai kapan seperti itu karena (menurut saya), banyak penggunanya yang akan sangat menikmati konten video jika channel yang diikutinya menyajikan kualitas video yang sangat baik.

Dan terkadang, kadang hal itu berarti bahwa resolusi yang ditawarkan oleh kamera hp tidak selamanya menjadi pilihan terbaik.

Butuh alat lain yang lebih berkualitas.

Oleh karena itu dan pada tahap tertentu, modal untuk membuat konten YouTube itu bisa saja lebih mahal karena membutuhkan gadget yang lebih canggih.

Saat pembuatan konten blog, meskipun ada yang kadang hanya mampu membuat 1 artikel selama berhari-hari, banyak juga loh ya yang kemampuan menulisnya itu cukup 1 jam-an saja dan sudah layak publikasi.

Di blog ini saja banyak kok artikel yang hanya dibuat dalam waktu tidak sampai 1 jam. Dan banyak blogger yang bisa seperti itu.

Sedangkan di YouTube, 1 jam itu kadang tidak cukup hanya untuk membuat video yang berdurasi 5-10 menit. Perlu di take (direkam) berkali-kali dan itu butuh waktu.

Tidak termasuk dengan proses editing yang juga biasanya seolah wajib dilakukan sebelum suatu konten benar-benar dipublikasi.

Di blog, editing itu mudah untuk dilakukan. Konsumsi waktu terbesar biasanya pada proses menulis saja termasuk dengan pencarian gambar atau foto pendukung.

Tapi kalau edit video untuk YouTube, bisa jadi lebih lama dari proses merekam video itu sendiri. Apalagi jika si kreatornya mengharapkan ada berbagai efek dalam video yang dibuat, maka waktu yang dihabiskan akan lebih banyak lagi.

Bagaimana dengan waktu untuk membuat gambar thumbnail video YouTube? Bagaimana dengan backsound music yang hari ini katakanlah dibuat berlisensi gratis namun beberapa bulan kemudian diubah? Deskripsi video dan berbagai tahapan optimasi lainnya? Kuota internet untuk upload video?

Dari awal saja, mengelola channel YouTube itu sudah sangat menguras waktu, tenaga dan juga dana.

Tapi bukan berarti bahwa hal itu tidak layak untuk dicoba. Mau jadi YouTuber ya silahkan. Barang bagus kok itu, bos. Tapi perlu diingat bahwa ada pengorbanan besar yang harus siap untuk dilakukan.

Yang ingin saya sampaikan sebenarnya sangat sederhana.

Jangan mudah tergiur dengan penghasilan YouTuber karena kita tidak pernah tahu seberapa lelah para kreator membangun channelnya.

Jadi mau kaya lewat YouTube kek, mau lewat blog kek, bahkan kaya dari hasil jualan lele kek, silahkan dipilih mana yang diminati. Tapi jangan pernah menganggap enteng sesuatu hal yang pada dasarnya butuh kerja sangat keras.

Mau berak saja butuh proses, apalagi kalau mau sukses.

Baca juga:

Cara Membalik atau Merubah Arah Gambar Menggunakan Paint